Bertebaran Spanduk Tolak Pemudik: Kamu Enak Mudik, tapi Jangan Pulang Bawa Penyakit
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bertebaran Spanduk Tolak Pemudik: Kamu Enak Mudik, tapi Jangan Pulang Bawa Penyakit

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 Mei 2021 - 19:27 WIB
Daerah | RILISID
...
Warga Kampung Nengnong memasang spanduk penolakan pemudik tanpa swab antigen. Foto: Rilis.id/Doni Marhendro

RILISID, Tangerang Selatan — Spanduk berisi penolakan masyarakat terhadap pemudik yang akan melakukan arus balik bertebaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (16/5/2021).

Pantauan Rilis.id di Kampung Cisauk Sinyal, Kecamatan Cisauk, Tangerang, terpampang spanduk bertuliskan ”Warga Kampung Cisauk Sinyal menolak pemudik yang balik tanpa test swab antigen. Kamu enak mudik tapi jangan pulang bawa penyakit”.

Selain Cisauk Sinyal, penolakan masyarakat juga terjadi di Kampung Nengnong dan beberapa kecamatan lainnya di wilayah hukum Polres Tangsel.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan penolakan warga merupakan sebuah gerakan yang positif.

Menurut Benyamin, spanduk penolakan yang meminta pemudik harus menunjukkan swab antigen merupakan keinginan masyarakat dalam mencerminkan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungannya.

"Keinginan masyarakat tersebut sangat positif, mencerminkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Mantan wakil wali kota Tangsel itu berujar, bahwa para pemudik yang nekat melakukan perjalanan ke kampung halaman, kini harus bisa mengikuti kehendak warga setempat.

"Mudik sudah dilarang sejak awal oleh pemerintah, dan mereka yang tetap mudik sekarang harus mengikuti kehendak warga setempat yang ingin lingkungannya sehat," tuturnya.

Sementara itu, Polres Tangsel sendiri telah melakukan pemeriksaan di pos penyekatan yang berada di Jalan Raya Gatot Subroto KM 10, Bitung, Tangerang.

Personel Polres dibantu petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP dan Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara random.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara random kepada masyarakat yang melakukan arus balik mulai dari Pos Bitung, Polsek Cisauk hingga pos perbatasan.

Hasilnya, dari 750 warga yang diperiksa di beberapa pos dan polsek menunjukkan hasil negatif.

"Jumlah masyarakat yang telah diperiksa swab antigen di Pos Bitung sebanyak 125 orang, dan hasilnya negatif semua. Total warga yang diperiksa untuk sementara 750 orang dan hasilnya negatif," jelasnya.

Iman menegaskan pemeriksaan swab antigen pada arus balik lebaran dilakukan tanpa pungutan biaya alias gratis.

”Kami berharap warga bersedia untuk dilakukan pemeriksaan sebelum memasuki wilayah tujuan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Bertebaran Spanduk Tolak Pemudik: Kamu Enak Mudik, tapi Jangan Pulang Bawa Penyakit

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 Mei 2021 - 19:27 WIB
Daerah | RILISID
...
Warga Kampung Nengnong memasang spanduk penolakan pemudik tanpa swab antigen. Foto: Rilis.id/Doni Marhendro

RILISID, Tangerang Selatan — Spanduk berisi penolakan masyarakat terhadap pemudik yang akan melakukan arus balik bertebaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (16/5/2021).

Pantauan Rilis.id di Kampung Cisauk Sinyal, Kecamatan Cisauk, Tangerang, terpampang spanduk bertuliskan ”Warga Kampung Cisauk Sinyal menolak pemudik yang balik tanpa test swab antigen. Kamu enak mudik tapi jangan pulang bawa penyakit”.

Selain Cisauk Sinyal, penolakan masyarakat juga terjadi di Kampung Nengnong dan beberapa kecamatan lainnya di wilayah hukum Polres Tangsel.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan penolakan warga merupakan sebuah gerakan yang positif.

Menurut Benyamin, spanduk penolakan yang meminta pemudik harus menunjukkan swab antigen merupakan keinginan masyarakat dalam mencerminkan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungannya.

"Keinginan masyarakat tersebut sangat positif, mencerminkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Mantan wakil wali kota Tangsel itu berujar, bahwa para pemudik yang nekat melakukan perjalanan ke kampung halaman, kini harus bisa mengikuti kehendak warga setempat.

"Mudik sudah dilarang sejak awal oleh pemerintah, dan mereka yang tetap mudik sekarang harus mengikuti kehendak warga setempat yang ingin lingkungannya sehat," tuturnya.

Sementara itu, Polres Tangsel sendiri telah melakukan pemeriksaan di pos penyekatan yang berada di Jalan Raya Gatot Subroto KM 10, Bitung, Tangerang.

Personel Polres dibantu petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP dan Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara random.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara random kepada masyarakat yang melakukan arus balik mulai dari Pos Bitung, Polsek Cisauk hingga pos perbatasan.

Hasilnya, dari 750 warga yang diperiksa di beberapa pos dan polsek menunjukkan hasil negatif.

"Jumlah masyarakat yang telah diperiksa swab antigen di Pos Bitung sebanyak 125 orang, dan hasilnya negatif semua. Total warga yang diperiksa untuk sementara 750 orang dan hasilnya negatif," jelasnya.

Iman menegaskan pemeriksaan swab antigen pada arus balik lebaran dilakukan tanpa pungutan biaya alias gratis.

”Kami berharap warga bersedia untuk dilakukan pemeriksaan sebelum memasuki wilayah tujuan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya