Samurai Bersejarah Dicuri, Korban Klaim Harganya Rp3 Miliar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Samurai Bersejarah Dicuri, Korban Klaim Harganya Rp3 Miliar

...
RILIS.ID
LAMPUNG SELATAN
24 Mei 2021 - 15:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung terkait kasus pencurian samurai dan barang berharga lainnya di rumah kosong, Senin (24/5/2021). FOTO: Ahmad Kurdy/ Rilis.id

RILISID, LAMPUNG SELATAN — Hasanudin bisa bernafas lega. Sebab, tersangka pencurian di kediamannya yang berlokasi di Jalan Pratu M.Amin, Kalianda, Lampung Selatan ditangkap polisi.

Ia sebelumnya mengaku kepada polisi rumahnya disatroni kawanan maling. Salah satu barang yang hilang adalah samurai bersejarah peninggalan kakeknya. Yang dihargainya Rp3 miliar.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakub mengatakan, korban mengaku kepada polisi jika samurai tersebut pernah ada yang menawar Rp1 miliar. Namun ditolaknya karena korban menghargainya Rp3 miliar.

Menurut Mulyadi, harga samurai korban sangat tinggi karena diklaim memiliki nilai sejarah.

”Samurai itu milik kakeknya yang merupakan pejuang kemerdekaan,” jelas Kapolsek, Senin (24/5/2021).

Sementara, Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung Cahyo saat konferensi pers kasus pencurian tersebut di halaman Mapolsek Kalianda mengatakan, tersangka pencurian di rumah Hasanudin bernama Indra Juliansyah. Yang merupakan tetangga korban.

Aksi Indra dilakukan bersama rekan-rekannya. Tak tanggung-tanggung, komplotan mereka menggunakan mobil jenis pikap untuk mengangkut barang-barang dari dalam rumah korban. Bahkan, mereka dengan leluasa mengangkut barang-barangnya dengan mencicil.

”Para tersangka sudah berkali-kali mengangkut barang-barang dari dalam rumah korban, sejak Januari 2021 lalu. Sebab, rumah korban memang tidak ada yang menempati,” jelasnya, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, karena melawan dan mencoba kabur saat ditangkap, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka.

”Beberapa rekan tersangka yang lain masih dalam pengejaran,” kata Harto.

Harto menambahkan, selain samurai, para tersangka menguras habis isi rumah dengan mengakut televisi, senjata antik jenis golok, 18 batang kayu merbau, lemari es, mesin cuci, kasur, dan lainnya.

”Beberapa barang hasil curian bisa diamankan sebagai barang bukti, termasuk samurainya. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.(*)

Laporan Ahmad Kurdy/ Kontributor Rilis.id Lampung Selatan

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Samurai Bersejarah Dicuri, Korban Klaim Harganya Rp3 Miliar

...
RILIS.ID
LAMPUNG SELATAN
24 Mei 2021 - 15:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung terkait kasus pencurian samurai dan barang berharga lainnya di rumah kosong, Senin (24/5/2021). FOTO: Ahmad Kurdy/ Rilis.id

RILISID, LAMPUNG SELATAN — Hasanudin bisa bernafas lega. Sebab, tersangka pencurian di kediamannya yang berlokasi di Jalan Pratu M.Amin, Kalianda, Lampung Selatan ditangkap polisi.

Ia sebelumnya mengaku kepada polisi rumahnya disatroni kawanan maling. Salah satu barang yang hilang adalah samurai bersejarah peninggalan kakeknya. Yang dihargainya Rp3 miliar.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakub mengatakan, korban mengaku kepada polisi jika samurai tersebut pernah ada yang menawar Rp1 miliar. Namun ditolaknya karena korban menghargainya Rp3 miliar.

Menurut Mulyadi, harga samurai korban sangat tinggi karena diklaim memiliki nilai sejarah.

”Samurai itu milik kakeknya yang merupakan pejuang kemerdekaan,” jelas Kapolsek, Senin (24/5/2021).

Sementara, Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung Cahyo saat konferensi pers kasus pencurian tersebut di halaman Mapolsek Kalianda mengatakan, tersangka pencurian di rumah Hasanudin bernama Indra Juliansyah. Yang merupakan tetangga korban.

Aksi Indra dilakukan bersama rekan-rekannya. Tak tanggung-tanggung, komplotan mereka menggunakan mobil jenis pikap untuk mengangkut barang-barang dari dalam rumah korban. Bahkan, mereka dengan leluasa mengangkut barang-barangnya dengan mencicil.

”Para tersangka sudah berkali-kali mengangkut barang-barang dari dalam rumah korban, sejak Januari 2021 lalu. Sebab, rumah korban memang tidak ada yang menempati,” jelasnya, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, karena melawan dan mencoba kabur saat ditangkap, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka.

”Beberapa rekan tersangka yang lain masih dalam pengejaran,” kata Harto.

Harto menambahkan, selain samurai, para tersangka menguras habis isi rumah dengan mengakut televisi, senjata antik jenis golok, 18 batang kayu merbau, lemari es, mesin cuci, kasur, dan lainnya.

”Beberapa barang hasil curian bisa diamankan sebagai barang bukti, termasuk samurainya. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.(*)

Laporan Ahmad Kurdy/ Kontributor Rilis.id Lampung Selatan

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya