Khawatir Timbulkan Kluster Baru, Aliansi Mahasiswa Tolak Kunjungan Jokowi ke Lampung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Khawatir Timbulkan Kluster Baru, Aliansi Mahasiswa Tolak Kunjungan Jokowi ke Lampung

...
RILIS.ID
Bandarlampung
29 Agustus 2021 - 20:33 WIB
Daerah | RILISID
...
Presiden Jokowi saat peresmian tol di Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung mendapat penolakan dari mahasiswa. Jokowi dijadwalkan melakukan kunker pada 2 September 2021 mendatang.

Penolakan Jokowi ke Lampung datang dari Aliansi Mahasiswa Lampung (AML). Mereka menyebut kunjungan orang nomor satu di Indonesia bakal menimbulkan kerumunan.

Ketua AML Ahlun Nazar menjelaskan penolakan ini disebabkan kekhawatiran kedatangan Jokowi malah menimbulkan kluster baru Covid-19.

Apalagi saat ini, kata Ahlun, Lampung memiliki tingkat kematian Covid-19 tertinggi yakni 7,1 persen atau berada di atas Jawa Timur dengan 6,9 persen.

"Ada baiknya rencana presiden meninjau vaksinasi remaja perdana dan peresmian bendungan Way Sekampung dilakukan secara virtual saja," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Minggu (29/8/2021).


Selain itu, AML mendesak Jokowi fokus dengan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan perekonomian karena banyak masyarakat terdampak.

"Kami mendesak presiden untuk melakukan vaksinasi terjadwal di setiap provinsi atau kabupaten/kota, bahkan kelurahan guna menghindari kerumunan. Karena vaksinasi saat ini kurang efektif," kata dia. 

AML menilai jika presiden tetap melakukan kunjungan artinya Joko Widodo terkesan abai dengan kemanusiaan dan tidak serius menangani pandemi.

Sebelumnya, rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung telah dirapatkan oleh Pemprov dan Forkopimda setempat.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat persiapan kunjungan RI-1 di Mahan Agung, pada Jumat (27/8/2021).

Dalam rencana kunjungannya, Jokowi akan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para pekerja dan pelajar. Dilanjutkan dengan peresmian Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu.

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Way Sekampung merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare (Ha) di Daerah Irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 ha dan menambah areal irigasi di Rumbia Extension seluas 17.334 ha.

Selain mendukung kebutuhan air irigasi di Lampung, Bendungan Way Sekampung yang didesain memiliki luas genangan sebesar 800 ha ini juga dapat dimanfaatkan sebagai infrastruktur pengendalian banjir sebesar 185 meter kubik per detik karena terintegrasi dengan Bendungan Batutegi dan Margatiga.

Bendungan multifungsi ini juga berpotensi sebagai penyedia air baku untuk Bandarlampung, Metro dan Lampung Selatan sebesar 2.482 liter/detik, tenaga listrik sebesar 5,4 MW serta menjadi destinasi wisata di Pringsewu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Khawatir Timbulkan Kluster Baru, Aliansi Mahasiswa Tolak Kunjungan Jokowi ke Lampung

...
RILIS.ID
Bandarlampung
29 Agustus 2021 - 20:33 WIB
Daerah | RILISID
...
Presiden Jokowi saat peresmian tol di Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung mendapat penolakan dari mahasiswa. Jokowi dijadwalkan melakukan kunker pada 2 September 2021 mendatang.

Penolakan Jokowi ke Lampung datang dari Aliansi Mahasiswa Lampung (AML). Mereka menyebut kunjungan orang nomor satu di Indonesia bakal menimbulkan kerumunan.

Ketua AML Ahlun Nazar menjelaskan penolakan ini disebabkan kekhawatiran kedatangan Jokowi malah menimbulkan kluster baru Covid-19.

Apalagi saat ini, kata Ahlun, Lampung memiliki tingkat kematian Covid-19 tertinggi yakni 7,1 persen atau berada di atas Jawa Timur dengan 6,9 persen.

"Ada baiknya rencana presiden meninjau vaksinasi remaja perdana dan peresmian bendungan Way Sekampung dilakukan secara virtual saja," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Minggu (29/8/2021).


Selain itu, AML mendesak Jokowi fokus dengan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan perekonomian karena banyak masyarakat terdampak.

"Kami mendesak presiden untuk melakukan vaksinasi terjadwal di setiap provinsi atau kabupaten/kota, bahkan kelurahan guna menghindari kerumunan. Karena vaksinasi saat ini kurang efektif," kata dia. 

AML menilai jika presiden tetap melakukan kunjungan artinya Joko Widodo terkesan abai dengan kemanusiaan dan tidak serius menangani pandemi.

Sebelumnya, rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung telah dirapatkan oleh Pemprov dan Forkopimda setempat.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat persiapan kunjungan RI-1 di Mahan Agung, pada Jumat (27/8/2021).

Dalam rencana kunjungannya, Jokowi akan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para pekerja dan pelajar. Dilanjutkan dengan peresmian Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu.

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Way Sekampung merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare (Ha) di Daerah Irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 ha dan menambah areal irigasi di Rumbia Extension seluas 17.334 ha.

Selain mendukung kebutuhan air irigasi di Lampung, Bendungan Way Sekampung yang didesain memiliki luas genangan sebesar 800 ha ini juga dapat dimanfaatkan sebagai infrastruktur pengendalian banjir sebesar 185 meter kubik per detik karena terintegrasi dengan Bendungan Batutegi dan Margatiga.

Bendungan multifungsi ini juga berpotensi sebagai penyedia air baku untuk Bandarlampung, Metro dan Lampung Selatan sebesar 2.482 liter/detik, tenaga listrik sebesar 5,4 MW serta menjadi destinasi wisata di Pringsewu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya