Pekerja Proyek Jalan di Lampung Ramai-Ramai Mundur karena Takut Diancam Preman
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pekerja Proyek Jalan di Lampung Ramai-Ramai Mundur karena Takut Diancam Preman

...
RILIS.ID
Lampung Utara
30 November 2021 - 12:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Proyek pembangunan ruas jalan penghubung Lampung Utara-Waykanan terhenti. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Utara — Proyek pembangunan ruas jalan penghubung Simpang SD Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara dan Waykanan, belum juga berjalan sampai saat ini.

Hal ini lantaran pihak rekanan belum mendapat pekerja baru yang mundur akibat ketakutan diancam preman beberapa waktu lalu.

Firman selaku pihak rekanan menjelaskan, dirinya sedang mencari tenaga baru karena sekitar 10 pekerja lama berhenti karena ketakutan.

"Mereka takut karena pengancaman yang dilakukan preman beberapa waktu lalu," jelasnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, dikutip dari Rilisid Lampung pada Selasa (30/11/2021).

Ia menerangkan pihaknya tidak bisa asal merekrut tukang. Sebab, harus mereka yang benar-benar paham dengan proyek yang dikerjakan.

"Mau bagaimana lagi, mereka sudah takut. Apalagi mereka perantau dari Bandarlampung," sesalnya.

Sementara itu, Polres Lampung Utara (Lampura) masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.

Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Eko Rendi Oktama menegaskan hal itu melalui pesan WhatsApp, Senin (29/11).

"Untuk pengamanan, kami telah meminta Polsek setempat mengawal saat proyek dilanjutkan," paparnya. (*)

Laporan: Isti Febri Wantika, Kontributor Lampung Utara

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pekerja Proyek Jalan di Lampung Ramai-Ramai Mundur karena Takut Diancam Preman

...
RILIS.ID
Lampung Utara
30 November 2021 - 12:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Proyek pembangunan ruas jalan penghubung Lampung Utara-Waykanan terhenti. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Utara — Proyek pembangunan ruas jalan penghubung Simpang SD Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara dan Waykanan, belum juga berjalan sampai saat ini.

Hal ini lantaran pihak rekanan belum mendapat pekerja baru yang mundur akibat ketakutan diancam preman beberapa waktu lalu.

Firman selaku pihak rekanan menjelaskan, dirinya sedang mencari tenaga baru karena sekitar 10 pekerja lama berhenti karena ketakutan.

"Mereka takut karena pengancaman yang dilakukan preman beberapa waktu lalu," jelasnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, dikutip dari Rilisid Lampung pada Selasa (30/11/2021).

Ia menerangkan pihaknya tidak bisa asal merekrut tukang. Sebab, harus mereka yang benar-benar paham dengan proyek yang dikerjakan.

"Mau bagaimana lagi, mereka sudah takut. Apalagi mereka perantau dari Bandarlampung," sesalnya.

Sementara itu, Polres Lampung Utara (Lampura) masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.

Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Eko Rendi Oktama menegaskan hal itu melalui pesan WhatsApp, Senin (29/11).

"Untuk pengamanan, kami telah meminta Polsek setempat mengawal saat proyek dilanjutkan," paparnya. (*)

Laporan: Isti Febri Wantika, Kontributor Lampung Utara

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya