Mertua Anas Urbaningrum, KH Atabik Ali Meninggal, Wagub Lampung Ikut Berduka
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mertua Anas Urbaningrum, KH Atabik Ali Meninggal, Wagub Lampung Ikut Berduka

...
Rilis
Bandarlampung
7 Februari 2021 - 20:06 WIB
Daerah | RILISID
...
KH Atabik Ali foto bersama Nunik dan suami saat pernikahan mereka beberapa waktu lalu. FOTO: Instagram @mbak_nunik

RILISID, Bandarlampung — Kabar meninggalnya mertua Anas Urbaningrum, KH Atabik Ali pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Salah satunya Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik.

Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum itu dikabarkan wafat karena Covid-19. Mertua Anas Urbaningrum itu meninggal pada usia 78 tahun.

Wafatnya KH Atabik Ali menyisakan duka mendalam bagi Nunik. Dia teringat masa kecil sering diajak ayahnya menginap di kediaman almarhum.

"Sejak kecil aku selalu ikut Abah tindak'an..tiga rute yang paling sering yakni ke Lasem, Demak dan Jogja. Di Jogja seringnya pasti nginep di ndalem pakde Abik," tulis Nunik di akun resmi Instagram miliknya @mbak_nunik pada Sabtu.

Nunik menceritakan pernah dibelikan oleh-oleh berupa kaus Munas saat KH Atabik Ali ke Lampung menghadiri Munas dan Konbes NU pada tahun 1992 silam.

"Hampir setiap acara besar di Krapyak, Abah mesti ngestuake hurmat acara Krapyak. Sebelum gerah, beberapa kali pakde ke Lampung. Ingat saat munas dan konbes NU 1992 di Lampung, pakde rawuh tengah malam di rumah waway karya, aku dibelikan oleh-oleh kaus Munas...(emoticon)," tulisnya.

"kalau ada wali santri atau tamu asal Lampung, biasanya pakde mesti ngendikani tentang ada adiknya di waway karya," sambung Nunik.

Nunik juga bercerita bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pasti memperkenalkan diri kepada almarhum ayahnya, KH Abdul Halim ketika berkunjung ke Lampung.

"Putro mantu pakde, mas Anas Urbaningrum kalau ke Lampung biasanya mesti ngaturi pirso abah...bisa jadi, itu pesan pakde abik. Perhatian dan sayangnya pakde ke Abah, sampe berkali kali rumah kerawuhan tamu "utusan" pakde...hanya untuk kirim salam dan memastikan adiknya sehat (saat itu belum ada hp)," ungkapnya.

"Rasa haru tiada terkira saat akad nikah aku dan mas Erry, pakde kerso rawuh Maringi berkah....ya Allah... Alhamdulillah..itu aku yakin karena sangking sayangnya pakde Abik pada adiknya...Abah," ia menambahkan.

Sebelum pandemi masuk Indonesia, Nunik pun sempat melakukan kunjungan ke kediaman KH Atabik Ali di Jogjakarta.

"Ahir tahun lalu dapat pesan ditimbali pakde, sebelum covid-19 saya sempat dua kali ngepasi ke Jogja sowan krapyak tapi pakde pas istirahat," ujarnya.

"Sejak awal 2020 covid melanda, tak berani pergi pergi.... Sugeng kundur pakde...," tutup Nunik. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Mertua Anas Urbaningrum, KH Atabik Ali Meninggal, Wagub Lampung Ikut Berduka

...
Rilis
Bandarlampung
7 Februari 2021 - 20:06 WIB
Daerah | RILISID
...
KH Atabik Ali foto bersama Nunik dan suami saat pernikahan mereka beberapa waktu lalu. FOTO: Instagram @mbak_nunik

RILISID, Bandarlampung — Kabar meninggalnya mertua Anas Urbaningrum, KH Atabik Ali pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Salah satunya Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik.

Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum itu dikabarkan wafat karena Covid-19. Mertua Anas Urbaningrum itu meninggal pada usia 78 tahun.

Wafatnya KH Atabik Ali menyisakan duka mendalam bagi Nunik. Dia teringat masa kecil sering diajak ayahnya menginap di kediaman almarhum.

"Sejak kecil aku selalu ikut Abah tindak'an..tiga rute yang paling sering yakni ke Lasem, Demak dan Jogja. Di Jogja seringnya pasti nginep di ndalem pakde Abik," tulis Nunik di akun resmi Instagram miliknya @mbak_nunik pada Sabtu.

Nunik menceritakan pernah dibelikan oleh-oleh berupa kaus Munas saat KH Atabik Ali ke Lampung menghadiri Munas dan Konbes NU pada tahun 1992 silam.

"Hampir setiap acara besar di Krapyak, Abah mesti ngestuake hurmat acara Krapyak. Sebelum gerah, beberapa kali pakde ke Lampung. Ingat saat munas dan konbes NU 1992 di Lampung, pakde rawuh tengah malam di rumah waway karya, aku dibelikan oleh-oleh kaus Munas...(emoticon)," tulisnya.

"kalau ada wali santri atau tamu asal Lampung, biasanya pakde mesti ngendikani tentang ada adiknya di waway karya," sambung Nunik.

Nunik juga bercerita bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pasti memperkenalkan diri kepada almarhum ayahnya, KH Abdul Halim ketika berkunjung ke Lampung.

"Putro mantu pakde, mas Anas Urbaningrum kalau ke Lampung biasanya mesti ngaturi pirso abah...bisa jadi, itu pesan pakde abik. Perhatian dan sayangnya pakde ke Abah, sampe berkali kali rumah kerawuhan tamu "utusan" pakde...hanya untuk kirim salam dan memastikan adiknya sehat (saat itu belum ada hp)," ungkapnya.

"Rasa haru tiada terkira saat akad nikah aku dan mas Erry, pakde kerso rawuh Maringi berkah....ya Allah... Alhamdulillah..itu aku yakin karena sangking sayangnya pakde Abik pada adiknya...Abah," ia menambahkan.

Sebelum pandemi masuk Indonesia, Nunik pun sempat melakukan kunjungan ke kediaman KH Atabik Ali di Jogjakarta.

"Ahir tahun lalu dapat pesan ditimbali pakde, sebelum covid-19 saya sempat dua kali ngepasi ke Jogja sowan krapyak tapi pakde pas istirahat," ujarnya.

"Sejak awal 2020 covid melanda, tak berani pergi pergi.... Sugeng kundur pakde...," tutup Nunik. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya