Pemkab Malang Matikan Semua Lampu Penerangan saat PPKM Darurat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pemkab Malang Matikan Semua Lampu Penerangan saat PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Malang
3 Juli 2021 - 16:17 WIB
Daerah | RILISID
...
Rapat koordinasi PPKM Darurat di Pendopo Agung Pringgitan Kabupaten Malang, Sabtu (3/7/2021). Foto: Rilis.id/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Mulai hari ini, Sabtu (3/7/2021), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal ini sesuai Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali.

Dalam rakor yang dihadiri Forkopimda Malang, disepakati bahwa selama masa PPKM Darurat seluruh kegiatan masyarakat hanya dibatasi maksimal pukul 20.00 WIB.

"Mulai nanti malam, sampai 2 pekan ke depan, semua lampu penerangan jalan akan dimatikan sampai keesokan harinya," ujar Bupati Malang HM Sanusi usai rakor di Pendopo Agung Pringgitan Kabupaten Malang, Sabtu (3/7/2021).

Pihaknya akan lebih menggalakkan sosialisasi secara masif di tingkat kecamatan atau puskesmas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah terhadap bahaya Covid-19. Serta peningkatan T3 (Testing, Tracing dan Threatmen).

"Sebagaimana target Inmendagri, sebanyak 5.651 orang per hari. Selama masa PPKM Darurat ini penyaluran DD dan pelaksanaan BLT-DD, serta sinkronisasi bansos yang berasal dari pusat dan bansos yang bersumber dari APBD juga akan kami percepat," katanya.

Lebih lanjut, Sanusi menyebut tempat ibadah bahwa semua tempat ibadah tutup. Termasuk pelaksanaan salat Jumat bagi umat muslim ditiadakan.

"Masjid di Kabupaten Malang jumlahnya sebanyak 2.200 masjid. Selama masa PPKM Darurat ibadah salat Jumat ditiadakan dan diganti dengan salat duhur di rumah masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan sebanyak 10 pos yang tersebar di beberapa titik wilayah Malang, untuk tempat patroli secara rutin.

"Bagi kami tidak ada kata lelah demi menyelamatkan nyawa manusia. Saya harap kapolsek untuk bersinergi dengan muspika dan kades di wilayahnya untuk melaksanakan PPKM Darurat ini," tegasnya.

Bagoes menambahkan selama masa PPKM Darurat ini, masyarakat dilarang makan di warung. Apabila terpaksa harus beli, maka wajib menggunakan sistem take way (delivery order).

"Hajatan boleh dilaksanakan tapi maksimal 50 orang, dan tidak boleh makan di tempat," pungkasnya.

Diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang memang mengalami peningkatan. Termasuk angka kematian Covid-19.

"Jika sebelumnya, kami memakamkan jenazah korban Covid-19 hanya 2-4 orang dalam sehari. Saat ini kami bisa memakamkan 7 jenazah dalam sehari," beber Sekretaris BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setiono.

Adanya peningkatan angka kematian itu, menurut Bagyo terjadi sejak sekitar 2 minggu terakhir. Namun, kabar baiknya, meski angka kematian Covi-19 ini meningkat, tapi tidak sampai tinggi seperti pada awal covid dulu.

“Dulu dalam sehari, di Kabupaten Malang bisa ada sampai 20 orang yang meninggal karena covid-19,” ucapnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pemkab Malang Matikan Semua Lampu Penerangan saat PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Malang
3 Juli 2021 - 16:17 WIB
Daerah | RILISID
...
Rapat koordinasi PPKM Darurat di Pendopo Agung Pringgitan Kabupaten Malang, Sabtu (3/7/2021). Foto: Rilis.id/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Mulai hari ini, Sabtu (3/7/2021), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal ini sesuai Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali.

Dalam rakor yang dihadiri Forkopimda Malang, disepakati bahwa selama masa PPKM Darurat seluruh kegiatan masyarakat hanya dibatasi maksimal pukul 20.00 WIB.

"Mulai nanti malam, sampai 2 pekan ke depan, semua lampu penerangan jalan akan dimatikan sampai keesokan harinya," ujar Bupati Malang HM Sanusi usai rakor di Pendopo Agung Pringgitan Kabupaten Malang, Sabtu (3/7/2021).

Pihaknya akan lebih menggalakkan sosialisasi secara masif di tingkat kecamatan atau puskesmas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah terhadap bahaya Covid-19. Serta peningkatan T3 (Testing, Tracing dan Threatmen).

"Sebagaimana target Inmendagri, sebanyak 5.651 orang per hari. Selama masa PPKM Darurat ini penyaluran DD dan pelaksanaan BLT-DD, serta sinkronisasi bansos yang berasal dari pusat dan bansos yang bersumber dari APBD juga akan kami percepat," katanya.

Lebih lanjut, Sanusi menyebut tempat ibadah bahwa semua tempat ibadah tutup. Termasuk pelaksanaan salat Jumat bagi umat muslim ditiadakan.

"Masjid di Kabupaten Malang jumlahnya sebanyak 2.200 masjid. Selama masa PPKM Darurat ibadah salat Jumat ditiadakan dan diganti dengan salat duhur di rumah masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan sebanyak 10 pos yang tersebar di beberapa titik wilayah Malang, untuk tempat patroli secara rutin.

"Bagi kami tidak ada kata lelah demi menyelamatkan nyawa manusia. Saya harap kapolsek untuk bersinergi dengan muspika dan kades di wilayahnya untuk melaksanakan PPKM Darurat ini," tegasnya.

Bagoes menambahkan selama masa PPKM Darurat ini, masyarakat dilarang makan di warung. Apabila terpaksa harus beli, maka wajib menggunakan sistem take way (delivery order).

"Hajatan boleh dilaksanakan tapi maksimal 50 orang, dan tidak boleh makan di tempat," pungkasnya.

Diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang memang mengalami peningkatan. Termasuk angka kematian Covid-19.

"Jika sebelumnya, kami memakamkan jenazah korban Covid-19 hanya 2-4 orang dalam sehari. Saat ini kami bisa memakamkan 7 jenazah dalam sehari," beber Sekretaris BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setiono.

Adanya peningkatan angka kematian itu, menurut Bagyo terjadi sejak sekitar 2 minggu terakhir. Namun, kabar baiknya, meski angka kematian Covi-19 ini meningkat, tapi tidak sampai tinggi seperti pada awal covid dulu.

“Dulu dalam sehari, di Kabupaten Malang bisa ada sampai 20 orang yang meninggal karena covid-19,” ucapnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya