Griya Husnul Khotimah Rawat Puluhan Lansia Terlantar Tanpa Bantuan Pemerintah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Griya Husnul Khotimah Rawat Puluhan Lansia Terlantar Tanpa Bantuan Pemerintah

...
Imron Hakiki
Malang
17 Oktober 2021 - 15:23 WIB
Daerah | RILISID
...
Salah satu suster tengah merawat lansia di Griya Lansia Husnul Khotimah. FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Di tengah teriknya matahari, Minggu (17/10/2021) siang, puluhan orang lanjut usia (lansia) tampak sedang bersantai di teras kamar Griya Lansia Husnul Khotimah, Dusun Baran, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Puluhan lansia itu menghabiskan hari-harinya di sana setelah para relawan Griya Lansia Husnul Khotimah menemukannya terlantar di jalanan tanpa diketahui identitas dan sanak saudaranya.

"Rata-rata lansia yang tinggal di sini terlantar dan tanpa identitas, yang kami temukan di jalanan. Namun ada pula yang diketahui identitasnya, namun sanak saudaranya tidak berkenan merawatnya. Sehingga kami bawa ke sini," ungkap pria yang lebih dikenal sebagai Arif Camra itu.

Selama di Griya Lansia itu, menurut Arif, para lansia sehari-hari disibukkan dengan kegiatan keagamaan. Sebab, rerata dari mereka mempunyai riwayat yang kurang baik di masyarakat.

"Sehingga, kami bertekad agar di hari tuanya, mereka bisa mempunyai bekal religius," tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah berpofesi sebagai jurnalis itu menjelaskan latar belakang dari beberapa para lansia itu beragam.

Beberapa di antaranya juga berasal dari keluarga yang mampu. Bahkan ada pula mantan salah satu manajer perusahaan sampai eks penyanyi.

"Dan ada juga yang memang sengaja ditelantarkan oleh anak-anaknya. Kalau boleh cerita, ada beberapa orang lanjut usia di sini yang anaknya secara tertulis menyatakan tidak mau merawat orang tuanya, karena alasan kesibukan," tuturnya.

Lantas, untuk pembiayaan perawatan para lansia itu, Arif mengaku membiayainya secara mandiri. Juga dibantu beberapa donatur lepas.

"Untuk pembangunan griya ini, dulu kami dibantu oleh Yayasan Nurul Hayat," tuturnya.

"Alhamdulillah mulai berdiri sejak awal tahun 2021 lalu sampai saat ini selalu ada rejeki untuk biaya perawatan lansia malang ini tidak pernah kekurangan," sambungnya.

Padahal, biaya yang dihabiskan untuk perawatan para lansia serta operasionalnya berkisar di angka Rp50 juta lebih.

"Kalau beras berkisar habis 150 kilogram per bulan," katanya.

Ironisnya, bantuan dari pemerintah hingga saat ini belum pernah ada.

"Kalau bantuan dari pemerintah belum pernah ada," ujar Arif.

Sekilas, Arif menceritakan awal mula ide mendirikan Griya Lansia Husnul Khotimah itu bermula dari kegemarannya memosting anak yatim dan lansia terlantar di jalanan ke akun Facebooknya.

"Tujuan saya memosting itu agar para dermawan terketuk hatinya untuk membantu orang-orang terlantar tersebut," jelasnya.

Gayung pun bersambut, banyak dermawan yang antusias untuk memberi bantuan kepada orang-orang terlantar tersebut.

"Akhirnya saya pun mulai bersemangat untuk membuatkan tempat penampungan orang-orang lansia terlantar itu di sebuah tempat. Maka kemudian kami menggagas Griya Lansia Husnul Khotimah ini," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Griya Husnul Khotimah Rawat Puluhan Lansia Terlantar Tanpa Bantuan Pemerintah

...
Imron Hakiki
Malang
17 Oktober 2021 - 15:23 WIB
Daerah | RILISID
...
Salah satu suster tengah merawat lansia di Griya Lansia Husnul Khotimah. FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Di tengah teriknya matahari, Minggu (17/10/2021) siang, puluhan orang lanjut usia (lansia) tampak sedang bersantai di teras kamar Griya Lansia Husnul Khotimah, Dusun Baran, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Puluhan lansia itu menghabiskan hari-harinya di sana setelah para relawan Griya Lansia Husnul Khotimah menemukannya terlantar di jalanan tanpa diketahui identitas dan sanak saudaranya.

"Rata-rata lansia yang tinggal di sini terlantar dan tanpa identitas, yang kami temukan di jalanan. Namun ada pula yang diketahui identitasnya, namun sanak saudaranya tidak berkenan merawatnya. Sehingga kami bawa ke sini," ungkap pria yang lebih dikenal sebagai Arif Camra itu.

Selama di Griya Lansia itu, menurut Arif, para lansia sehari-hari disibukkan dengan kegiatan keagamaan. Sebab, rerata dari mereka mempunyai riwayat yang kurang baik di masyarakat.

"Sehingga, kami bertekad agar di hari tuanya, mereka bisa mempunyai bekal religius," tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah berpofesi sebagai jurnalis itu menjelaskan latar belakang dari beberapa para lansia itu beragam.

Beberapa di antaranya juga berasal dari keluarga yang mampu. Bahkan ada pula mantan salah satu manajer perusahaan sampai eks penyanyi.

"Dan ada juga yang memang sengaja ditelantarkan oleh anak-anaknya. Kalau boleh cerita, ada beberapa orang lanjut usia di sini yang anaknya secara tertulis menyatakan tidak mau merawat orang tuanya, karena alasan kesibukan," tuturnya.

Lantas, untuk pembiayaan perawatan para lansia itu, Arif mengaku membiayainya secara mandiri. Juga dibantu beberapa donatur lepas.

"Untuk pembangunan griya ini, dulu kami dibantu oleh Yayasan Nurul Hayat," tuturnya.

"Alhamdulillah mulai berdiri sejak awal tahun 2021 lalu sampai saat ini selalu ada rejeki untuk biaya perawatan lansia malang ini tidak pernah kekurangan," sambungnya.

Padahal, biaya yang dihabiskan untuk perawatan para lansia serta operasionalnya berkisar di angka Rp50 juta lebih.

"Kalau beras berkisar habis 150 kilogram per bulan," katanya.

Ironisnya, bantuan dari pemerintah hingga saat ini belum pernah ada.

"Kalau bantuan dari pemerintah belum pernah ada," ujar Arif.

Sekilas, Arif menceritakan awal mula ide mendirikan Griya Lansia Husnul Khotimah itu bermula dari kegemarannya memosting anak yatim dan lansia terlantar di jalanan ke akun Facebooknya.

"Tujuan saya memosting itu agar para dermawan terketuk hatinya untuk membantu orang-orang terlantar tersebut," jelasnya.

Gayung pun bersambut, banyak dermawan yang antusias untuk memberi bantuan kepada orang-orang terlantar tersebut.

"Akhirnya saya pun mulai bersemangat untuk membuatkan tempat penampungan orang-orang lansia terlantar itu di sebuah tempat. Maka kemudian kami menggagas Griya Lansia Husnul Khotimah ini," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya