LaNyalla Tegaskan Kunjungan ke Kerajaan Nusantara Bukan Cari Gelar, Tapi Semata-mata hanya Serap Aspirasi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

LaNyalla Tegaskan Kunjungan ke Kerajaan Nusantara Bukan Cari Gelar, Tapi Semata-mata hanya Serap Aspirasi

...
RILIS.ID
Berau
15 Januari 2022 - 16:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Berau — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti membantah kunjungannya ke Kerajaan atau Kesultanan Nusantara di Indonesia untuk mencari gelar.

Menurutnya, hal itu dilakukan semata-mata bagian dari tugas DPD RI untuk menjalankan konstitusi.

"Saya dan anggota-anggota DPD RI turun ke kerajaan bukan untuk cari gelar. Saya tegaskan hal itu. Ini adalah tugas konstitusi, sebagai wakil daerah," tegas LaNyalla saat kunjungan di Kesultanan Sambaliung, Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (15/1/2022).

"Kalau cari gelar di kampus atau universitas saja," sambung senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla memastikan bahwa seluruh anggota DPD RI melakukan kunjungan ke Kerajaan/Kesultanan Nusantara hanya ingin melihat dan menyerap aspirasi masyarakat.

"Kami berkeliling karena ingin melihat, mendengar dan menyerap aspirasi dari kerajaan. Sekaligus memperjuangkan keberadaan Kerajaan Nusantara sebagai stakeholder di daerah-daerah,” ucapnya.

Ia juga mengaku sengaja berkeliling untuk menggugah kesadaran seluruh masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

"Karena bangsa ini dilahirkan oleh sebuah peradaban yang unggul dan tercatat dalam sejarah dunia, yaitu peradaban kerajaan dan kesultanan Nusantara," ujarnya.

Menurut LaNyalla, sumbangsih kerajaan dan kesultanan Nusantara terhadap lahirnya Indonesia tidak bisa dihapus dalam sejarah.

Sebab, tambahnya, keberadaan kerajaan Nusantara inilah yang melahirkan berbagai macam tradisi yang ada di negeri ini.

Ia karenanya mengajak para raja dan sultan se-Nusantara untuk ikut aktif terlibat mengoreksi arah perjalanan bangsa.

"Kita harus berani bangkit, harus berani melakukan koreksi atas arah dan perjalanan bangsa ini demi Indonesia yang lebih berdaulat, berdikari dan mandiri," imbuh LaNyalla.

Sultan Kesultanan Sambaliung Sultan Raja Muda Perkasa Datu' Amir bin Sultan Muhammad Aminuddin menyatakan rasa syukur telah dikunjungi Ketua DPD dan rombongan.

Ia pun menyampaikan beberapa aspirasi. Di antaranya pembuatan 10 unit rumah kerabat Kesultanan Sambaliung, pembuatan satu unit rumah Sultan Sambaliung, pembangunan garasi perahu panjang, pembangunan gapura ucapan selamat datang.

"Juga pengadaan 1 unit kapal layar yang menandakan bahwa Sultan Raja Alam (Sultan Sambaliung pertama) yang hijrah ke Makassar memakai kapal layar," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau akan berupaya memberikan perhatian besar kepada warisan kekayaan budaya di wilayah tersebut.

"Harapannya warisan tersebut tidak lekang oleh waktu dan tetap terus lestari. Kemudian terpenting lagi bisa mendukung pariwisata yang akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Terkait pelestarian budaya, kata Gamalis, Pemkab Berau sudah mempunyai beberapa program unggulan. Antara lain membangun kawasan terpadu, pusat seni budaya, UMKM, balai budaya, juga revitalisasi makam, keraton dan warisan budaya lainnya.

Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Yani WS Koeswodidjojo menambahkan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya.

Menurut dia, semuanya dilakukan dalam kerangka memajukan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

"Karena itu MAKN sangat bersyukur dan berterima kasih Ketua DPD RI yang juga menjadi Dewan Pembina MAKN yang terus berkeliling ke kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah di Nusantara. Kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap keberadaan kerajaan Nusantara yang turut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Populer

Tag Populer

Pilihan

Baca Juga

LaNyalla Tegaskan Kunjungan ke Kerajaan Nusantara Bukan Cari Gelar, Tapi Semata-mata hanya Serap Aspirasi

...
RILIS.ID
Berau
15 Januari 2022 - 16:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Berau — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti membantah kunjungannya ke Kerajaan atau Kesultanan Nusantara di Indonesia untuk mencari gelar.

Menurutnya, hal itu dilakukan semata-mata bagian dari tugas DPD RI untuk menjalankan konstitusi.

"Saya dan anggota-anggota DPD RI turun ke kerajaan bukan untuk cari gelar. Saya tegaskan hal itu. Ini adalah tugas konstitusi, sebagai wakil daerah," tegas LaNyalla saat kunjungan di Kesultanan Sambaliung, Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (15/1/2022).

"Kalau cari gelar di kampus atau universitas saja," sambung senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla memastikan bahwa seluruh anggota DPD RI melakukan kunjungan ke Kerajaan/Kesultanan Nusantara hanya ingin melihat dan menyerap aspirasi masyarakat.

"Kami berkeliling karena ingin melihat, mendengar dan menyerap aspirasi dari kerajaan. Sekaligus memperjuangkan keberadaan Kerajaan Nusantara sebagai stakeholder di daerah-daerah,” ucapnya.

Ia juga mengaku sengaja berkeliling untuk menggugah kesadaran seluruh masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

"Karena bangsa ini dilahirkan oleh sebuah peradaban yang unggul dan tercatat dalam sejarah dunia, yaitu peradaban kerajaan dan kesultanan Nusantara," ujarnya.

Menurut LaNyalla, sumbangsih kerajaan dan kesultanan Nusantara terhadap lahirnya Indonesia tidak bisa dihapus dalam sejarah.

Sebab, tambahnya, keberadaan kerajaan Nusantara inilah yang melahirkan berbagai macam tradisi yang ada di negeri ini.

Ia karenanya mengajak para raja dan sultan se-Nusantara untuk ikut aktif terlibat mengoreksi arah perjalanan bangsa.

"Kita harus berani bangkit, harus berani melakukan koreksi atas arah dan perjalanan bangsa ini demi Indonesia yang lebih berdaulat, berdikari dan mandiri," imbuh LaNyalla.

Sultan Kesultanan Sambaliung Sultan Raja Muda Perkasa Datu' Amir bin Sultan Muhammad Aminuddin menyatakan rasa syukur telah dikunjungi Ketua DPD dan rombongan.

Ia pun menyampaikan beberapa aspirasi. Di antaranya pembuatan 10 unit rumah kerabat Kesultanan Sambaliung, pembuatan satu unit rumah Sultan Sambaliung, pembangunan garasi perahu panjang, pembangunan gapura ucapan selamat datang.

"Juga pengadaan 1 unit kapal layar yang menandakan bahwa Sultan Raja Alam (Sultan Sambaliung pertama) yang hijrah ke Makassar memakai kapal layar," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau akan berupaya memberikan perhatian besar kepada warisan kekayaan budaya di wilayah tersebut.

"Harapannya warisan tersebut tidak lekang oleh waktu dan tetap terus lestari. Kemudian terpenting lagi bisa mendukung pariwisata yang akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Terkait pelestarian budaya, kata Gamalis, Pemkab Berau sudah mempunyai beberapa program unggulan. Antara lain membangun kawasan terpadu, pusat seni budaya, UMKM, balai budaya, juga revitalisasi makam, keraton dan warisan budaya lainnya.

Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Yani WS Koeswodidjojo menambahkan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya.

Menurut dia, semuanya dilakukan dalam kerangka memajukan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

"Karena itu MAKN sangat bersyukur dan berterima kasih Ketua DPD RI yang juga menjadi Dewan Pembina MAKN yang terus berkeliling ke kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah di Nusantara. Kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap keberadaan kerajaan Nusantara yang turut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya