Bos SGC dan Wagub Lampung Mangkir dari Panggilan JPU KPK
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bos SGC dan Wagub Lampung Mangkir dari Panggilan JPU KPK

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Mei 2021 - 23:27 WIB
Daerah | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. FOTO: DOK RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Upaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang untuk menghadirkan bos Sugar Grup Company (SGC) Purwanti Lee alias Nyonya Lee dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim belum terwujud.

Sebelumnya, majelis hakim telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) untuk dihadirkan dalam persidangan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa terkait kasus suap dan gratifikasi.

Namun, baik Nyonya Lee maupun Chusnunia atau Nunik tidak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang pada Kamis (27/5/2021).

Sedianya, agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi untuk dikonfrontasi dengan pernyataan terdakwa Mustafa.

Namun, Nunik berhalangan hadir karena sedang menjalani perawatan pasca jatuh pingsan di acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Tahun 2021 di Hotel Novotel Lampung pada 24 Mei 2021.

Menurut pihak keluarga, Nunik saat ini tengah dalam keadaan hamil. Sehingga, kondisi kesehatannya tidak stabil.

Sementara, Vice President SGC Purwanti Lee, menurut JPU tidak hadir tanpa memberikan keterangan resmi.

Adapun saksi yang hadir dalam sidang adalah anggota DPRD Lampung Midi Iswanto dan Khaidir Bujung, serta Ketua DPC PKB Lampung Tengah Slamet Anwar.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada lima saksi sesuai perintah majelis hakim.

"Kami berharap saksi-saksi tersebut dapat hadir pada persidangan, terlebih lagi klien kami sudah mengajukan JC (Justice Collaborator),” terang penasehat hukum Mustafa, M Yunus.

Dia meminta saksi dalam sidang ke depan dapat dihadirkan untuk memperjelas ke mana saja aliran uang dari Mustafa.

“Tidak adil jika semuanya dibebankan kepada terdakwa,” tegasnya seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id).

Puskamsikam (Pusat Kajian Masyarakat Anti Korupsi dan HAM) Fakultas Hukum Universitas Lampung sebagai mitra KPK yang turut hadir melakukan perekaman sidang.

Mereka menilai ketidakhadiran saksi membuat jalannya persidangan terganggu, terlebih saksi yang dipanggil merupakan sosok yang memiliki nama besar di Provinsi Lampung.

"Dalam persidangan hari ini, Mustafa menjelaskan bahwa ia akan membeberkan fakta-fakta baru apabila KPK mau bekerja sama dan menjadikannya justice collaborator,” papar Ridho Ardiansyah, anggota Puskamsikam.

Dia berkeinginan permintaan Mustafa disetujui sehingga dapat menjadi penerang dalam sidang yang sudah bergulir sejak 5 bulan lalu. (*)

 

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Bos SGC dan Wagub Lampung Mangkir dari Panggilan JPU KPK

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Mei 2021 - 23:27 WIB
Daerah | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. FOTO: DOK RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Upaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang untuk menghadirkan bos Sugar Grup Company (SGC) Purwanti Lee alias Nyonya Lee dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim belum terwujud.

Sebelumnya, majelis hakim telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) untuk dihadirkan dalam persidangan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa terkait kasus suap dan gratifikasi.

Namun, baik Nyonya Lee maupun Chusnunia atau Nunik tidak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang pada Kamis (27/5/2021).

Sedianya, agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi untuk dikonfrontasi dengan pernyataan terdakwa Mustafa.

Namun, Nunik berhalangan hadir karena sedang menjalani perawatan pasca jatuh pingsan di acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Tahun 2021 di Hotel Novotel Lampung pada 24 Mei 2021.

Menurut pihak keluarga, Nunik saat ini tengah dalam keadaan hamil. Sehingga, kondisi kesehatannya tidak stabil.

Sementara, Vice President SGC Purwanti Lee, menurut JPU tidak hadir tanpa memberikan keterangan resmi.

Adapun saksi yang hadir dalam sidang adalah anggota DPRD Lampung Midi Iswanto dan Khaidir Bujung, serta Ketua DPC PKB Lampung Tengah Slamet Anwar.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada lima saksi sesuai perintah majelis hakim.

"Kami berharap saksi-saksi tersebut dapat hadir pada persidangan, terlebih lagi klien kami sudah mengajukan JC (Justice Collaborator),” terang penasehat hukum Mustafa, M Yunus.

Dia meminta saksi dalam sidang ke depan dapat dihadirkan untuk memperjelas ke mana saja aliran uang dari Mustafa.

“Tidak adil jika semuanya dibebankan kepada terdakwa,” tegasnya seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id).

Puskamsikam (Pusat Kajian Masyarakat Anti Korupsi dan HAM) Fakultas Hukum Universitas Lampung sebagai mitra KPK yang turut hadir melakukan perekaman sidang.

Mereka menilai ketidakhadiran saksi membuat jalannya persidangan terganggu, terlebih saksi yang dipanggil merupakan sosok yang memiliki nama besar di Provinsi Lampung.

"Dalam persidangan hari ini, Mustafa menjelaskan bahwa ia akan membeberkan fakta-fakta baru apabila KPK mau bekerja sama dan menjadikannya justice collaborator,” papar Ridho Ardiansyah, anggota Puskamsikam.

Dia berkeinginan permintaan Mustafa disetujui sehingga dapat menjadi penerang dalam sidang yang sudah bergulir sejak 5 bulan lalu. (*)

 

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya