Pembubaran Paksa Organ Tunggal Ricuh, Satu Warga Pecah Kepala, 23 Orang Ditangkap
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pembubaran Paksa Organ Tunggal Ricuh, Satu Warga Pecah Kepala, 23 Orang Ditangkap

...
RILIS.ID
Tanggamus
15 Mei 2021 - 22:38 WIB
Daerah | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tanggamus — Puluhan orang ditangkap setelah melakukan perlawanan saat tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membubarkan paksa organ tunggal di Desa Karangagung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Sabtu (15/5/2021) dini hari.

"Sebanyak 23 orang diamankan ke mapolres, berikut sejumlah barang," kata Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/5).

Sebelum dibubarkan, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus dan Satgas Covid-19 telah melakukan imbauan dengan melibatkan kepala pekon atau desa, ketua adat Karangagung dan ketua pelaksana.

"Mereka sudah diberikan imbauan agar menghentikan kegiatan karena sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan SE Bupati Tanggamus terkait penyebaran dan penanganan Covid-19," jelasnya.

Karena tak digubris, kata Oni, Satgas Covid-19 langsung melakukan tindakan tegas dengan membubarkan orgen tunggal dan mengamankan sejumlah orang.

"Karena masih tidak membuahkan hasil, akhirnya pada pukul 01.30 Wib, kami bersama Dandim 0424 Tanggamus mengambil langkah serta memerintahkan personel Polri dan TNI yang sudah dikerahkan dan berada di lokasi agar melakukan upaya paksa pembubaran," ungkapnya.

Selain itu juga turut diamankan sound system atau alat orgen tunggal milik Shila Music sebagai barang bukti dan narkoba jenis sabu-sabu.

"Jumlah massa diperkirakan 800 orang dengan kekuatan personel gabungan yang dikerahkan sekitar 70 orang," ujar Oni.

Oni mengakui ada satu orang dari kelompok masyarakat yang terluka akibat pembubaran paksa tersebut.

"Ada satu orang kepala berdarah akibat lemparan batu yang dilakukan massa pada saat upaya pembubaran. Sementara dari aparat tidak ada korban," tambahnya.

"Sekitar pukul 02.30 Wib, massa sudah membubarkan diri. Dan orang-orang yang diamankan saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan dan test urine guna proses pidana lebih lanjut," ia menambahkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, orgen tunggal tersebut digelar dalam rangka acara halal bihalal dan acara bujang gadis di rumah adat Pekon Karangagung oleh pemuda-pemudi setempat.

Kapolres menyatakan bahwa kegiatan tersebut menyebabkan timbulnya kerumunan massa serta mengabaikan protokol kesehatan covid-19, sehingga dilakukan pembubaran.

"Dan kegiatan pengumpulan massa tersebut dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," bebernya.

Polisi juga tengah menyelidiki kasus narkoba yang ada di acara orgen tunggal tersebut.

"Terhadap mereka yang terlibat akan kami proses pidana termasuk penyalahgunaan narkoba," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pembubaran Paksa Organ Tunggal Ricuh, Satu Warga Pecah Kepala, 23 Orang Ditangkap

...
RILIS.ID
Tanggamus
15 Mei 2021 - 22:38 WIB
Daerah | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tanggamus — Puluhan orang ditangkap setelah melakukan perlawanan saat tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membubarkan paksa organ tunggal di Desa Karangagung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Sabtu (15/5/2021) dini hari.

"Sebanyak 23 orang diamankan ke mapolres, berikut sejumlah barang," kata Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/5).

Sebelum dibubarkan, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus dan Satgas Covid-19 telah melakukan imbauan dengan melibatkan kepala pekon atau desa, ketua adat Karangagung dan ketua pelaksana.

"Mereka sudah diberikan imbauan agar menghentikan kegiatan karena sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan SE Bupati Tanggamus terkait penyebaran dan penanganan Covid-19," jelasnya.

Karena tak digubris, kata Oni, Satgas Covid-19 langsung melakukan tindakan tegas dengan membubarkan orgen tunggal dan mengamankan sejumlah orang.

"Karena masih tidak membuahkan hasil, akhirnya pada pukul 01.30 Wib, kami bersama Dandim 0424 Tanggamus mengambil langkah serta memerintahkan personel Polri dan TNI yang sudah dikerahkan dan berada di lokasi agar melakukan upaya paksa pembubaran," ungkapnya.

Selain itu juga turut diamankan sound system atau alat orgen tunggal milik Shila Music sebagai barang bukti dan narkoba jenis sabu-sabu.

"Jumlah massa diperkirakan 800 orang dengan kekuatan personel gabungan yang dikerahkan sekitar 70 orang," ujar Oni.

Oni mengakui ada satu orang dari kelompok masyarakat yang terluka akibat pembubaran paksa tersebut.

"Ada satu orang kepala berdarah akibat lemparan batu yang dilakukan massa pada saat upaya pembubaran. Sementara dari aparat tidak ada korban," tambahnya.

"Sekitar pukul 02.30 Wib, massa sudah membubarkan diri. Dan orang-orang yang diamankan saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan dan test urine guna proses pidana lebih lanjut," ia menambahkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, orgen tunggal tersebut digelar dalam rangka acara halal bihalal dan acara bujang gadis di rumah adat Pekon Karangagung oleh pemuda-pemudi setempat.

Kapolres menyatakan bahwa kegiatan tersebut menyebabkan timbulnya kerumunan massa serta mengabaikan protokol kesehatan covid-19, sehingga dilakukan pembubaran.

"Dan kegiatan pengumpulan massa tersebut dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," bebernya.

Polisi juga tengah menyelidiki kasus narkoba yang ada di acara orgen tunggal tersebut.

"Terhadap mereka yang terlibat akan kami proses pidana termasuk penyalahgunaan narkoba," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya