Klaster Baru di Malang, 10 Warga Kebonsari Positif Corona, Diduga Berasal dari Tlogomas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Klaster Baru di Malang, 10 Warga Kebonsari Positif Corona, Diduga Berasal dari Tlogomas

...
Imron Hakiki
Malang
24 Mei 2021 - 17:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman penduduk, Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (24/5/2021). FOTO: Imron Hakiki/RILIS.ID

RILISID, Malang — Setelah klaster pemukiman Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru beberapa waktu lalu, kini muncul klaster baru dari pemukiman warga Jalan Lowokdoro Gang IV Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Asal muasal klaster itu, menurut Ketua RT setempat, Agung Harianto berasal dari seorang pensiunan tentara berinisial NT (83).

Agung mengungkapkan, sebelum meninggal pada Jumat (14/5/2021) lalu, NT beberapa kali bolak-balik ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk cek kesehatan jantungnya.

Siapa sangka, saat bolak-balik ke rumah sakit itulah NT dalam kondisi terpapar Covid-19.

"Jadi waktu ada desas-desus NT positif Covid-19 itu, di area sini tidak ada hari raya. Karena tidak ada kunjungan silaturahmi. Warga diam di rumahnya masing-masing," ungkapnya, Senin (24/5/2021).

Pasca meninggalnya NT itulah diduga penyebaran virus mulai terjadi. Istri NT dan adik sekaligus istrinya juga terpapar Covid-19.

"Kebetulan dalam satu rumah NT itu ada dua kepala keluarga. Satu NT dan istrinya serta adik dan istrinya," bebernya.

Namun, meskipun mobilisasi di daerah permukiman itu sangat minim. Virus tetap menyebar ke beberapa warga lainnya.

"Ada tujuh orang (termasuk empat orang dari rumah NT), serta tiga orang lainnya dari tetangga rumah NT. Kini mereka sudah pulang dari Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard, dan sedang isolasi mandiri," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kota Malang, Nur Azmi mengatakan terdapat 10 warga di permukiman itu yang terpapar Covid-19.

"Ada tujuh yang positif. Tiga sudah keluar. Jadi total ada 10 orang yang terpapar Covid-19)," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Lantas, untuk meminimalisir penyebaran, seluruh warga di RT tersebut melakukan tes usap (swab test) di Puskesmas terdekat.

"Totalnya kurang tahu berapa satu RT itu tapi saat ini tengah dilakukan tes swab di Puskesmas," ujarnya.

Selain itu, BPBD Kota Malang juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh rumah itu sebagai tindakan preventif.

Sejumlah warga di area permukiman itu pun sudah membatasi diri selama beberapa hari ini. Terbukti saat dilakukan penyemprotan disinfektan ada rumah warga yang menulis "Mohon Maaf Tidak Menerima Tamu Sedang Lockdown". (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Klaster Baru di Malang, 10 Warga Kebonsari Positif Corona, Diduga Berasal dari Tlogomas

...
Imron Hakiki
Malang
24 Mei 2021 - 17:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman penduduk, Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (24/5/2021). FOTO: Imron Hakiki/RILIS.ID

RILISID, Malang — Setelah klaster pemukiman Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru beberapa waktu lalu, kini muncul klaster baru dari pemukiman warga Jalan Lowokdoro Gang IV Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Asal muasal klaster itu, menurut Ketua RT setempat, Agung Harianto berasal dari seorang pensiunan tentara berinisial NT (83).

Agung mengungkapkan, sebelum meninggal pada Jumat (14/5/2021) lalu, NT beberapa kali bolak-balik ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk cek kesehatan jantungnya.

Siapa sangka, saat bolak-balik ke rumah sakit itulah NT dalam kondisi terpapar Covid-19.

"Jadi waktu ada desas-desus NT positif Covid-19 itu, di area sini tidak ada hari raya. Karena tidak ada kunjungan silaturahmi. Warga diam di rumahnya masing-masing," ungkapnya, Senin (24/5/2021).

Pasca meninggalnya NT itulah diduga penyebaran virus mulai terjadi. Istri NT dan adik sekaligus istrinya juga terpapar Covid-19.

"Kebetulan dalam satu rumah NT itu ada dua kepala keluarga. Satu NT dan istrinya serta adik dan istrinya," bebernya.

Namun, meskipun mobilisasi di daerah permukiman itu sangat minim. Virus tetap menyebar ke beberapa warga lainnya.

"Ada tujuh orang (termasuk empat orang dari rumah NT), serta tiga orang lainnya dari tetangga rumah NT. Kini mereka sudah pulang dari Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard, dan sedang isolasi mandiri," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kota Malang, Nur Azmi mengatakan terdapat 10 warga di permukiman itu yang terpapar Covid-19.

"Ada tujuh yang positif. Tiga sudah keluar. Jadi total ada 10 orang yang terpapar Covid-19)," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Lantas, untuk meminimalisir penyebaran, seluruh warga di RT tersebut melakukan tes usap (swab test) di Puskesmas terdekat.

"Totalnya kurang tahu berapa satu RT itu tapi saat ini tengah dilakukan tes swab di Puskesmas," ujarnya.

Selain itu, BPBD Kota Malang juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh rumah itu sebagai tindakan preventif.

Sejumlah warga di area permukiman itu pun sudah membatasi diri selama beberapa hari ini. Terbukti saat dilakukan penyemprotan disinfektan ada rumah warga yang menulis "Mohon Maaf Tidak Menerima Tamu Sedang Lockdown". (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya