Masuk Zona Oranye, Walkot Tangsel Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Masuk Zona Oranye, Walkot Tangsel Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 Juni 2021 - 17:59 WIB
Daerah | RILISID
...
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. FOTO: Rilis.id/Doni

RILISID, Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) tengah mempertimbangkan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini dilakukan lantaran masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

Wali Kota (Walkot) Tangsel Benyamin Davnie menyebut angka kasus positif Covid-19 hingga Rabu (16/6/2021) mencapai sebesar 5,4 persen.

"Dengan angka covid-19 ini saya agak khawatir. Kita sedang mengevaluasi lagi rencana pembelajaran tatap muka, memang tekanan saya kalau angkanya covid tinggi maka tatap muka saya evaluasi lagi," katanya.

Benyamin menegaskan, pihaknya tak ingin mengambil resiko dalam mengambil keputusan penyelenggaraan PTM. Kendati demikian, Benyamin lebih memilih mengutamakan keselamatan siswa.

Pemkot Tangsel, menurut dia, terus melakukan pemantauan kenaikan angka penyebaran covid-19 hingga awal Juli mendatang.

"Kita lagi cermati terus angka-angkanya, kalau sampai awal Juli angka ini terus seperti begini saya tidak akan melaksanakan PTM, saya tidak mau ambil risiko. Angka penularannya sekarang 5,4 persen, PTM kita tunda lagi saja, tentunya sambil saya minta arahan dari Pak Menteri (Nadiem) dan Pak Gubernur Banten," jelas Benyamin Davnie.

Sebagai informasi, Tangsel dan semua daerah di Banten masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penularan kasus corona.

Pemkot Tangsel berharap bagi semua pihak yang sudah menerima vaksin lengkap Covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Masuk Zona Oranye, Walkot Tangsel Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 Juni 2021 - 17:59 WIB
Daerah | RILISID
...
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. FOTO: Rilis.id/Doni

RILISID, Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) tengah mempertimbangkan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini dilakukan lantaran masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

Wali Kota (Walkot) Tangsel Benyamin Davnie menyebut angka kasus positif Covid-19 hingga Rabu (16/6/2021) mencapai sebesar 5,4 persen.

"Dengan angka covid-19 ini saya agak khawatir. Kita sedang mengevaluasi lagi rencana pembelajaran tatap muka, memang tekanan saya kalau angkanya covid tinggi maka tatap muka saya evaluasi lagi," katanya.

Benyamin menegaskan, pihaknya tak ingin mengambil resiko dalam mengambil keputusan penyelenggaraan PTM. Kendati demikian, Benyamin lebih memilih mengutamakan keselamatan siswa.

Pemkot Tangsel, menurut dia, terus melakukan pemantauan kenaikan angka penyebaran covid-19 hingga awal Juli mendatang.

"Kita lagi cermati terus angka-angkanya, kalau sampai awal Juli angka ini terus seperti begini saya tidak akan melaksanakan PTM, saya tidak mau ambil risiko. Angka penularannya sekarang 5,4 persen, PTM kita tunda lagi saja, tentunya sambil saya minta arahan dari Pak Menteri (Nadiem) dan Pak Gubernur Banten," jelas Benyamin Davnie.

Sebagai informasi, Tangsel dan semua daerah di Banten masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penularan kasus corona.

Pemkot Tangsel berharap bagi semua pihak yang sudah menerima vaksin lengkap Covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya