Korban Gempa Malang Belum Terima Bantuan karena ASN Sibuk Urusan Kantor
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Korban Gempa Malang Belum Terima Bantuan karena ASN Sibuk Urusan Kantor

...
Imron Hakiki
Malang
17 Juni 2021 - 16:53 WIB
Daerah | RILISID
...
Rumah korban gempa Malang hingga saat ini belum menerima bantuan. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Malang — Korban gempa Malang sampai saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah. Padahal peristiwa itu sudah berlangsung dua bulan lalu, atau tepatnya pada 10 April 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang Imam Suyono mengaku bahwa pihaknya masih melakukan tahapan verifikasi data kerusakan.

"(Verifikasi) Belum selesai, karena kami menemukan beberapa kendala di lapangan," ujarnya kepada Rilisid, Rabu (16/6/2021).

Imam membeberkan salah satu kendala adalah minimnya personel untuk melakukan verifikasi data kerusakan. Ia mengaku relawan mahasiswa yang sebelumnya iku membantu, kini sudah kembali ke kampus masing-masing.

Alhasil, pihaknya hanya mengandalkan staf yang berjumlah 20 orang dan delapan orang yang tergabung dalam Tim Fasilitator Lapangan (TFL).

"Tapi itu pun juga tidak maksimal, karena selain jaraknya jauh, pegawai kami juga sibuk dengan pekerjaan di kantor," kilahnya.

Ditanya kapan verifikasi rampung, Imam menargetkan dalam kurun dua bulan sejak masa tanggap darurat selesai pada 7 Mei lalu.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan bantuan untuk warga terdampak gempa masih menunggu hasil verifikasi selesai.

"Kalau verifikasi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang selesai, maka BPBD akan memproses untuk mendapatkan SK Bupati, lalu dikirim ke BNPB," tuturnya.

Sadono membenarkan bahwa proses verifikasi hingga saat ini belum selesai. Dari 10.482 unit rumah yang mengalami kerusakan, sebanyak 5.438 unit sudah terverifikasi. 924 di antaranya adalah rumah rusak berat. Sisanya 964 belum terverifikasi.

"Itu data yang masuk pada kami per hari Jumat (11/6/2021) lalu," ucapnya.

Diketahui, BNPB berjanji menggulirkan dana stimulan senilai Rp50 juta untuk rumah rusak berat, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Selain itu juga dana bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) senilai Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) selama tiga bulan, yang diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat sehingga warga bisa menyewa rumah atau kos sambil menunggu dana stimulan turun.

"Nah, dana itu saat ini sudah turun. Tapi kami juga tidak berani mencairkan ke masyarakat sebelum data verifikasi tersebut selesai. Kami tidak berani, khawatir ada masalah di kemudian hari," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Korban Gempa Malang Belum Terima Bantuan karena ASN Sibuk Urusan Kantor

...
Imron Hakiki
Malang
17 Juni 2021 - 16:53 WIB
Daerah | RILISID
...
Rumah korban gempa Malang hingga saat ini belum menerima bantuan. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Malang — Korban gempa Malang sampai saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah. Padahal peristiwa itu sudah berlangsung dua bulan lalu, atau tepatnya pada 10 April 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang Imam Suyono mengaku bahwa pihaknya masih melakukan tahapan verifikasi data kerusakan.

"(Verifikasi) Belum selesai, karena kami menemukan beberapa kendala di lapangan," ujarnya kepada Rilisid, Rabu (16/6/2021).

Imam membeberkan salah satu kendala adalah minimnya personel untuk melakukan verifikasi data kerusakan. Ia mengaku relawan mahasiswa yang sebelumnya iku membantu, kini sudah kembali ke kampus masing-masing.

Alhasil, pihaknya hanya mengandalkan staf yang berjumlah 20 orang dan delapan orang yang tergabung dalam Tim Fasilitator Lapangan (TFL).

"Tapi itu pun juga tidak maksimal, karena selain jaraknya jauh, pegawai kami juga sibuk dengan pekerjaan di kantor," kilahnya.

Ditanya kapan verifikasi rampung, Imam menargetkan dalam kurun dua bulan sejak masa tanggap darurat selesai pada 7 Mei lalu.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan bantuan untuk warga terdampak gempa masih menunggu hasil verifikasi selesai.

"Kalau verifikasi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang selesai, maka BPBD akan memproses untuk mendapatkan SK Bupati, lalu dikirim ke BNPB," tuturnya.

Sadono membenarkan bahwa proses verifikasi hingga saat ini belum selesai. Dari 10.482 unit rumah yang mengalami kerusakan, sebanyak 5.438 unit sudah terverifikasi. 924 di antaranya adalah rumah rusak berat. Sisanya 964 belum terverifikasi.

"Itu data yang masuk pada kami per hari Jumat (11/6/2021) lalu," ucapnya.

Diketahui, BNPB berjanji menggulirkan dana stimulan senilai Rp50 juta untuk rumah rusak berat, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Selain itu juga dana bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) senilai Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) selama tiga bulan, yang diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat sehingga warga bisa menyewa rumah atau kos sambil menunggu dana stimulan turun.

"Nah, dana itu saat ini sudah turun. Tapi kami juga tidak berani mencairkan ke masyarakat sebelum data verifikasi tersebut selesai. Kami tidak berani, khawatir ada masalah di kemudian hari," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya