Guru Besar Universitas Lampung Berguguran Setelah Berjuang Melawan Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Guru Besar Universitas Lampung Berguguran Setelah Berjuang Melawan Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
12 Juli 2021 - 21:01 WIB
Daerah | RILISID
...
Ucapan duka untuk almarhum Prof. Muhartono. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kabar duka bertubi-tubi datang dari Universitas Lampung (Unila).

Belum hilang rasa duka setelah ditinggalkan guru besar Fisif Unila Profesor Sindung Haryanto pada Minggu (11/7/2021), kini civitas akademika perguruan tinggi terbesar di Lampung itu harus kembali berduka.

Hari ini (Senin, 12/7/2021), guru besar Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr Muhartono M. Kes., Sp.PA. yang dikabarkan meninggal dunia.

Kedua guru besar itu meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.

Informasi wafatnya Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama FK Unila itu dibenarkan juru bicara Rektor Unila Kahfie Nazaruddin.

"Iya benar, info yang saya dapat beliau meninggal dunia karena Covid-19," ujarnya, Senin (12/7/2021).

Kahfie menerangkan, Prof. Muhartono meninggal dunia sekitar pukul 14.45 WIB saat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun di mana Prof. Muhartono tertular, ia mengaku belum mengetahuinya.

"Pastinya beliau (Prof. Muhartono, Red) sangat berjasa dalam pendirian Fakultas Kedokteran Unila. Saya turut berduka atas meninggalnya beliau dan sivitas akademika lain yang telah meninggal dunia," pungkasnya.

Diketahui, pada Minggu (11/7/2021), Profesor Sindung Haryanto juga dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus corona (Covid-19).

Baca: Unila Berduka Lagi, Profesor Sindung Haryanto Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unila Bartoven Vivit Nurdin membenarkan kabar tersebut.

"Iya benar (Meninggal karena terpapar Covid-19)," ujar Bartoven melalui pesan berbasis aplikasi WhatsApp miliknya, Minggu (11/7/2021).

Dosen Sosiologi Fisip Unila Pairulsyah juga membenarkan kabar duka tersebut.

"Ya, karena covid, di Tulungagung (Jawa Timur) meninggalnya. Semoga beliau diterima segala amal ibadahnya," ucapnya.

Kepergian Guru Besar Sosiologi Fisip Unila Profesor Sindung Haryanto menyisakan duka mendalam bagi Pairulsyah.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok pendiam namun tidak sombong. Bahkan beliau juga dikenal humoris.

"Banyak karya ilmiah, jurnal, dan orangnya alim. Dan dia adalah orang Jawa, betul-betul Jawa," ujarnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilisid Bandarlampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Guru Besar Universitas Lampung Berguguran Setelah Berjuang Melawan Covid-19

...
RILIS.ID
Bandarlampung
12 Juli 2021 - 21:01 WIB
Daerah | RILISID
...
Ucapan duka untuk almarhum Prof. Muhartono. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kabar duka bertubi-tubi datang dari Universitas Lampung (Unila).

Belum hilang rasa duka setelah ditinggalkan guru besar Fisif Unila Profesor Sindung Haryanto pada Minggu (11/7/2021), kini civitas akademika perguruan tinggi terbesar di Lampung itu harus kembali berduka.

Hari ini (Senin, 12/7/2021), guru besar Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr Muhartono M. Kes., Sp.PA. yang dikabarkan meninggal dunia.

Kedua guru besar itu meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.

Informasi wafatnya Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama FK Unila itu dibenarkan juru bicara Rektor Unila Kahfie Nazaruddin.

"Iya benar, info yang saya dapat beliau meninggal dunia karena Covid-19," ujarnya, Senin (12/7/2021).

Kahfie menerangkan, Prof. Muhartono meninggal dunia sekitar pukul 14.45 WIB saat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun di mana Prof. Muhartono tertular, ia mengaku belum mengetahuinya.

"Pastinya beliau (Prof. Muhartono, Red) sangat berjasa dalam pendirian Fakultas Kedokteran Unila. Saya turut berduka atas meninggalnya beliau dan sivitas akademika lain yang telah meninggal dunia," pungkasnya.

Diketahui, pada Minggu (11/7/2021), Profesor Sindung Haryanto juga dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus corona (Covid-19).

Baca: Unila Berduka Lagi, Profesor Sindung Haryanto Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unila Bartoven Vivit Nurdin membenarkan kabar tersebut.

"Iya benar (Meninggal karena terpapar Covid-19)," ujar Bartoven melalui pesan berbasis aplikasi WhatsApp miliknya, Minggu (11/7/2021).

Dosen Sosiologi Fisip Unila Pairulsyah juga membenarkan kabar duka tersebut.

"Ya, karena covid, di Tulungagung (Jawa Timur) meninggalnya. Semoga beliau diterima segala amal ibadahnya," ucapnya.

Kepergian Guru Besar Sosiologi Fisip Unila Profesor Sindung Haryanto menyisakan duka mendalam bagi Pairulsyah.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok pendiam namun tidak sombong. Bahkan beliau juga dikenal humoris.

"Banyak karya ilmiah, jurnal, dan orangnya alim. Dan dia adalah orang Jawa, betul-betul Jawa," ujarnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilisid Bandarlampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya