LaNyalla Serahkan Dana Task Force DPD untuk Korban Banjir Sergai
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

LaNyalla Serahkan Dana Task Force DPD untuk Korban Banjir Sergai

...
RILIS.ID
Serdang Bedagai
25 November 2021 - 21:35 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua DPD saat memberikan dana task force kepada korban banjir, Kamis (25/11/2021). Foto: Ist

RILISID, Serdang Bedagai — Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyerahkan dana task force kepada korban terdampak banjir di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Kamis (25/11/2021).

Menurut LaNyalla, penyerahan dana task force ini merupakan bentuk kepedulian para anggota DPD terhadap korban bencana.

"Kami dari pusat pun memperhatikan kepedulian terhadap sesama. Kebetulan kami ada anggota DPD RI perwakilan dari Sumatera Utara. Jadi yang tiga orang ini mewakili kami-kami yang ada dalam Jakarta," ujarnya.

LaNyalla pun berjanji akan memperjuangkan penanganan banjir ke pemerintah pusat melalui tiga senator asal Sumatera Utara.

"Tiga orang ini juga akan bekerja dengan ibu-ibu, jadi kami harapkan ibu-ibu bersabar ya. Harus kuat menghadapi ujian dari Allah ini," katanya kepada para korban.

Masyarakat setempat antusias menyambut kehadiran Ketua DPD bersama rombongannya. Termasuk Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya.

Darma mengatakan musibah banjir di wilayahnya sudah terjadi dalam kurun satu bulan ini.

"Mereka mengungsi sudah hampir satu bulan. Hari ini air naik, hujan tidak pernah berhenti dari gunung, laut mengakibatkan banjir rob, dan gunung pun terus hujan. Musibah ini juga terjadi tahun 2001, dan terulang kembali tahun 2021," katanya.

"Hari ini kita kedatangan bapak-bapak dari pusat. Terima kasih kepada Ketua DPD RI yang menyambangi Kami. Kami yakin kehadiran beliau akan melahirkan solusi untuk kondisi kami," sambung Darma.

Menurutnya, banjir dengan jumlah korban terdampak 6.000 unit rumah tersebut bisa diatasi hanya dengan melakukan normalisasi sungai.

"Perlu ada solusi dari hulu sampai hilir, harus ada normalisasi. Bagaimana caranya sungai sepanjang 33 km harus dinormalisasi. Bersama gubernur, kapolda, dan pangdam kita sudah keliling dengan helikopter. Dan memang ada penyempitan sungai, sedimennya tinggi. Kami butuh itu (normalisasi), dan kami tidak bisa kerja sendiri," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

LaNyalla Serahkan Dana Task Force DPD untuk Korban Banjir Sergai

...
RILIS.ID
Serdang Bedagai
25 November 2021 - 21:35 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua DPD saat memberikan dana task force kepada korban banjir, Kamis (25/11/2021). Foto: Ist

RILISID, Serdang Bedagai — Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyerahkan dana task force kepada korban terdampak banjir di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Kamis (25/11/2021).

Menurut LaNyalla, penyerahan dana task force ini merupakan bentuk kepedulian para anggota DPD terhadap korban bencana.

"Kami dari pusat pun memperhatikan kepedulian terhadap sesama. Kebetulan kami ada anggota DPD RI perwakilan dari Sumatera Utara. Jadi yang tiga orang ini mewakili kami-kami yang ada dalam Jakarta," ujarnya.

LaNyalla pun berjanji akan memperjuangkan penanganan banjir ke pemerintah pusat melalui tiga senator asal Sumatera Utara.

"Tiga orang ini juga akan bekerja dengan ibu-ibu, jadi kami harapkan ibu-ibu bersabar ya. Harus kuat menghadapi ujian dari Allah ini," katanya kepada para korban.

Masyarakat setempat antusias menyambut kehadiran Ketua DPD bersama rombongannya. Termasuk Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya.

Darma mengatakan musibah banjir di wilayahnya sudah terjadi dalam kurun satu bulan ini.

"Mereka mengungsi sudah hampir satu bulan. Hari ini air naik, hujan tidak pernah berhenti dari gunung, laut mengakibatkan banjir rob, dan gunung pun terus hujan. Musibah ini juga terjadi tahun 2001, dan terulang kembali tahun 2021," katanya.

"Hari ini kita kedatangan bapak-bapak dari pusat. Terima kasih kepada Ketua DPD RI yang menyambangi Kami. Kami yakin kehadiran beliau akan melahirkan solusi untuk kondisi kami," sambung Darma.

Menurutnya, banjir dengan jumlah korban terdampak 6.000 unit rumah tersebut bisa diatasi hanya dengan melakukan normalisasi sungai.

"Perlu ada solusi dari hulu sampai hilir, harus ada normalisasi. Bagaimana caranya sungai sepanjang 33 km harus dinormalisasi. Bersama gubernur, kapolda, dan pangdam kita sudah keliling dengan helikopter. Dan memang ada penyempitan sungai, sedimennya tinggi. Kami butuh itu (normalisasi), dan kami tidak bisa kerja sendiri," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya