Hati-hati ke Lampung! Hampir Semua Kabupaten-Kota Zona Merah Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hati-hati ke Lampung! Hampir Semua Kabupaten-Kota Zona Merah Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
4 Agustus 2021 - 19:46 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Republik Indonesia telah memperbaharui zonasi risiko penyebaran dan penularan virus corona.

Berdasarkan data yang dilihat di situs covid19.go.id pada Rabu (4/8/2021), sebanyak 240 kabupaten dan kota ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 per 1 Agustus 2021.

Di Lampung, terdapat 13 kabupaten dan kota menjadi zona merah alias risiko tinggi. Jumlah ini bertambah hampir dua kali lipat jika dibandingkan periode sebelumnya dengan tujuh daerah.

Ke-13 zona merah di Lampung antara lain Bandarlampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat.

Kemudian Tulangbawang, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Tulangbawang Barat. Sementara, Waykanan dan Mesuji masuk zona oranye alias risiko sedang.

Setidaknya ada sepuluh indikator epidemiologi dalam menentukan zonasi risiko. Antara lain penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada; penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.

Kemudian penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif; insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk; kecepatan laju insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100.000 penduduk; mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100.000 penduduk.

Selain indikator epidemiologi, Satgas juga menggunakan indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Indikator surveilans kesehatan masyarakat meliputi jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO yakni satu orang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu pada level provinsi dan positivity rate rendah (target ≤5 persen sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa). Hal itu merujuk pada angka provinsi.

Sementara, indikator pelayanan kesehatan meliputi rata-rata angka keterpakaian tempat tidur isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut; rata-rata angka keterpakaian TT intensif (% BOR TT intensif) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut.

Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan, lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dikategorisasi menjadi empat zona risiko, yaitu zona risiko tinggi 0-1.80; zona risiko sedang 1.81-2.40; zona risiko rendah 2.41-3.0; zona tidak terdampak atau tidak tercatat kasus positif; dan zona tidak ada kasus atau pernah terdapat kasus di wilayah tersebut namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir serta angka kesembuhan mencapai lebih dari 95 persen. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Hati-hati ke Lampung! Hampir Semua Kabupaten-Kota Zona Merah Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
4 Agustus 2021 - 19:46 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Republik Indonesia telah memperbaharui zonasi risiko penyebaran dan penularan virus corona.

Berdasarkan data yang dilihat di situs covid19.go.id pada Rabu (4/8/2021), sebanyak 240 kabupaten dan kota ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 per 1 Agustus 2021.

Di Lampung, terdapat 13 kabupaten dan kota menjadi zona merah alias risiko tinggi. Jumlah ini bertambah hampir dua kali lipat jika dibandingkan periode sebelumnya dengan tujuh daerah.

Ke-13 zona merah di Lampung antara lain Bandarlampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat.

Kemudian Tulangbawang, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Tulangbawang Barat. Sementara, Waykanan dan Mesuji masuk zona oranye alias risiko sedang.

Setidaknya ada sepuluh indikator epidemiologi dalam menentukan zonasi risiko. Antara lain penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada; penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak.

Kemudian penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak; persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif; insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk; kecepatan laju insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100.000 penduduk; mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100.000 penduduk.

Selain indikator epidemiologi, Satgas juga menggunakan indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Indikator surveilans kesehatan masyarakat meliputi jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO yakni satu orang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu pada level provinsi dan positivity rate rendah (target ≤5 persen sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa). Hal itu merujuk pada angka provinsi.

Sementara, indikator pelayanan kesehatan meliputi rata-rata angka keterpakaian tempat tidur isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut; rata-rata angka keterpakaian TT intensif (% BOR TT intensif) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut.

Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan, lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dikategorisasi menjadi empat zona risiko, yaitu zona risiko tinggi 0-1.80; zona risiko sedang 1.81-2.40; zona risiko rendah 2.41-3.0; zona tidak terdampak atau tidak tercatat kasus positif; dan zona tidak ada kasus atau pernah terdapat kasus di wilayah tersebut namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir serta angka kesembuhan mencapai lebih dari 95 persen. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya