Hati-hati! Swab Antigen Mandiri Bisa Picu Pendarahan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hati-hati! Swab Antigen Mandiri Bisa Picu Pendarahan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 Agustus 2021 - 19:16 WIB
Daerah | RILISID
...
Pelaksanaan tes swab antigen oleh tenaga kesehatan di Bandarlampung. FOTO: Sulaiman/Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Banyak warga belakangan ini melakukan tes swab antigen mandiri. Tanpa pendampingan dari tenaga kesehatan (nakes). Ternyata, kegiatan tersebut dapat berakibat fatal.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung dr. Aditya M. Biomed menyarankan, masyarakat tidak melakukan swab antigen mandiri tanpa pendampingan nakes. Sebab, hal tersebut berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Ia menjelaskan, tulang hidung merupakan tulang rawan dan di dalamnya banyak saraf arteri yang apabila tidak hati-hati melakukannya dapat menimbulkan pendarahan.

”Jadi kalau kualitas alat swabnya jelek atau keras, bisa bikin lecet dan efeknya akan terjadi pendarahan,” jelasnya, Selasa (3/7/2021).

Aditya menerangkan, penggunaan alat rapid tes antigen tidak semudah apa yang terlihat. Karena ada waktunya dan tidak bisa langsung diteteskan serta keluar hasilnya.

Bahkan, dalam alat tes antigen itu juga terdapat indikasi positif dan negatif serta invalid. Sehingga harus yang berkompeten yang bisa menginterpretasikan bahwa hasilnya positif atau negatif (Covid-19).

"Jadi harus mereka yang terlatih. Kalau masyarakat umum kan memang bukan bidangnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan rapid test antigen merupakan penunjang guna dilanjutkan ke tes PCR, apabila memiliki kontak erat dan memiliki gejala Covid-19.

”Jadi, itu bukan pekerjaan orang awam. Jangan main tes sendiri,” imbaunya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontibutor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Hati-hati! Swab Antigen Mandiri Bisa Picu Pendarahan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 Agustus 2021 - 19:16 WIB
Daerah | RILISID
...
Pelaksanaan tes swab antigen oleh tenaga kesehatan di Bandarlampung. FOTO: Sulaiman/Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Banyak warga belakangan ini melakukan tes swab antigen mandiri. Tanpa pendampingan dari tenaga kesehatan (nakes). Ternyata, kegiatan tersebut dapat berakibat fatal.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung dr. Aditya M. Biomed menyarankan, masyarakat tidak melakukan swab antigen mandiri tanpa pendampingan nakes. Sebab, hal tersebut berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Ia menjelaskan, tulang hidung merupakan tulang rawan dan di dalamnya banyak saraf arteri yang apabila tidak hati-hati melakukannya dapat menimbulkan pendarahan.

”Jadi kalau kualitas alat swabnya jelek atau keras, bisa bikin lecet dan efeknya akan terjadi pendarahan,” jelasnya, Selasa (3/7/2021).

Aditya menerangkan, penggunaan alat rapid tes antigen tidak semudah apa yang terlihat. Karena ada waktunya dan tidak bisa langsung diteteskan serta keluar hasilnya.

Bahkan, dalam alat tes antigen itu juga terdapat indikasi positif dan negatif serta invalid. Sehingga harus yang berkompeten yang bisa menginterpretasikan bahwa hasilnya positif atau negatif (Covid-19).

"Jadi harus mereka yang terlatih. Kalau masyarakat umum kan memang bukan bidangnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan rapid test antigen merupakan penunjang guna dilanjutkan ke tes PCR, apabila memiliki kontak erat dan memiliki gejala Covid-19.

”Jadi, itu bukan pekerjaan orang awam. Jangan main tes sendiri,” imbaunya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontibutor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya