Mahyudin Berharap Ibu-ibu Pengajian Edukasi Nilai Dasar Pancasila dan UUD 1945
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mahyudin Berharap Ibu-ibu Pengajian Edukasi Nilai Dasar Pancasila dan UUD 1945

...
RILIS.ID
Balikpapan
27 November 2021 - 8:25 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Balikpapan — Wakil Ketua DPD Mahyudin mengharapkan pengajian bisa mengedukasi masyarakat dengan nilai dasar Pancasila dan UUD 1945.

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPR bersama DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Al-Hidayah Kota Balikpapan, pada Rabu (24/11/2021).

Peserta yang hadir sekitar 160 peserta yang terdiri dari ibu-ibu pengajian Al-Hidayah se-Kota Balikpapan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Acara ini dilangsungkan sore hari setelah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian rutin bulanan yang dilakukan oleh DPD Pengajian Al-Hidayah Kota Balikpapan.

Dalam materi tayang yang disampaikan Mahyudin menekankan pada efek perkembangan globalisasi yang harus diwaspadai.

Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini banyak memberikan efek kebaikan selama dapat dikelola dengan baik. Namun tak jarang juga menimbulkan berbagai gejolak baik internal keluarga maupun sesama anak bangsa.

"Saat ini di tangan ibu-ibu lah pembentukan karakter bangsa dan negara ditentukan. Kalangan perempuan adalah sosok penyangga tiang negara maka peran ibu dalam membimbing anak anak sangat menentukan," ujar Mahyudin.

"Saya sangat senang dapat bertemu dengan ibu-ibu pengajian Al-Hidayah. Selain melepaskan kerinduan jumpa konstituen, saya juga dapat memberikan beberapa hal penting dalam hal penerapan 4 Pilar MPR,” lanjutnya.

Penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dirasakan sudah mulai pudar khususnya pada generasi muda penerus bangsa saat ini.

Diungkapkan Mahyudin, banyak putra-putri bangsa yang tidak memahami bahkan tidak hafal teks pancasila yang sejatinya merupakan landasan dasar negara Republik Indonesia.

"Untuk itulah, saya sangat berharap ibu-ibu pengajian Al-Hidayah dapat berperan baik internal keluarga maupun eksternal sesama anak bangsa dalam kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.

Karena menurutnya, revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam rangka pembangunan karakter bangsa sangat penting diterapkan.

“Kita sadari bahwa negara kita memiliki keragaman budaya, bahasa juga agama. Namun dengan adanya pancasila itulah perbedaan-perbedaan kultur ini harus kita sadari dan menjadi sebagai perekat persatuan dan kesatuaan kita," ujarnya.

Ia juga percaya bahwa komunitas pengajian Al-Hidayah sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam UUD 1945 dan Pancasila.

“Meski komunitas ini berbentuk pengajian namun aktifitas yang dilakukan tidak hanya sebatas melakukan pengajian tapi turut dalam berbagai kegiatan sosial dan memberikan edukasi serta pemahaman kepada kaum ibu yang kerap dianggap sebelah mata. Golkar memiliki organisasi kewanitaan dan saya percaya Al-Hidayah Kaltim-Kota Balikpapan dapat memberikan sumbangsi bagi pembentukan karakter bangsa yang cerdas juga memiliki iman dan taqwa yang saat ini dibutuhkan bansa dan negara," tutup Mahyudin. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mahyudin Berharap Ibu-ibu Pengajian Edukasi Nilai Dasar Pancasila dan UUD 1945

...
RILIS.ID
Balikpapan
27 November 2021 - 8:25 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Balikpapan — Wakil Ketua DPD Mahyudin mengharapkan pengajian bisa mengedukasi masyarakat dengan nilai dasar Pancasila dan UUD 1945.

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPR bersama DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Al-Hidayah Kota Balikpapan, pada Rabu (24/11/2021).

Peserta yang hadir sekitar 160 peserta yang terdiri dari ibu-ibu pengajian Al-Hidayah se-Kota Balikpapan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Acara ini dilangsungkan sore hari setelah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian rutin bulanan yang dilakukan oleh DPD Pengajian Al-Hidayah Kota Balikpapan.

Dalam materi tayang yang disampaikan Mahyudin menekankan pada efek perkembangan globalisasi yang harus diwaspadai.

Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini banyak memberikan efek kebaikan selama dapat dikelola dengan baik. Namun tak jarang juga menimbulkan berbagai gejolak baik internal keluarga maupun sesama anak bangsa.

"Saat ini di tangan ibu-ibu lah pembentukan karakter bangsa dan negara ditentukan. Kalangan perempuan adalah sosok penyangga tiang negara maka peran ibu dalam membimbing anak anak sangat menentukan," ujar Mahyudin.

"Saya sangat senang dapat bertemu dengan ibu-ibu pengajian Al-Hidayah. Selain melepaskan kerinduan jumpa konstituen, saya juga dapat memberikan beberapa hal penting dalam hal penerapan 4 Pilar MPR,” lanjutnya.

Penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dirasakan sudah mulai pudar khususnya pada generasi muda penerus bangsa saat ini.

Diungkapkan Mahyudin, banyak putra-putri bangsa yang tidak memahami bahkan tidak hafal teks pancasila yang sejatinya merupakan landasan dasar negara Republik Indonesia.

"Untuk itulah, saya sangat berharap ibu-ibu pengajian Al-Hidayah dapat berperan baik internal keluarga maupun eksternal sesama anak bangsa dalam kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.

Karena menurutnya, revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam rangka pembangunan karakter bangsa sangat penting diterapkan.

“Kita sadari bahwa negara kita memiliki keragaman budaya, bahasa juga agama. Namun dengan adanya pancasila itulah perbedaan-perbedaan kultur ini harus kita sadari dan menjadi sebagai perekat persatuan dan kesatuaan kita," ujarnya.

Ia juga percaya bahwa komunitas pengajian Al-Hidayah sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam UUD 1945 dan Pancasila.

“Meski komunitas ini berbentuk pengajian namun aktifitas yang dilakukan tidak hanya sebatas melakukan pengajian tapi turut dalam berbagai kegiatan sosial dan memberikan edukasi serta pemahaman kepada kaum ibu yang kerap dianggap sebelah mata. Golkar memiliki organisasi kewanitaan dan saya percaya Al-Hidayah Kaltim-Kota Balikpapan dapat memberikan sumbangsi bagi pembentukan karakter bangsa yang cerdas juga memiliki iman dan taqwa yang saat ini dibutuhkan bansa dan negara," tutup Mahyudin. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya