Lapor Bu Risma, Ada 400 Anak di Lampung Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19 Tapi Belum Dapat Bantuan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lapor Bu Risma, Ada 400 Anak di Lampung Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19 Tapi Belum Dapat Bantuan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 September 2021 - 22:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Pandemi memberikan duka bagi semua orang yang kehilangan keluarga tercinta. Terutama bagi anak-anak yang terpaksa hidup sebatang kara setelah orang tua mereka meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19).

Seperti terjadi di Lampung, di mana ada sekitar 400 anak kehilangan orang tua yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Dinas Sosial Provinsi Lampung merilis jumlah tersebut berdasarkan hasil input data yang dilakukan per 2 September 2021.

Namun sayangnya, ratusan anak yatim piatu tersebut belum juga mendapatkan bantuan sosial hingga hari ini, Jumat (3/9/2021).

Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi mengaku telah mengirimkan data 400 anak yang menjadi yatim dan piatu kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Ia mengungkapkan jumlah anak yang kehilangan orang tua kemungkinan besar masih terus bertambah meski kasus Covid-19 telah menunjukkan tren penurunan.

“Sifatnya dinamis, Kemensos juga membuka diri apabila ada penambahan,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung ini ketika dihubungi, Jumat (3/9/2021).

Sayangnya, Aswarodi belum bisa memastikan kapan bantuan sosial untuk ratusan anak tersebut disalurkan. Ia menyatakan hal itu merupakan wewenang Kemensos.

"Karena data yang dikirimkan ke Kemensos akan diverifikasi lebih dulu, untuk memastikan kebutuhan anggaran pemberian bantuan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19," terangnya.

Ketika disinggung bantuan sosial dari Pemprov Lampung, Aswarodi berkilah bahwa pihaknya hanya fokus mengurusi anak yatim yang berada di panti asuhan binaan satuan kerjanya. Yakni Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), Panti Asuhan Budi Asih, dan Panti Asuhan Raden Intan di Kalianda.

Selain itu juga terdapat berbagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), di mana Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan terhadap panti dan LKS tersebut.

“Semua sudah sesuai arahan Pak Gubernur, namun untuk bupati dan wali kota ditekankan untuk memberikan bantuan kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” ujarnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Lapor Bu Risma, Ada 400 Anak di Lampung Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19 Tapi Belum Dapat Bantuan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 September 2021 - 22:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Pandemi memberikan duka bagi semua orang yang kehilangan keluarga tercinta. Terutama bagi anak-anak yang terpaksa hidup sebatang kara setelah orang tua mereka meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19).

Seperti terjadi di Lampung, di mana ada sekitar 400 anak kehilangan orang tua yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Dinas Sosial Provinsi Lampung merilis jumlah tersebut berdasarkan hasil input data yang dilakukan per 2 September 2021.

Namun sayangnya, ratusan anak yatim piatu tersebut belum juga mendapatkan bantuan sosial hingga hari ini, Jumat (3/9/2021).

Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi mengaku telah mengirimkan data 400 anak yang menjadi yatim dan piatu kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Ia mengungkapkan jumlah anak yang kehilangan orang tua kemungkinan besar masih terus bertambah meski kasus Covid-19 telah menunjukkan tren penurunan.

“Sifatnya dinamis, Kemensos juga membuka diri apabila ada penambahan,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung ini ketika dihubungi, Jumat (3/9/2021).

Sayangnya, Aswarodi belum bisa memastikan kapan bantuan sosial untuk ratusan anak tersebut disalurkan. Ia menyatakan hal itu merupakan wewenang Kemensos.

"Karena data yang dikirimkan ke Kemensos akan diverifikasi lebih dulu, untuk memastikan kebutuhan anggaran pemberian bantuan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19," terangnya.

Ketika disinggung bantuan sosial dari Pemprov Lampung, Aswarodi berkilah bahwa pihaknya hanya fokus mengurusi anak yatim yang berada di panti asuhan binaan satuan kerjanya. Yakni Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), Panti Asuhan Budi Asih, dan Panti Asuhan Raden Intan di Kalianda.

Selain itu juga terdapat berbagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), di mana Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan terhadap panti dan LKS tersebut.

“Semua sudah sesuai arahan Pak Gubernur, namun untuk bupati dan wali kota ditekankan untuk memberikan bantuan kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” ujarnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya