Saling Lapor, Keluarga Pasien Covid-19 Polisikan Nakes ke Polresta Bandarlampung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Saling Lapor, Keluarga Pasien Covid-19 Polisikan Nakes ke Polresta Bandarlampung

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Juli 2021 - 14:34 WIB
Daerah | RILISID
...
Keluarga pasien melaporkan nakes Rendi Kurniawan. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Merasa tidak terima atas tuduhan penggeroyokan yang dilaporkan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, keluarga pasien Covid-19 justru melaporkan balik Rendi Kurniawan.

Pelapornya adalah Awang Helmi Christianto (45), warga Gedongair, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung. Ia melaporkan nakes Rendi ke Mapolresta Bandarlampung pada Senin (5/7/2021).

Dalam laporan polisi bernomor LP/B/1547/VII/2021/SPKT Bandarlampung/Polda Lampung, pelapor mengaku bahwa dirinya adalah korban.

Menurut Awang, awalnya ia ditelepon oleh ibunya yang mengatakan bahwa oksigen ayahnya yang sakit dan dirawat di rumah sudah habis.

“Mendengar itu saya sebagai anak langsung berpikir dan mencari solusi bagaimana cara cepat mencari oksigen, karena ini menyangkut orang tua saya,” katanya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (6/7/2021).

Setelah itu, ia bergegas mencari oksigen di Apotek Enggal, namun sudah tutup. Kemudian ia menanyakan hal itu kepada petugas ambulans yang berjaga di posko kesehatan di Tugu Adipura.

Di sana, petugas mengarahkan Awang untuk mencari oksigen ke Puskesmas Rawat Inap Kedaton.

“Katanya di sana ada dan bisa dibeli. Kondisi Puskesmas Kedaton saat saya sampai sudah tutup. Saya ketok enggak ada orang, setelah saya pencet bel baru keluar seorang yang dari buka pintu wajahnya nggak bersahabat,” tutur Awang.

Saat Awang bertanya mengenai tabung oksigen, perawat tersebut menjawab dengan nada tidak bersahabat memintanya untuk menggunakan masker, karena ia tidak memakainya.

Awang juga mengklaim yang terjadi bukanlah pengeroyokan, melainkan perkelahian antar dirinya dengan perawat tersebut.

“Dia menyerang saya duluan dan tendang muka saya tapi saya tahan dan kena rahang. Tadinya bengkak ini dan sekarang masih sakit. Saya balas pukul juga. Bahkan dia berupaya mengambil batu besar, sementara driver dan adik saya ditahan orang,” ujarnya.

Saat ditanya ia mencatut nama Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, sebut nama pejabat, dirinya berdalih ia hanya menjelaskan bahwa Reihana sebagai kadiskes pernah mengatakan perawat diminta melayani masyarakat.

“Itu saya hanya menjelaskan saja, tapi dia (Rendi) tidak mau mendengar,” tukasnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Saling Lapor, Keluarga Pasien Covid-19 Polisikan Nakes ke Polresta Bandarlampung

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Juli 2021 - 14:34 WIB
Daerah | RILISID
...
Keluarga pasien melaporkan nakes Rendi Kurniawan. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Merasa tidak terima atas tuduhan penggeroyokan yang dilaporkan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, keluarga pasien Covid-19 justru melaporkan balik Rendi Kurniawan.

Pelapornya adalah Awang Helmi Christianto (45), warga Gedongair, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung. Ia melaporkan nakes Rendi ke Mapolresta Bandarlampung pada Senin (5/7/2021).

Dalam laporan polisi bernomor LP/B/1547/VII/2021/SPKT Bandarlampung/Polda Lampung, pelapor mengaku bahwa dirinya adalah korban.

Menurut Awang, awalnya ia ditelepon oleh ibunya yang mengatakan bahwa oksigen ayahnya yang sakit dan dirawat di rumah sudah habis.

“Mendengar itu saya sebagai anak langsung berpikir dan mencari solusi bagaimana cara cepat mencari oksigen, karena ini menyangkut orang tua saya,” katanya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (6/7/2021).

Setelah itu, ia bergegas mencari oksigen di Apotek Enggal, namun sudah tutup. Kemudian ia menanyakan hal itu kepada petugas ambulans yang berjaga di posko kesehatan di Tugu Adipura.

Di sana, petugas mengarahkan Awang untuk mencari oksigen ke Puskesmas Rawat Inap Kedaton.

“Katanya di sana ada dan bisa dibeli. Kondisi Puskesmas Kedaton saat saya sampai sudah tutup. Saya ketok enggak ada orang, setelah saya pencet bel baru keluar seorang yang dari buka pintu wajahnya nggak bersahabat,” tutur Awang.

Saat Awang bertanya mengenai tabung oksigen, perawat tersebut menjawab dengan nada tidak bersahabat memintanya untuk menggunakan masker, karena ia tidak memakainya.

Awang juga mengklaim yang terjadi bukanlah pengeroyokan, melainkan perkelahian antar dirinya dengan perawat tersebut.

“Dia menyerang saya duluan dan tendang muka saya tapi saya tahan dan kena rahang. Tadinya bengkak ini dan sekarang masih sakit. Saya balas pukul juga. Bahkan dia berupaya mengambil batu besar, sementara driver dan adik saya ditahan orang,” ujarnya.

Saat ditanya ia mencatut nama Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, sebut nama pejabat, dirinya berdalih ia hanya menjelaskan bahwa Reihana sebagai kadiskes pernah mengatakan perawat diminta melayani masyarakat.

“Itu saya hanya menjelaskan saja, tapi dia (Rendi) tidak mau mendengar,” tukasnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya