Layangkan SP 3, Pemkot Masih Tunggu Itikad Baik Bakso Sony untuk Bayar Tunggakan Pajak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Layangkan SP 3, Pemkot Masih Tunggu Itikad Baik Bakso Sony untuk Bayar Tunggakan Pajak

...
RILIS.ID
Bandarlampung
19 Juli 2021 - 9:18 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah melayangkan surat peringatan ketiga (SP 3) kepada manajemen Bakso Son Haji Sony atau Bakso Sony.

Surat peringatan ketiga itu dilayangkan lantaran manajemen Bakso Sony tak kunjung membayar tunggakan pajak kepada Pemkot Bandarlampung.

Dalam SP 3 tersebut, Pemkot Bandarlampung sengaja tidak mencantumkan batas waktu (deadline) pembayaran tunggakan pajak.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan bahwa pihaknya ingin melihat itikad baik dari manajemen Bakso Sony.

Langkah persuasif ini, lanjut Yanwardi, dilakukan agar manajemen Bakso Sony menandatangani pakta integritas penggunaan tapping box sebagai alat perekam transaksi utama.

"Selama ini kan (tapping box) tidak digunakan dalam proses transaksi sehingga pajaknya tidak optimal," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Senin (19/7/2021).

Yanwardi juga mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung belum dapat turun langsung ke lapangan lantaran PPKM Darurat.

Sementara itu, pihak Bakso Sony hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan. Rilisid Lampung sudah berusaha beberapa kali mendatangi gerai Bakso Son Haji Sony di jalan Wolter Monginsidi (Bakso Sony Bumi Waras) yang merupakan pusat operasionalnya.

Namun, wartawan media ini tidak dapat menemui pihak manajemen atau pemilik bakso tersebut.

Salah satu pegawai dapur Bakso Sony Bumi Waras, Ayu, menyebut pihak manajemen jarang hadir ke kantor. 

Ditanya perihal rencana hengkang dari Bandarlampung dan naiknya harga bakso pasca-penyegelan, dirinya juga enggan menjawab.

"Tanyakan saja ke manajemen," ujar wanita berhijab tersebut.

Harga semangkuk bakso memang naik pasca-pengumuman hengkang. Dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu. 

Selain itu, Rilisid Lampung juga telah berusaha untuk menghubungi langsung pemilik bakso tersebut, Hi Sony.

Namun pesan WhatsApp dan telepon ke nomor 0821-8504****, juga tak kunjung ada jawaban meski telah dibaca oleh yang bersangkutan. 

Diketahui, Bakso Sony memiliki sedikitnya 18 gerai di Bandarlampung. Manajemen diduga tidak menggunakan tapping box sejak Agustus 2018.

Kebocoran pajak diperkirakan Rp400-500 juta per bulan yang apabila diasumsikan hingga Juni 2021 kurang lebih Rp14 miliar. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Populer

Tag Populer

  • #LampungJaya
  • #Covid19
  • #SertifikatTanah
  • #AbjadAkhir
  • #Aplikasi

Pilihan

Baca Juga

Layangkan SP 3, Pemkot Masih Tunggu Itikad Baik Bakso Sony untuk Bayar Tunggakan Pajak

...
RILIS.ID
Bandarlampung
19 Juli 2021 - 9:18 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah melayangkan surat peringatan ketiga (SP 3) kepada manajemen Bakso Son Haji Sony atau Bakso Sony.

Surat peringatan ketiga itu dilayangkan lantaran manajemen Bakso Sony tak kunjung membayar tunggakan pajak kepada Pemkot Bandarlampung.

Dalam SP 3 tersebut, Pemkot Bandarlampung sengaja tidak mencantumkan batas waktu (deadline) pembayaran tunggakan pajak.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan bahwa pihaknya ingin melihat itikad baik dari manajemen Bakso Sony.

Langkah persuasif ini, lanjut Yanwardi, dilakukan agar manajemen Bakso Sony menandatangani pakta integritas penggunaan tapping box sebagai alat perekam transaksi utama.

"Selama ini kan (tapping box) tidak digunakan dalam proses transaksi sehingga pajaknya tidak optimal," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Senin (19/7/2021).

Yanwardi juga mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung belum dapat turun langsung ke lapangan lantaran PPKM Darurat.

Sementara itu, pihak Bakso Sony hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan. Rilisid Lampung sudah berusaha beberapa kali mendatangi gerai Bakso Son Haji Sony di jalan Wolter Monginsidi (Bakso Sony Bumi Waras) yang merupakan pusat operasionalnya.

Namun, wartawan media ini tidak dapat menemui pihak manajemen atau pemilik bakso tersebut.

Salah satu pegawai dapur Bakso Sony Bumi Waras, Ayu, menyebut pihak manajemen jarang hadir ke kantor. 

Ditanya perihal rencana hengkang dari Bandarlampung dan naiknya harga bakso pasca-penyegelan, dirinya juga enggan menjawab.

"Tanyakan saja ke manajemen," ujar wanita berhijab tersebut.

Harga semangkuk bakso memang naik pasca-pengumuman hengkang. Dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu. 

Selain itu, Rilisid Lampung juga telah berusaha untuk menghubungi langsung pemilik bakso tersebut, Hi Sony.

Namun pesan WhatsApp dan telepon ke nomor 0821-8504****, juga tak kunjung ada jawaban meski telah dibaca oleh yang bersangkutan. 

Diketahui, Bakso Sony memiliki sedikitnya 18 gerai di Bandarlampung. Manajemen diduga tidak menggunakan tapping box sejak Agustus 2018.

Kebocoran pajak diperkirakan Rp400-500 juta per bulan yang apabila diasumsikan hingga Juni 2021 kurang lebih Rp14 miliar. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya