Malang Raya Zona Merah, RS Rujukan Covid-19 Penuh
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Malang Raya Zona Merah, RS Rujukan Covid-19 Penuh

...
RILIS.ID
Malang
9 Juli 2021 - 12:08 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Malang — Kasus positif virus corona (Covid-19) di Malang Raya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan 22 rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 sudah penuh.

Meski sudah menambah tempat tidur, beberapa RS rujukan langsung penuh. Hal ini terjadi sejak Malang Raya ditetapkan sebagai zona merah per 6 Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif mengakui bila sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayahnya mengalami kelebihan kapasitas.

"Masing masing RS sudah berusaha menambah bed agar BOR bisa turun, tapi begitu ditambah tempat tidur, penuh lagi. Untuk ICU sudah 100 persen, IGD Covid-19 sudah terisi 125 persen, itu sudah stagnan, ruang isolasi sudah 97 persen," kata Husnul belum lama ini.

Husnul menyebut pasien Covid-19 yang dirujuk ke RS saat ini hanyalah pasien dengan gejala sedang dan berat. Ini mengingat terbatasnya kapasitas rumah sakit rujukan.

Sementara pasien dengan gejala ringan akan dirawat di safe house Pemkot Malang atau RS Lapangan Idjen Boulevard.

"Yang (gejala) ringan, biasanya kita geser ke safe house atau RS lapangan, penting diharap bisa solasi mandiri yang aman, dengan memberi informasi pada wilayah, dalam hal ini adalah puskesmas. Sehingga tahu di puskesmas ada yang bisa mantau," terangnya.\

Terpisah, Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf. Yusub Dody Sandra menyampaikan hal senada.

"Rumah sakit rujukan rata semuanya juga penuh. Hampir mencapai 102 persen. Namun ada beberapa di antaranya pasien rujukan yang sudah pulang," ujarnya.

Menurut Yusub, penyebab naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Malang dan Kota Batu ini akibat ada beberapa masyarakat yang masih bandel melanggar ketentuan PPKM Darurat.

"Salah satunya, beberapa warung dan toko yang aturannya harus take away masih banyak pembelinya yang makan di tempat," katanya.

Atas dasar itu, Yusub mengatakan saat ini pihaknya melakukan pengetatan operasi dan penebalan personel dengan bantuan BKO dari pasukan TNI dan Polri non teritori, seperti Brimob Polda Jawa Timur, Yonkav 3/Tank, dan Rindam V/Brawijaya.

"Operasi kita ketatkan di wilayah perbatasan atau tempat-tempat keramaian," ujarnya.

Terakhir, pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0818/Malang-Batu mewanti-wanti masyarakat agar tetap stay at home. Sebab Covid-19 varian delta saat ini benar-benar bahaya.

"Patuhilah aturan PPKM Darurat ini sampai 20 Juli 2021, agar kasus Covid-19 Malang Raya dapat terkendali," pungkasnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Malang Raya Zona Merah, RS Rujukan Covid-19 Penuh

...
RILIS.ID
Malang
9 Juli 2021 - 12:08 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Malang — Kasus positif virus corona (Covid-19) di Malang Raya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan 22 rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 sudah penuh.

Meski sudah menambah tempat tidur, beberapa RS rujukan langsung penuh. Hal ini terjadi sejak Malang Raya ditetapkan sebagai zona merah per 6 Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif mengakui bila sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayahnya mengalami kelebihan kapasitas.

"Masing masing RS sudah berusaha menambah bed agar BOR bisa turun, tapi begitu ditambah tempat tidur, penuh lagi. Untuk ICU sudah 100 persen, IGD Covid-19 sudah terisi 125 persen, itu sudah stagnan, ruang isolasi sudah 97 persen," kata Husnul belum lama ini.

Husnul menyebut pasien Covid-19 yang dirujuk ke RS saat ini hanyalah pasien dengan gejala sedang dan berat. Ini mengingat terbatasnya kapasitas rumah sakit rujukan.

Sementara pasien dengan gejala ringan akan dirawat di safe house Pemkot Malang atau RS Lapangan Idjen Boulevard.

"Yang (gejala) ringan, biasanya kita geser ke safe house atau RS lapangan, penting diharap bisa solasi mandiri yang aman, dengan memberi informasi pada wilayah, dalam hal ini adalah puskesmas. Sehingga tahu di puskesmas ada yang bisa mantau," terangnya.\

Terpisah, Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf. Yusub Dody Sandra menyampaikan hal senada.

"Rumah sakit rujukan rata semuanya juga penuh. Hampir mencapai 102 persen. Namun ada beberapa di antaranya pasien rujukan yang sudah pulang," ujarnya.

Menurut Yusub, penyebab naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Malang dan Kota Batu ini akibat ada beberapa masyarakat yang masih bandel melanggar ketentuan PPKM Darurat.

"Salah satunya, beberapa warung dan toko yang aturannya harus take away masih banyak pembelinya yang makan di tempat," katanya.

Atas dasar itu, Yusub mengatakan saat ini pihaknya melakukan pengetatan operasi dan penebalan personel dengan bantuan BKO dari pasukan TNI dan Polri non teritori, seperti Brimob Polda Jawa Timur, Yonkav 3/Tank, dan Rindam V/Brawijaya.

"Operasi kita ketatkan di wilayah perbatasan atau tempat-tempat keramaian," ujarnya.

Terakhir, pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0818/Malang-Batu mewanti-wanti masyarakat agar tetap stay at home. Sebab Covid-19 varian delta saat ini benar-benar bahaya.

"Patuhilah aturan PPKM Darurat ini sampai 20 Juli 2021, agar kasus Covid-19 Malang Raya dapat terkendali," pungkasnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya