Polda Jabar Gerebek Rumah di Sumedang, Produksi 2,15 Juta Butir Pil Illegal
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Polda Jabar Gerebek Rumah di Sumedang, Produksi 2,15 Juta Butir Pil Illegal

...
RILIS.ID
Sumedang
22 Agustus 2021 - 19:19 WIB
Jabar | RILISID
...
Petugas Ditresnarkoba Polda Jabar bersama barang bukti obat illegal yang disita./FOTO Tribratanews.polri.go.id./IST

RILISID, Sumedang — Kinerja petugas Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkiba) Polda Jawa Barat (Jabar) patut diapresiasi. Korps Bhayangkara ini baru saja berhasil mengungkap home industry obat keras illegal jenis LL di Dusun Sukamulya, RT. 009, RW.003, Desa Pasehkidul, Kecamatan Paseh, Sumedang.  

Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan tersangka berinisial MSM Alias A.

Berdasarkan pengakuannya, MSM mengakui bahan baku obat tersebut didapat dari M yang berada di daerah Bandung.

”Diracik oleh saudara MSM Alias A sehingga menjadi obat jadi berupa obat berlogo LL yang kemudian di jual oleh MSM kepada saudara B yang kini masih buron. Obat tersebut biasa dikirim ke Surabaya” ujar  Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudi Ahmad Sudrajat dikutip dari tribratanews.polri.go.id., Minggu (22/8/2021).

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti obat berlogo LL sebanyak 2.150.000 butir atau seharga Rp2.150.000.000.  

”Barang bukti obat sebanyak 21 Kg kita amankan, 1 Kg isinya 10.000 (sepuluh ribu) butir, 1 Kg di jual biasanya dengan harga Rp 11.500.000,” bebernya.  

Dengan menggunakan 2 mesin, tersangka mampu memproduksi sebanyak 1,5 Kg setiap harinya dan meraup untung sebesar Rp400 juta setiap bulannya.  

”Tersangkanya ini mulai produksi sejak Februari 2021 sampai tertangkap,” ucapnya. 

Ia menambahkan, atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000.

”Juga pasal 19 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Polda Jabar Gerebek Rumah di Sumedang, Produksi 2,15 Juta Butir Pil Illegal

...
RILIS.ID
Sumedang
22 Agustus 2021 - 19:19 WIB
Jabar | RILISID
...
Petugas Ditresnarkoba Polda Jabar bersama barang bukti obat illegal yang disita./FOTO Tribratanews.polri.go.id./IST

RILISID, Sumedang — Kinerja petugas Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkiba) Polda Jawa Barat (Jabar) patut diapresiasi. Korps Bhayangkara ini baru saja berhasil mengungkap home industry obat keras illegal jenis LL di Dusun Sukamulya, RT. 009, RW.003, Desa Pasehkidul, Kecamatan Paseh, Sumedang.  

Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan tersangka berinisial MSM Alias A.

Berdasarkan pengakuannya, MSM mengakui bahan baku obat tersebut didapat dari M yang berada di daerah Bandung.

”Diracik oleh saudara MSM Alias A sehingga menjadi obat jadi berupa obat berlogo LL yang kemudian di jual oleh MSM kepada saudara B yang kini masih buron. Obat tersebut biasa dikirim ke Surabaya” ujar  Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudi Ahmad Sudrajat dikutip dari tribratanews.polri.go.id., Minggu (22/8/2021).

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti obat berlogo LL sebanyak 2.150.000 butir atau seharga Rp2.150.000.000.  

”Barang bukti obat sebanyak 21 Kg kita amankan, 1 Kg isinya 10.000 (sepuluh ribu) butir, 1 Kg di jual biasanya dengan harga Rp 11.500.000,” bebernya.  

Dengan menggunakan 2 mesin, tersangka mampu memproduksi sebanyak 1,5 Kg setiap harinya dan meraup untung sebesar Rp400 juta setiap bulannya.  

”Tersangkanya ini mulai produksi sejak Februari 2021 sampai tertangkap,” ucapnya. 

Ia menambahkan, atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000.

”Juga pasal 19 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya