Penyelendupan 52,3 Kg Ganja yang Dikendalikan Napi di Lapas Kalianda Diungkap
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Penyelendupan 52,3 Kg Ganja yang Dikendalikan Napi di Lapas Kalianda Diungkap

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Agustus 2021 - 11:58 WIB
Daerah | RILISID
...
Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono saat ekspose, Kamis (26/8/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Peredaran narkotika masih terus terjadi di wilayah Sumatera. Teranyar, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil membongkar pengiriman ganja kering seberat 52,3 kilogram (Kg).

Dari ungkap kasus tersebut, petugas BNNP Lampung menangkap dua orang selaku kurir ganja. Keduanya juga dihadiahi timah panas di bagian kaki lantaran hendak melarikan diri.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono menjelaskan kedua kurir dibekuk di wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Tepatnya di pelataran parkir Rest Area KM 174 Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada Senin (23/8/2021).

Turut diamankan barang bukti berupa 52,3 kg ganja kering yang dikemas dalam 50 bungkus dengan lakban warna kuning.

"Mereka berinisial F dan AM, menggendarai mobil Suzuki APV nomor polisi A 1171 VB," kata Agus dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Jumat (27/8/2021).

Daun haram ini disembunyikan di dinding mobil bagian dalam. Mereka mengaku diperintah HP dan IS yang merupakan narapidana di Lapas Klas II A Kalianda, Lampung Selatan.

Kedua kurir mendapat upah Rp1 juta per kg ganja dan baru menerima Rp7 juta untuk ongkos dan sewa mobil.

BNN pusat dan BNNP Lampung kemudian menginterogasi kedua napi dan menyita dua handphone (hp) milik mereka.

Hp diduga digunakan keduanya untuk menghubungi F dan M yang membawa ganja dari Medan ke Lampung.

Kedua kurir dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Penyelendupan 52,3 Kg Ganja yang Dikendalikan Napi di Lapas Kalianda Diungkap

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Agustus 2021 - 11:58 WIB
Daerah | RILISID
...
Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono saat ekspose, Kamis (26/8/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Peredaran narkotika masih terus terjadi di wilayah Sumatera. Teranyar, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil membongkar pengiriman ganja kering seberat 52,3 kilogram (Kg).

Dari ungkap kasus tersebut, petugas BNNP Lampung menangkap dua orang selaku kurir ganja. Keduanya juga dihadiahi timah panas di bagian kaki lantaran hendak melarikan diri.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono menjelaskan kedua kurir dibekuk di wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Tepatnya di pelataran parkir Rest Area KM 174 Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada Senin (23/8/2021).

Turut diamankan barang bukti berupa 52,3 kg ganja kering yang dikemas dalam 50 bungkus dengan lakban warna kuning.

"Mereka berinisial F dan AM, menggendarai mobil Suzuki APV nomor polisi A 1171 VB," kata Agus dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Jumat (27/8/2021).

Daun haram ini disembunyikan di dinding mobil bagian dalam. Mereka mengaku diperintah HP dan IS yang merupakan narapidana di Lapas Klas II A Kalianda, Lampung Selatan.

Kedua kurir mendapat upah Rp1 juta per kg ganja dan baru menerima Rp7 juta untuk ongkos dan sewa mobil.

BNN pusat dan BNNP Lampung kemudian menginterogasi kedua napi dan menyita dua handphone (hp) milik mereka.

Hp diduga digunakan keduanya untuk menghubungi F dan M yang membawa ganja dari Medan ke Lampung.

Kedua kurir dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya