Senator Richard Minta Dokter dan Bidan Puskesmas Tanjung Buntung Dipecat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Senator Richard Minta Dokter dan Bidan Puskesmas Tanjung Buntung Dipecat

...
RILIS.ID
Batam
18 Oktober 2021 - 16:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Senator Richard Pasaribu saat berkunjung ke rumah duka. Foto: Istimewa

RILISID, Batam — Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau (Kepri) Richard Pasaribu menyoroti permasalahan fatal yang terjadi di Puskesmas Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

Buruknya pelayanan kesehatan mengakibatkan meninggalnya seorang pelajar SMP Negeri 7 Batam bernama Merry Destaria Nainggolan (12), pada Kamis (14/10/2021) lalu.

Richard minta agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusut dokter, bidan, dan petugas yang terlibat dalam permasalahan tersebut.

Hal tersebut disampaikannya saat mendatangi rumah duka di Kaveling Bengkong Wahyu, Jalan Mangga, Gang Batu Pasir Nomor 6. Rt 04, RW 07 Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Sabtu (16/10/2021).

“Kami sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi dan menimpa pada saudara kita. Sebab, selain mereka tidak melayani pasien, para petugas dan bidan yang berjaga tidak memberikan pertolongan pertama kepada pasiennya," kata Richard dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, hal ini merupakan contoh yang buruk bagi pelayanan kesehatan di Batam. Bagaimana bisa seorang dokter yang seharusnya bertugas saat itu tidak berada di lokasi dan tidak mengaktifkan telepon selulernya.

“Kita meminta dalam hal ini, Pemko Batam dapat serius menanganinya. Tidak hanya kepala puskesmas, melainkan siapa dokter dan bidan yang harusnya bertugas saat kejadian itu, mereka harus diberikan sanksi karena tidak menjalankan tugasnya," tegasnya.

"Apapun profesi itu harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab, namun hal itu tidak diterapkan di Puskesmas Tanjung Buntung, sehingga fatal dan korban meninggal dunia,” sambung Richard.

Richard mengaku prihatin kepada keluarga korban yang baru saja mengalami musibah tersebut. Ia mendatangi rumah dan menemui langsung pihak orang tua korban.

Ia sangat menyayangkan kejadian serta pelayanan dari pihak Puskesmas Tanjung Buntung

Sebagai anggota DPD RI dan juga wakil daerah, pihaknya sedang menyelidiki kronologi yang sebenarnya dan akan menyampaikan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kita saat ini sedang mengusut siapa dokter yang piket dan yang tanggung jawab pada hari kejadian tersebut. Ketika sudah mendapatkan identitasnya maka saya akan mengusulkan untuk dipecat juga sebagai dokter di Puskesmas Tanjung Buntung itu,” tegasnya.

Richard menambahkan, pihaknya juga menyoroti pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sejauh ini masih kurang memuaskan.

Hal ini menurutnya, mental tidak mau melayani masyarakat secara profesional masih ditemukan di berbagai daerah.

“Saya rasa kejadian ini wajib kita sampaikan ke pemerintah pusat agar perhatian kesehatan harus dibenahi agar hal serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Senator Richard Minta Dokter dan Bidan Puskesmas Tanjung Buntung Dipecat

...
RILIS.ID
Batam
18 Oktober 2021 - 16:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Senator Richard Pasaribu saat berkunjung ke rumah duka. Foto: Istimewa

RILISID, Batam — Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau (Kepri) Richard Pasaribu menyoroti permasalahan fatal yang terjadi di Puskesmas Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

Buruknya pelayanan kesehatan mengakibatkan meninggalnya seorang pelajar SMP Negeri 7 Batam bernama Merry Destaria Nainggolan (12), pada Kamis (14/10/2021) lalu.

Richard minta agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusut dokter, bidan, dan petugas yang terlibat dalam permasalahan tersebut.

Hal tersebut disampaikannya saat mendatangi rumah duka di Kaveling Bengkong Wahyu, Jalan Mangga, Gang Batu Pasir Nomor 6. Rt 04, RW 07 Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Sabtu (16/10/2021).

“Kami sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi dan menimpa pada saudara kita. Sebab, selain mereka tidak melayani pasien, para petugas dan bidan yang berjaga tidak memberikan pertolongan pertama kepada pasiennya," kata Richard dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, hal ini merupakan contoh yang buruk bagi pelayanan kesehatan di Batam. Bagaimana bisa seorang dokter yang seharusnya bertugas saat itu tidak berada di lokasi dan tidak mengaktifkan telepon selulernya.

“Kita meminta dalam hal ini, Pemko Batam dapat serius menanganinya. Tidak hanya kepala puskesmas, melainkan siapa dokter dan bidan yang harusnya bertugas saat kejadian itu, mereka harus diberikan sanksi karena tidak menjalankan tugasnya," tegasnya.

"Apapun profesi itu harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab, namun hal itu tidak diterapkan di Puskesmas Tanjung Buntung, sehingga fatal dan korban meninggal dunia,” sambung Richard.

Richard mengaku prihatin kepada keluarga korban yang baru saja mengalami musibah tersebut. Ia mendatangi rumah dan menemui langsung pihak orang tua korban.

Ia sangat menyayangkan kejadian serta pelayanan dari pihak Puskesmas Tanjung Buntung

Sebagai anggota DPD RI dan juga wakil daerah, pihaknya sedang menyelidiki kronologi yang sebenarnya dan akan menyampaikan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kita saat ini sedang mengusut siapa dokter yang piket dan yang tanggung jawab pada hari kejadian tersebut. Ketika sudah mendapatkan identitasnya maka saya akan mengusulkan untuk dipecat juga sebagai dokter di Puskesmas Tanjung Buntung itu,” tegasnya.

Richard menambahkan, pihaknya juga menyoroti pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sejauh ini masih kurang memuaskan.

Hal ini menurutnya, mental tidak mau melayani masyarakat secara profesional masih ditemukan di berbagai daerah.

“Saya rasa kejadian ini wajib kita sampaikan ke pemerintah pusat agar perhatian kesehatan harus dibenahi agar hal serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya