Kapolresta Sebut Tidak Ada OTT Terkait Layanan SIM di Satlantas Bandarlampung, Tapi..
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kapolresta Sebut Tidak Ada OTT Terkait Layanan SIM di Satlantas Bandarlampung, Tapi..

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
1 Juni 2021 - 10:34 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya. FOTO: Tangkapan layar

RILISID, Bandarlampung — Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandarlampung Komisaris Besar Polisi Yan Budi Jaya akhirnya buka suara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Divisi Propam Polri dan Bidang Propam Polda Lampung beberapa hari lalu.

Diketahui, Propam Polri dan Polda Lampung dikabarkan melakukan operasi senyap terkait layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandarlampung.

Namun, Kapolresta Bandarlampung Yan Budi Jaya menegaskan bahwa tidak ada OTT seperti ramai diberitakan media online maupun cetak.

”Tidak ada OTT, itu hanya fungsi pengawasan,” kata Yan Budi seperti dikutip dari Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, apa yang dilakukan Propam Polri dan Polda Lampung merupakan bentuk pengawasan sekaligus menjalankan program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pengawasan itu, kata Yan Budi, bukan hanya dilakukan pada bagian pelayanan SIM saja, tetapi juga pada pelayanan SKCK dan SPKT.

”Juga dilakukan di seluruh bagian pelayanan lain, baik di Polres maupun di Polda seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kembali ke OTT, Propam Polri dan Polda Lampung dikabarkan mengamankan empat personel Polresta Bandarlampung. Di antaranya seorang perwira berinisial RYN, RN, FV, dan satu pekerja harian lepas (PHL) berinisal HR. Keempatnya diamankan pada Kamis (27/5/2021).

”(Apakah benar ada tiga anggota dan satu PHL terjaring OTT) Saya belum bisa sampaikan itu, karena masih dalam rangka proses penyelidikan,” ujar Yan Budi.

Meski tidak menjelaskan secara gamblang terkait pemeriksaan keempat anak buahnya, Yan Budi memastikan bahwa hal itu masih dalam penyelidikan.

”(Terkait) Dugaan apanya, kita juga belum tahu. Karena belum ada laporan atau pemberitahuan juga kepada kita. Apakah memang ada pelanggaran, berupa apa pelanggarannya?,” ujarnya.

”Apakah karena pelayanannya yang tidak memuaskan, atau ada konsumen yang tidak puas dengan pelayanan atau tutur kata dari anggota, kita juga belum tahu,” pungkas Yan Budi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kapolresta Sebut Tidak Ada OTT Terkait Layanan SIM di Satlantas Bandarlampung, Tapi..

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
1 Juni 2021 - 10:34 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya. FOTO: Tangkapan layar

RILISID, Bandarlampung — Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandarlampung Komisaris Besar Polisi Yan Budi Jaya akhirnya buka suara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Divisi Propam Polri dan Bidang Propam Polda Lampung beberapa hari lalu.

Diketahui, Propam Polri dan Polda Lampung dikabarkan melakukan operasi senyap terkait layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandarlampung.

Namun, Kapolresta Bandarlampung Yan Budi Jaya menegaskan bahwa tidak ada OTT seperti ramai diberitakan media online maupun cetak.

”Tidak ada OTT, itu hanya fungsi pengawasan,” kata Yan Budi seperti dikutip dari Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, apa yang dilakukan Propam Polri dan Polda Lampung merupakan bentuk pengawasan sekaligus menjalankan program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pengawasan itu, kata Yan Budi, bukan hanya dilakukan pada bagian pelayanan SIM saja, tetapi juga pada pelayanan SKCK dan SPKT.

”Juga dilakukan di seluruh bagian pelayanan lain, baik di Polres maupun di Polda seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kembali ke OTT, Propam Polri dan Polda Lampung dikabarkan mengamankan empat personel Polresta Bandarlampung. Di antaranya seorang perwira berinisial RYN, RN, FV, dan satu pekerja harian lepas (PHL) berinisal HR. Keempatnya diamankan pada Kamis (27/5/2021).

”(Apakah benar ada tiga anggota dan satu PHL terjaring OTT) Saya belum bisa sampaikan itu, karena masih dalam rangka proses penyelidikan,” ujar Yan Budi.

Meski tidak menjelaskan secara gamblang terkait pemeriksaan keempat anak buahnya, Yan Budi memastikan bahwa hal itu masih dalam penyelidikan.

”(Terkait) Dugaan apanya, kita juga belum tahu. Karena belum ada laporan atau pemberitahuan juga kepada kita. Apakah memang ada pelanggaran, berupa apa pelanggarannya?,” ujarnya.

”Apakah karena pelayanannya yang tidak memuaskan, atau ada konsumen yang tidak puas dengan pelayanan atau tutur kata dari anggota, kita juga belum tahu,” pungkas Yan Budi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya