Legislator PKB Gebrak Meja hingga Menangis saat Bongkar Stok Obat Kosong dan Kebohongan Data Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Legislator PKB Gebrak Meja hingga Menangis saat Bongkar Stok Obat Kosong dan Kebohongan Data Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
19 Agustus 2021 - 8:55 WIB
Daerah | RILISID
...
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB Maulidah Zauroh. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Penanganan Covid-19 yang tidak maksimal dilakukan oleh pemerintah di Lampung menjadi sorotan berbagai pihak.

Bahkan hal itu diungkapkan langsung oleh anggota DPRD Lampung Maulidah Zauroh saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Lampung, pada Senin (16/8/2021).

Kekecewaan legislator PKB itu membuat suasana RDP berujung ketegangan di dalam ruang rapat Komisi V DPRD Lampung.

Hingga akhirnya, Maulidah Zauroh meluapkan emosi hingga menangis di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana dan koleganya sesama Komisi V. 

Awalnya, dia mengungkapkan kekecewaan mulai ketersediaan obat-obatan di apotek di Lampung, mahalnya PCR dan rapid test, hingga dugaan kebohongan data Covid-19.

Hal ini ia rasakan sendiri saat dirinya terpapar Covid-19 dan ingin mencari obat di apotek. 

“Saya bersyukur bisa mengakses DPRD untuk mendapatkan obat, tetapi tidak dengan masyarakat,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Kamis (19/8/2021).

Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menit tersebut, Maulidah sempat menggebrak meja karena kesal.

Dia merasa pembahasan dan jawaban yang diberikan Diskes tidak konkret dan tak sesuai dengan kondisi di lapangan. Terutama soal data dan penanganan Covid-19 di Lampung.

Menurutnya, ada dugaan data palsu soal korban Covid-19 di daerah. Kemudian ia menyebut dugaan kebohongan ini sebagai bentuk perbuatan dosa yang tidak bisa ditolerir.

 “Datanya ada tiga yang meninggal tetapi ketika saya telepon RSUD ternyata full semua, saya sebut fenomena ini buah semangka, ‘Hijau di luar merah di dalam',” pungkasnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Legislator PKB Gebrak Meja hingga Menangis saat Bongkar Stok Obat Kosong dan Kebohongan Data Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
19 Agustus 2021 - 8:55 WIB
Daerah | RILISID
...
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB Maulidah Zauroh. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Penanganan Covid-19 yang tidak maksimal dilakukan oleh pemerintah di Lampung menjadi sorotan berbagai pihak.

Bahkan hal itu diungkapkan langsung oleh anggota DPRD Lampung Maulidah Zauroh saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Lampung, pada Senin (16/8/2021).

Kekecewaan legislator PKB itu membuat suasana RDP berujung ketegangan di dalam ruang rapat Komisi V DPRD Lampung.

Hingga akhirnya, Maulidah Zauroh meluapkan emosi hingga menangis di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana dan koleganya sesama Komisi V. 

Awalnya, dia mengungkapkan kekecewaan mulai ketersediaan obat-obatan di apotek di Lampung, mahalnya PCR dan rapid test, hingga dugaan kebohongan data Covid-19.

Hal ini ia rasakan sendiri saat dirinya terpapar Covid-19 dan ingin mencari obat di apotek. 

“Saya bersyukur bisa mengakses DPRD untuk mendapatkan obat, tetapi tidak dengan masyarakat,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Kamis (19/8/2021).

Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menit tersebut, Maulidah sempat menggebrak meja karena kesal.

Dia merasa pembahasan dan jawaban yang diberikan Diskes tidak konkret dan tak sesuai dengan kondisi di lapangan. Terutama soal data dan penanganan Covid-19 di Lampung.

Menurutnya, ada dugaan data palsu soal korban Covid-19 di daerah. Kemudian ia menyebut dugaan kebohongan ini sebagai bentuk perbuatan dosa yang tidak bisa ditolerir.

 “Datanya ada tiga yang meninggal tetapi ketika saya telepon RSUD ternyata full semua, saya sebut fenomena ini buah semangka, ‘Hijau di luar merah di dalam',” pungkasnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya