Keluarga Pasien Sebut Namanya saat Aniaya Nakes, Kadiskes Lampung: Saya Sebatang Kara
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Keluarga Pasien Sebut Namanya saat Aniaya Nakes, Kadiskes Lampung: Saya Sebatang Kara

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 15:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadiskes Lampung Reihana. Foto: Dok Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Kasus penggeroyokan seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Bandarlampung membuat gerah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung, Reihana.

Pasalnya, nama Reihana disebut-sebut oleh keluarga pasien Covid-19 saat menganiaya Rendi Kurniawan, perawat Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada Minggu (4/7/2021).

Reihana pun membantah bahwa keluarga pasien Covid-19 merupakan kerabatnya. Ia mengaku seorang diri alias tidak memiliki satupun keluarga di Lampung.

"Saya sebatang kara di Lampung. Tidak punya siapa-siapa," tulis Reihana di WhatsApp Grup Covid 19 Provinsi Lampung, Senin (5/7/2021).

Lebih lanjut, Reihana akan menemui keluarga pasien untuk mengklarifikasi hal itu. Ia juga meminta kepada media untuk meluruskan pemberitaan tersebut.

"Jangan sembarang menyebutkan nama. Bisa saya tuntut pencemaran nama baik kalau yang disebut Reihana saya," ujarnya.

Sebelumnya, Rendi Kurniawan mengaku dikeroyok keluarga pasien Covid-19 pada Minggu (4/7/2021).

Saat itu, lanjut Rendi, pelaku datang untuk meminjam tabung oksigen untuk dibawa pulang. Namun, ia menolak dan meminta agar pasien yang membutuhkan oksigen tersebut, langsung dibawa ke Puskemas Kedaton guna mendapatkan perawatan. Pelaku itu justru langsung marah.

"Kok kamu ngomongnya gitu enggak sopan, saya ini kerabatnya Reihana," kata Rendi menirukan pernyataan salah satu pelaku penggeroyokan.

Tak lama berselang, Rendi kemudian diajak berkelahi di luar puskesmas dengan salah seorang yang disebut-sebut sebagai oknum aparat. Karena menolak, Rendi malah langsung dipukuli.

"Saya berusaha menangkis, tapi dia pikir saya melawan. Bahkan ada rekan pelaku yang mengambil batu untuk mengganjal pintu (untuk membantu memukuli Rendi). Rekan-rekan saya langsung melerai," tuturnya lagi sambil sesekali terlihat menahan sakit.

Akibatnya, Rendi mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya, terutama pada kepala. Ia juga mengaku trauma atas peristiwa tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Keluarga Pasien Sebut Namanya saat Aniaya Nakes, Kadiskes Lampung: Saya Sebatang Kara

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 15:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadiskes Lampung Reihana. Foto: Dok Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Kasus penggeroyokan seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Bandarlampung membuat gerah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung, Reihana.

Pasalnya, nama Reihana disebut-sebut oleh keluarga pasien Covid-19 saat menganiaya Rendi Kurniawan, perawat Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada Minggu (4/7/2021).

Reihana pun membantah bahwa keluarga pasien Covid-19 merupakan kerabatnya. Ia mengaku seorang diri alias tidak memiliki satupun keluarga di Lampung.

"Saya sebatang kara di Lampung. Tidak punya siapa-siapa," tulis Reihana di WhatsApp Grup Covid 19 Provinsi Lampung, Senin (5/7/2021).

Lebih lanjut, Reihana akan menemui keluarga pasien untuk mengklarifikasi hal itu. Ia juga meminta kepada media untuk meluruskan pemberitaan tersebut.

"Jangan sembarang menyebutkan nama. Bisa saya tuntut pencemaran nama baik kalau yang disebut Reihana saya," ujarnya.

Sebelumnya, Rendi Kurniawan mengaku dikeroyok keluarga pasien Covid-19 pada Minggu (4/7/2021).

Saat itu, lanjut Rendi, pelaku datang untuk meminjam tabung oksigen untuk dibawa pulang. Namun, ia menolak dan meminta agar pasien yang membutuhkan oksigen tersebut, langsung dibawa ke Puskemas Kedaton guna mendapatkan perawatan. Pelaku itu justru langsung marah.

"Kok kamu ngomongnya gitu enggak sopan, saya ini kerabatnya Reihana," kata Rendi menirukan pernyataan salah satu pelaku penggeroyokan.

Tak lama berselang, Rendi kemudian diajak berkelahi di luar puskesmas dengan salah seorang yang disebut-sebut sebagai oknum aparat. Karena menolak, Rendi malah langsung dipukuli.

"Saya berusaha menangkis, tapi dia pikir saya melawan. Bahkan ada rekan pelaku yang mengambil batu untuk mengganjal pintu (untuk membantu memukuli Rendi). Rekan-rekan saya langsung melerai," tuturnya lagi sambil sesekali terlihat menahan sakit.

Akibatnya, Rendi mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya, terutama pada kepala. Ia juga mengaku trauma atas peristiwa tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya