Mengharukan! Kakak Beradik Tewas Berpelukan setelah Ditabrak Truk, Keluarga Ikhlas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mengharukan! Kakak Beradik Tewas Berpelukan setelah Ditabrak Truk, Keluarga Ikhlas

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Agustus 2021 - 16:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Suasana kediaman orangtua Daffa dan Elsya, korban kecelakaan di Bandarlampung. Foto: Dwi Des/Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Pasangan suami istri (pasutri) di Bandarlampung, Sobari Putra dan Nur Aisyah, ikhlas kehilangan kedua anaknya yang tewas setelah ditabrak truk pengangkut tanah di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Beringinraya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, pada Rabu (4/8/2021) lalu.

Diketahui, Daffa Muhammad Putra (15) dan Elsyafina Qurani Putri (3) yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR BE 8030 CC ditabrak truk bernomor polisi BE 8315 CT. Keduanya tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Sobari Putra dan Nur Aisyah pun tak kuasa menahan tangis saat memakamkan kedua buah hatinya di TPU yang tak jauh dari rumah mereka, pada Kamis (5/8/2021).

Suasana berkabung pun masih terlihat jelas di rumah pasutri tersebut. Sanak famili berkumpul di ruang tengah berukuran sekitar 3 x 6 meter tersebut. Termasuk saudara dan jiran terdekat silih berganti berdatangan untuk memberikan rasa empati juga semangat.

Saat wartawan Rilisid Lampung (Grup Rilisid) berkunjung ke kediaman duka, sambutan hangat terasa ketika memasuki ruangan rumahnya. Sobari Putra dan Nur Aisyah tampak tegar menerima kenyataan pahit itu hingga tak mampu berkata-kata.

Beruntung kakak kandung Sobari, Cahyadi bersedia berbagi cerita tentang kronologi kecelakaan yang menewaskan dua keponakannya tersebut.

Cahyadi sendiri mengaku terkejut mendengar peristiwa naas itu. Namun, ia mencoba untuk tegar menghadapi kenyataan bahwa kedua keponakannya telah meninggal dunia.

"Kita sudah ikhlaskan kepergian Daffa dan Elsya yang saya anggap sebagai anak saya juga," ucapnya berkaca-kaca, dikutip pada Jumat (6/8/2021).

Saat kejadian, menurut Cahyadi, Daffa masih sempat mencari dan mencoba melindungi adiknya.

"Sempat sadar dan mencari adiknya, kemudian Daffa ikut menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan memeluk adiknya," ungkapnya.

Semasa hidup, kata Cahyadi, Daffa memang dikenal sebagai anak yang baik. Siswa kelas 3 SMPN 14 Bandarlampung itu selalu menuruti nasihat orangtuanya.

"Daffa ini anak yang baik, selalu momong adiknya di rumah dan terkadang di toko tempat ibunya bekerja," kenang Cahyadi.

"Mereka ingin ke tempat ibunya bekerja, namun Allah SWT menakdirkan lain," ia menambahkan.

Cahyadi pun berusaha tegar dan selalu memberikan dukungan kepada adiknya. Menurutnya, di balik musibah pasti ada hikmahnya.

"Mereka kuat dan tegar menghadapi musibah ini, insyallah Daffa dan Elsya meninggal dalam keadaan husnul khatimah," tutupnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mengharukan! Kakak Beradik Tewas Berpelukan setelah Ditabrak Truk, Keluarga Ikhlas

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Agustus 2021 - 16:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Suasana kediaman orangtua Daffa dan Elsya, korban kecelakaan di Bandarlampung. Foto: Dwi Des/Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Pasangan suami istri (pasutri) di Bandarlampung, Sobari Putra dan Nur Aisyah, ikhlas kehilangan kedua anaknya yang tewas setelah ditabrak truk pengangkut tanah di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Beringinraya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, pada Rabu (4/8/2021) lalu.

Diketahui, Daffa Muhammad Putra (15) dan Elsyafina Qurani Putri (3) yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR BE 8030 CC ditabrak truk bernomor polisi BE 8315 CT. Keduanya tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Sobari Putra dan Nur Aisyah pun tak kuasa menahan tangis saat memakamkan kedua buah hatinya di TPU yang tak jauh dari rumah mereka, pada Kamis (5/8/2021).

Suasana berkabung pun masih terlihat jelas di rumah pasutri tersebut. Sanak famili berkumpul di ruang tengah berukuran sekitar 3 x 6 meter tersebut. Termasuk saudara dan jiran terdekat silih berganti berdatangan untuk memberikan rasa empati juga semangat.

Saat wartawan Rilisid Lampung (Grup Rilisid) berkunjung ke kediaman duka, sambutan hangat terasa ketika memasuki ruangan rumahnya. Sobari Putra dan Nur Aisyah tampak tegar menerima kenyataan pahit itu hingga tak mampu berkata-kata.

Beruntung kakak kandung Sobari, Cahyadi bersedia berbagi cerita tentang kronologi kecelakaan yang menewaskan dua keponakannya tersebut.

Cahyadi sendiri mengaku terkejut mendengar peristiwa naas itu. Namun, ia mencoba untuk tegar menghadapi kenyataan bahwa kedua keponakannya telah meninggal dunia.

"Kita sudah ikhlaskan kepergian Daffa dan Elsya yang saya anggap sebagai anak saya juga," ucapnya berkaca-kaca, dikutip pada Jumat (6/8/2021).

Saat kejadian, menurut Cahyadi, Daffa masih sempat mencari dan mencoba melindungi adiknya.

"Sempat sadar dan mencari adiknya, kemudian Daffa ikut menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan memeluk adiknya," ungkapnya.

Semasa hidup, kata Cahyadi, Daffa memang dikenal sebagai anak yang baik. Siswa kelas 3 SMPN 14 Bandarlampung itu selalu menuruti nasihat orangtuanya.

"Daffa ini anak yang baik, selalu momong adiknya di rumah dan terkadang di toko tempat ibunya bekerja," kenang Cahyadi.

"Mereka ingin ke tempat ibunya bekerja, namun Allah SWT menakdirkan lain," ia menambahkan.

Cahyadi pun berusaha tegar dan selalu memberikan dukungan kepada adiknya. Menurutnya, di balik musibah pasti ada hikmahnya.

"Mereka kuat dan tegar menghadapi musibah ini, insyallah Daffa dan Elsya meninggal dalam keadaan husnul khatimah," tutupnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya