Duh, RS Ini Tunda Operasi karena Kurang Suplai Oksigen
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Duh, RS Ini Tunda Operasi karena Kurang Suplai Oksigen

...
RILIS.ID
Lampung
9 Juli 2021 - 9:42 WIB
Daerah | RILISID
...
Wakil Direktur RSUS Saiful Haris. Foto Istimewa

RILISID, Lampung — Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS) Bandarlampung, Lampung, kekurangan suplai oksigen sejak akhir Juni lalu. 

Kondisi itu membuat RSUS mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan penggunaan oksigen bagi pasien Covid-19.

Wakil Direktur RSUS Saiful Haris mengatakan, kelangkaan oksigen mulai dirasakan dengan semakin sedikitnya suplai yang diterima. Padahal, pasien Covid-19 yang dirawat di ICU sangat membutuhkan oksigen. 

Menurutnya, suplai kebutuhan oksigen di RSUS biasanya hanya 1,5 ton per hari. Namun sekarang meningkat 2 ton per hari.

Sementara, pasokan  dari Pabrik Aneka Gas menurun. Dari per tiga hari sebanyak 4 ton, sekarang empat hari sekali. Itu pun hanya 3,5 ton.

"Jadi masalahnya dobel, pasien naik tapi pasokan oksigen turun," ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (8/7/2021).

Saiful menerangkan, saat ini jumlah pasien Covid-19 di RSUS telah melebihi kapasitas yang disediakan: 165. 

Berdasarkan data di Kamis pagi, pasien Covid-19 mencapai 155 orang. Siang hari masuk kembali 16 pasien.

"Sebenarnya tetap bisa ditampung. Tapi untuk dinaikan kapasitasnya, kita harus pastikan terlebih dulu pasokan oksigennya," ujarnya. 

Saat ini, di ruang ICU ada enam pasien Covid-19 dengan menggunakan tekanan oksigen HSNC 50 liter per menit. Dibanding pasien di ruang biasa 5 sampai 10. Artinya 1 pasien ICU sama dengan 10 pasien biasa. 

"Kalau tekanan oksigennya turun dapat membahayakan pasien. Jadi kita prioritaskan yang di ICU," jelasnya. 

Karena kekurangan oksigen pula operasi bagi pasien dengan kategori tidak berat terpaksa ditunda.

"Tapi Alhamdulillah kemarin ada tujuh pasien yang dioperasi. Hari ini terjadwal 4 pasien," katanya. 

Dia menceritakan, sempat kejadian tabung oksigen sentral kosong sehingga dipakai tabung yang harus diganti tiap 1,5 jam. 

"Ini sangat berisiko bagi nakes, karena harus rajin memeriksa," pungkasnya. (*) 

Laporan Sulaiman, Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Duh, RS Ini Tunda Operasi karena Kurang Suplai Oksigen

...
RILIS.ID
Lampung
9 Juli 2021 - 9:42 WIB
Daerah | RILISID
...
Wakil Direktur RSUS Saiful Haris. Foto Istimewa

RILISID, Lampung — Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS) Bandarlampung, Lampung, kekurangan suplai oksigen sejak akhir Juni lalu. 

Kondisi itu membuat RSUS mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan penggunaan oksigen bagi pasien Covid-19.

Wakil Direktur RSUS Saiful Haris mengatakan, kelangkaan oksigen mulai dirasakan dengan semakin sedikitnya suplai yang diterima. Padahal, pasien Covid-19 yang dirawat di ICU sangat membutuhkan oksigen. 

Menurutnya, suplai kebutuhan oksigen di RSUS biasanya hanya 1,5 ton per hari. Namun sekarang meningkat 2 ton per hari.

Sementara, pasokan  dari Pabrik Aneka Gas menurun. Dari per tiga hari sebanyak 4 ton, sekarang empat hari sekali. Itu pun hanya 3,5 ton.

"Jadi masalahnya dobel, pasien naik tapi pasokan oksigen turun," ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (8/7/2021).

Saiful menerangkan, saat ini jumlah pasien Covid-19 di RSUS telah melebihi kapasitas yang disediakan: 165. 

Berdasarkan data di Kamis pagi, pasien Covid-19 mencapai 155 orang. Siang hari masuk kembali 16 pasien.

"Sebenarnya tetap bisa ditampung. Tapi untuk dinaikan kapasitasnya, kita harus pastikan terlebih dulu pasokan oksigennya," ujarnya. 

Saat ini, di ruang ICU ada enam pasien Covid-19 dengan menggunakan tekanan oksigen HSNC 50 liter per menit. Dibanding pasien di ruang biasa 5 sampai 10. Artinya 1 pasien ICU sama dengan 10 pasien biasa. 

"Kalau tekanan oksigennya turun dapat membahayakan pasien. Jadi kita prioritaskan yang di ICU," jelasnya. 

Karena kekurangan oksigen pula operasi bagi pasien dengan kategori tidak berat terpaksa ditunda.

"Tapi Alhamdulillah kemarin ada tujuh pasien yang dioperasi. Hari ini terjadwal 4 pasien," katanya. 

Dia menceritakan, sempat kejadian tabung oksigen sentral kosong sehingga dipakai tabung yang harus diganti tiap 1,5 jam. 

"Ini sangat berisiko bagi nakes, karena harus rajin memeriksa," pungkasnya. (*) 

Laporan Sulaiman, Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya