Diduga Cabuli 8 Anak Dibawah Umur, Oknum Guru Ngaji di Lampung Dipolisikan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Diduga Cabuli 8 Anak Dibawah Umur, Oknum Guru Ngaji di Lampung Dipolisikan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
17 Oktober 2021 - 21:47 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Oknum guru ngaji di Bandarlampung berinisial AA (40) dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pencabulan terhadap delapan anak dibawah umur.

Warga Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP) Kecamatan Kemiling itu dipolisikan pada Rabu (13/10/2021).

Namun sampai saat ini, polisi belum menangkap terlapor karena AA masih menghilang.

Kapolsek Kemiling Iptu Irwansyah mengatakan, setidaknya ada lima laporan yang masuk ke kantornya.

Karenanya, kasus ini telah dilimpahkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandarlampung.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana menyebutkan, dari penyidikan ada delapan anak yang diduga dicabuli.

Maka dari itu pihaknya masih menunggu laporan lain untuk melengkapi penyidikan kasus ini.

Lebih lanjut, Devi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan gelar perkara, mengumpulkan bukti, dan petunjuk.

"Meski terlapor tidak ada di rumah, kami sudah mengetahui identitasnya," ujar Devi dikutip dari Rilisid Lampung, Minggu (17/10/2021).

Terlapor dijerat Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau paling singkat lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. (*)

Laporan: Pandu Satria, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Diduga Cabuli 8 Anak Dibawah Umur, Oknum Guru Ngaji di Lampung Dipolisikan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
17 Oktober 2021 - 21:47 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Oknum guru ngaji di Bandarlampung berinisial AA (40) dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pencabulan terhadap delapan anak dibawah umur.

Warga Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP) Kecamatan Kemiling itu dipolisikan pada Rabu (13/10/2021).

Namun sampai saat ini, polisi belum menangkap terlapor karena AA masih menghilang.

Kapolsek Kemiling Iptu Irwansyah mengatakan, setidaknya ada lima laporan yang masuk ke kantornya.

Karenanya, kasus ini telah dilimpahkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandarlampung.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana menyebutkan, dari penyidikan ada delapan anak yang diduga dicabuli.

Maka dari itu pihaknya masih menunggu laporan lain untuk melengkapi penyidikan kasus ini.

Lebih lanjut, Devi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan gelar perkara, mengumpulkan bukti, dan petunjuk.

"Meski terlapor tidak ada di rumah, kami sudah mengetahui identitasnya," ujar Devi dikutip dari Rilisid Lampung, Minggu (17/10/2021).

Terlapor dijerat Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau paling singkat lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. (*)

Laporan: Pandu Satria, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya