Jaringan Aneuk Syuhada Sebut Pemerintah Musyrik karena Geser Hari Maulid Nabi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jaringan Aneuk Syuhada Sebut Pemerintah Musyrik karena Geser Hari Maulid Nabi

...
Abdul Hafiz
Aceh Utara
12 Oktober 2021 - 14:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara Muchlis Said Adnan. Foto: Istimewa

RILISID, Aceh Utara — Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Utara angkat bicara tentang pergeseran hari-hari besar Islam. Salah satunya hari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Ketua JASA Kabupaten Aceh Utara Muchlis Said Adnan menegaskan pergeseran hari libur peringatan Maulid Nabi merupakan kebijakan yang salah.

"Seharusnya pemerintah memuliakan hari lahir nabi, bukan digeserkan. Diliburkannya hari lahir Nabi Muhammad adalah kemusyirkan pemerintah Indonesia terhadap Nabi Muhammad," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Ia menambahkan bahwa alasan pemerintah menggeserkan hari libur peringatan Maulid Nabi karena Covid-19 tidak tepat.

"Kenapa hari-hari besar lain tidak digeser, seperti Hari Lahir Pancasila, Hari Kemerdekaan RI, dan hari besar agama lain selain Islam. Kenapa cuma hari libur Islam yang digeser, ada masalah apa Islam di Indonesia?," katanya.

Pihaknya menilai pemerintah Indonesia sudah musyrik. Musyrik adalah tingkah laku menyekutukan Allah dengan apapun.

"Maka pemerintah Indonesia bertobatlah," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi menjadi 20 Oktober 2021. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Sabtu (9/10/2021).

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal. Hanya, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser.

"Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," paparnya.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

"Perubahan juga terjadi terkait cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Jaringan Aneuk Syuhada Sebut Pemerintah Musyrik karena Geser Hari Maulid Nabi

...
Abdul Hafiz
Aceh Utara
12 Oktober 2021 - 14:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara Muchlis Said Adnan. Foto: Istimewa

RILISID, Aceh Utara — Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Utara angkat bicara tentang pergeseran hari-hari besar Islam. Salah satunya hari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Ketua JASA Kabupaten Aceh Utara Muchlis Said Adnan menegaskan pergeseran hari libur peringatan Maulid Nabi merupakan kebijakan yang salah.

"Seharusnya pemerintah memuliakan hari lahir nabi, bukan digeserkan. Diliburkannya hari lahir Nabi Muhammad adalah kemusyirkan pemerintah Indonesia terhadap Nabi Muhammad," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Ia menambahkan bahwa alasan pemerintah menggeserkan hari libur peringatan Maulid Nabi karena Covid-19 tidak tepat.

"Kenapa hari-hari besar lain tidak digeser, seperti Hari Lahir Pancasila, Hari Kemerdekaan RI, dan hari besar agama lain selain Islam. Kenapa cuma hari libur Islam yang digeser, ada masalah apa Islam di Indonesia?," katanya.

Pihaknya menilai pemerintah Indonesia sudah musyrik. Musyrik adalah tingkah laku menyekutukan Allah dengan apapun.

"Maka pemerintah Indonesia bertobatlah," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi menjadi 20 Oktober 2021. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Sabtu (9/10/2021).

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal. Hanya, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser.

"Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," paparnya.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

"Perubahan juga terjadi terkait cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya