Meski Bakso Sony Cabut Investasi, Pemkot Tetap Kejar Tunggakan Pajak Rp14 Miliar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Meski Bakso Sony Cabut Investasi, Pemkot Tetap Kejar Tunggakan Pajak Rp14 Miliar

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 13:46 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony Cabang Cut Nyak Dien Bandarlampung. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung tetap mengejar tunggakan pajak Bakso Son Hajisony atau familiar dengan sebutan Bakso Sony yang mencapai sekitar Rp14 miliar.

Hal itu akan dilakukan Pemkot meski Bakso Sony sudah menutup seluruh gerainya di Bandarlampung pada Sabtu (3/7/2021) lalu.

Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah menegaskan tak ada opsi penghapusan pajak. Pihaknya juga tetap mengejar dugaan kebocoran pajak di Bakso Sony karena tidak maksimalnya pemakaian tapping box.

Sebanyak 18 gerai Bakso Sony diperkirakan tak memaksimalkan tapping box sejak Agustus 2018. Sehingga, ada kebocoran pajak antara Rp400-500 juta per bulan.

"Tidak ada di undang-undang yang menyebutkan pajak akan dihapus apabila pindah tempat," kata Deddy saat menyampaikan pers rilis bersama tim P4D di ruang rapat wali kota Bandarlampung, Senin (5/7/2021).

Deddy mengatakan, pajak yang harusnya dibayar Bakso Sony sudah terhitung dan tercatat dalam pembukuan.

Meskipun begitu, pihaknya untuk sementara tidak mengambil langkah hukum. Dirinya mengatakan pemkot harus bersikap arif.

"Kita tetap kooperatif dan mengambil langkah persuasif. Dengan mekanisme pembayaran melalui tahapan dan bisa dibicarakan," ujarnya.

Sementara, Kepala BPPRD Bandarlampung Yanwardi, membenarkan sejak Agustus 2018 Bakso Sony tidak pernah memaksimalkan tapping box.

Jika per bulan dengan asumsi minimal pajak yang tak dibayar Rp400 juta, maka sejak Agustus 2018 hingga Juni 2021 Bakso Sony diperkirakan menunggak Rp14 miliar.

Mereka menggunakan alat register sendiri. Sementara, pajak 10 persen tetap dikenakan ke konsumen.

"Alasan mereka pakai alat register sendiri, nanti sore dikirim, " ujarnya.

Hingga berita diturunkan, pihak manajemen Bakso Sony belum mau berkomentar. Namun, mereka telah mengumumkan penutupan seluruh gerai bakso yang telah beroperasi sekitar 40 tahun di Bandarlampung.

"Kami dari management Bakso Son Hajisony, ingin memberitahukan bahwa Bakso Son Hajisony akan memfokuskan perkembangan usaha di luar Kota Bandarlampung dan outlet di Bandarlampung mungkin akan segera ditutup dan dipindahalihkan ke luar kota. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan pelanggan selama 40 tahun. Hormat Kami pegawai dan pengurus Bakso Son Hajisony," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Pengumuman itu salah satunya terpasang di gerai Bakso Sony yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Meski Bakso Sony Cabut Investasi, Pemkot Tetap Kejar Tunggakan Pajak Rp14 Miliar

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 13:46 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony Cabang Cut Nyak Dien Bandarlampung. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung tetap mengejar tunggakan pajak Bakso Son Hajisony atau familiar dengan sebutan Bakso Sony yang mencapai sekitar Rp14 miliar.

Hal itu akan dilakukan Pemkot meski Bakso Sony sudah menutup seluruh gerainya di Bandarlampung pada Sabtu (3/7/2021) lalu.

Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah menegaskan tak ada opsi penghapusan pajak. Pihaknya juga tetap mengejar dugaan kebocoran pajak di Bakso Sony karena tidak maksimalnya pemakaian tapping box.

Sebanyak 18 gerai Bakso Sony diperkirakan tak memaksimalkan tapping box sejak Agustus 2018. Sehingga, ada kebocoran pajak antara Rp400-500 juta per bulan.

"Tidak ada di undang-undang yang menyebutkan pajak akan dihapus apabila pindah tempat," kata Deddy saat menyampaikan pers rilis bersama tim P4D di ruang rapat wali kota Bandarlampung, Senin (5/7/2021).

Deddy mengatakan, pajak yang harusnya dibayar Bakso Sony sudah terhitung dan tercatat dalam pembukuan.

Meskipun begitu, pihaknya untuk sementara tidak mengambil langkah hukum. Dirinya mengatakan pemkot harus bersikap arif.

"Kita tetap kooperatif dan mengambil langkah persuasif. Dengan mekanisme pembayaran melalui tahapan dan bisa dibicarakan," ujarnya.

Sementara, Kepala BPPRD Bandarlampung Yanwardi, membenarkan sejak Agustus 2018 Bakso Sony tidak pernah memaksimalkan tapping box.

Jika per bulan dengan asumsi minimal pajak yang tak dibayar Rp400 juta, maka sejak Agustus 2018 hingga Juni 2021 Bakso Sony diperkirakan menunggak Rp14 miliar.

Mereka menggunakan alat register sendiri. Sementara, pajak 10 persen tetap dikenakan ke konsumen.

"Alasan mereka pakai alat register sendiri, nanti sore dikirim, " ujarnya.

Hingga berita diturunkan, pihak manajemen Bakso Sony belum mau berkomentar. Namun, mereka telah mengumumkan penutupan seluruh gerai bakso yang telah beroperasi sekitar 40 tahun di Bandarlampung.

"Kami dari management Bakso Son Hajisony, ingin memberitahukan bahwa Bakso Son Hajisony akan memfokuskan perkembangan usaha di luar Kota Bandarlampung dan outlet di Bandarlampung mungkin akan segera ditutup dan dipindahalihkan ke luar kota. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan pelanggan selama 40 tahun. Hormat Kami pegawai dan pengurus Bakso Son Hajisony," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Pengumuman itu salah satunya terpasang di gerai Bakso Sony yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya