Kapolres Malang Borong Dagangan Penjual Nasi Goreng saat Operasi Yustisi PPKM Darurat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kapolres Malang Borong Dagangan Penjual Nasi Goreng saat Operasi Yustisi PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Malang
17 Juli 2021 - 23:03 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolres Malang memberikan sembako kepada pedagang di Bululawang, Sabtu (17/7/2021). Foto: Rilisid/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Sejumlah pedagang di Malang masih nekat buka melebihi batas jam operasional Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yakni pukul 20.00 WIB.

Hal itu terjadi saat Polres Malang melakukan operasi yustisi di wilayah Bululawang, Sabtu (17/7/2020) malam. Sebagian besar pedangang kaki lima (PKL) masih banyak yang buka meskipun sudah lewat pukul 20.00 WIB.

Meski begitu, Polres Malang tidak melakukan tindakan, melainkan malah memberikan bantuan sembako kepada para pedagang sambil menyuruh mereka menutup usahanya setelah pukul 20.00 WIB.

Bahkan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono tampak memborong dagangan salah satu penjual nasi goreng, lalu menyuruhnya untuk menutup lapaknya saat itu juga.

"Ya, kami membeli semua dagangan penjual nasi goreng ini agar ia mau menutup lapaknya. Karena sudah melebihi pukul 20.00 WIB," ungkap Bagoes.

Sembako yang diberikan itu, menurut Bagoes, sebagai langkah untuk meringankan beban masyarakat kecil yang terdampak PPKM Darurat.

"Kita sadar bahwa masyarakat kecil pastinya mengalami kemerosotan ekonomi selama masa PPKM Darurat. Oleh karena itu kami memberikan sembako untuk sedikit meringankan beban mereka," tuturnya.

Tidak hanya para pedagang, menurut Bagoes, sembako-sembako tersebut juga diberikan merata ke seluruh masyarakat.

"Semua masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten Malang kita berikan melalui Polsek-polsek jajaran," katanya.

Sementara itu, penjual nasi goreng yang diborong tersebut, Wahyudianto (51) mengaku berterima kasih kepada Polres Malang. Pasalnya, ia mengaku selama pandemi Covid-19 ini, terlebih selama PPKM Darurat penghasilannya merosot cukup drastis.

"Merosot, mas. Kalau sebelum pandemi penghasilannya biasanya bisa Rp 500 ribu per hari. Kalau sekarang hanya Rp 200-300 ribu per hari," ujarnya.

"Iya tadi diborong oleh Bapak Kapolres sekaligus diberikan sembako. Saya sangat berterima kasih atas pemberiannya," ucapnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kapolres Malang Borong Dagangan Penjual Nasi Goreng saat Operasi Yustisi PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Malang
17 Juli 2021 - 23:03 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolres Malang memberikan sembako kepada pedagang di Bululawang, Sabtu (17/7/2021). Foto: Rilisid/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Sejumlah pedagang di Malang masih nekat buka melebihi batas jam operasional Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yakni pukul 20.00 WIB.

Hal itu terjadi saat Polres Malang melakukan operasi yustisi di wilayah Bululawang, Sabtu (17/7/2020) malam. Sebagian besar pedangang kaki lima (PKL) masih banyak yang buka meskipun sudah lewat pukul 20.00 WIB.

Meski begitu, Polres Malang tidak melakukan tindakan, melainkan malah memberikan bantuan sembako kepada para pedagang sambil menyuruh mereka menutup usahanya setelah pukul 20.00 WIB.

Bahkan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono tampak memborong dagangan salah satu penjual nasi goreng, lalu menyuruhnya untuk menutup lapaknya saat itu juga.

"Ya, kami membeli semua dagangan penjual nasi goreng ini agar ia mau menutup lapaknya. Karena sudah melebihi pukul 20.00 WIB," ungkap Bagoes.

Sembako yang diberikan itu, menurut Bagoes, sebagai langkah untuk meringankan beban masyarakat kecil yang terdampak PPKM Darurat.

"Kita sadar bahwa masyarakat kecil pastinya mengalami kemerosotan ekonomi selama masa PPKM Darurat. Oleh karena itu kami memberikan sembako untuk sedikit meringankan beban mereka," tuturnya.

Tidak hanya para pedagang, menurut Bagoes, sembako-sembako tersebut juga diberikan merata ke seluruh masyarakat.

"Semua masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten Malang kita berikan melalui Polsek-polsek jajaran," katanya.

Sementara itu, penjual nasi goreng yang diborong tersebut, Wahyudianto (51) mengaku berterima kasih kepada Polres Malang. Pasalnya, ia mengaku selama pandemi Covid-19 ini, terlebih selama PPKM Darurat penghasilannya merosot cukup drastis.

"Merosot, mas. Kalau sebelum pandemi penghasilannya biasanya bisa Rp 500 ribu per hari. Kalau sekarang hanya Rp 200-300 ribu per hari," ujarnya.

"Iya tadi diborong oleh Bapak Kapolres sekaligus diberikan sembako. Saya sangat berterima kasih atas pemberiannya," ucapnya. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya