Sehidup Semati, Pasutri di Lampung Meninggal karena Corona Hanya Berselang 4 Hari
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sehidup Semati, Pasutri di Lampung Meninggal karena Corona Hanya Berselang 4 Hari

...
RILIS.ID
Bandarlampung
30 Juli 2021 - 22:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Perjuangan pasangan suami istri (pasutri) melawan keganasan virus corona banyak yang selamat. Namun, tak sedikit pula berujung pada kematian.

Seperti dialamiĀ pasangan suami istri (pasutri) di Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Labuhanratu, Bandarlampung, yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Ketua RT 09 Lingkungan 1 Kelurahan Sepangjaya, Nurdin menceritakan pasutri bernama Abdul Manaf Sabuan dan Amanah, itu positif terinfeksi virus corona sehari setelah perayaan Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah/2021.

Karena bergejala, pasutri tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Amanah lebih dulu meninggal dunia pada Sabtu (24/7/2021).

"Namun, tiga hari dirawat di rumah sakit, Ibu Amanah meninggal dunia di rumah sakit," ujar Nurdin saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/7/2021).

Tiga hari setelah Amanah wafat, sang suami meminta kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah. Belum genap sehari menjalani isolasi mandiri, Abdul dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi, bukan dua-duanya yang isoman (isolasi mandiri), tapi satu meninggal di rumah sakit, satu di rumah," kata Nurdin.

Nurdin menjelaskan pemakaman pasutri tersebut dilakukan dengan standar protokol kesehatan di tempat pemakaman umum (TPU) Jayapura, Kelurahan Sepangjaya.

Sementara kedua anak almarhum, menurut Nurdin, hingga saat ini sedang menjalani isoman di rumah. Mereka pun dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.

"Meski negatif, tetap kita minta isolasi, dan tidak boleh kemana-mana terlebih dahulu," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sehidup Semati, Pasutri di Lampung Meninggal karena Corona Hanya Berselang 4 Hari

...
RILIS.ID
Bandarlampung
30 Juli 2021 - 22:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Perjuangan pasangan suami istri (pasutri) melawan keganasan virus corona banyak yang selamat. Namun, tak sedikit pula berujung pada kematian.

Seperti dialamiĀ pasangan suami istri (pasutri) di Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Labuhanratu, Bandarlampung, yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Ketua RT 09 Lingkungan 1 Kelurahan Sepangjaya, Nurdin menceritakan pasutri bernama Abdul Manaf Sabuan dan Amanah, itu positif terinfeksi virus corona sehari setelah perayaan Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah/2021.

Karena bergejala, pasutri tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Amanah lebih dulu meninggal dunia pada Sabtu (24/7/2021).

"Namun, tiga hari dirawat di rumah sakit, Ibu Amanah meninggal dunia di rumah sakit," ujar Nurdin saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/7/2021).

Tiga hari setelah Amanah wafat, sang suami meminta kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah. Belum genap sehari menjalani isolasi mandiri, Abdul dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi, bukan dua-duanya yang isoman (isolasi mandiri), tapi satu meninggal di rumah sakit, satu di rumah," kata Nurdin.

Nurdin menjelaskan pemakaman pasutri tersebut dilakukan dengan standar protokol kesehatan di tempat pemakaman umum (TPU) Jayapura, Kelurahan Sepangjaya.

Sementara kedua anak almarhum, menurut Nurdin, hingga saat ini sedang menjalani isoman di rumah. Mereka pun dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.

"Meski negatif, tetap kita minta isolasi, dan tidak boleh kemana-mana terlebih dahulu," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya