Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad Sujud Syukur
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad Sujud Syukur

...
RILIS.ID
Bandarlampung
17 Agustus 2021 - 19:50 WIB
Daerah | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad saat sujud syukur di depan Lapas Rajabasa, Selasa (17/8/2021). FOTO: Sulaiman/Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Andy Achmad Sampurna Jaya dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas IA Rajabasa, Bandarlampung bertepatan dengan HUT ke-76 RI, Selasa (17/8/2021).

Kanjeng -sapaan Andy Achmad Sampurna Jaya-  adalah terpidana korupsi APBD Pemkab Lamteng 2008. Saat menjabat bupati, ia memindahkan kas daerah Rp28 miliar dari Bank Lampung ke bank swasta yakni Bank Tripanca.

Sementara, aturannya kas daerah tidak boleh disimpan di bank swasta. Bank Tripanca juga akhirnya dinyatakan likuidasi.

Karena perbuatannya itu, Kanjeng diperiksa Polda Lampung hingga ia dinyatakan tersangka. Ia pun sempat dinyatakan DPO oleh penyidik lantaran sempat melarikan diri hingga akhirnya ia ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Kedamaian saat pulang dari pelariannya.

Namun, saat di persidangan, Kanjeng malah divonis bebas oleh Hakim PN Tipikor Tanjungkarang, Lampung. Kala itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya 10 tahun penjara.

Pihak Kejaksaan lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hingga akhirnya MA membatalkan vonis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Bahkan, tuntutan JPU 10 tahun penjara ditambah dua tahun oleh hakim MA dengan memvonis Kanjeng 12 tahun penjara.

Kanjeng juga didenda sebesar Rp500 juta. Jika denda itu tak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara enam bulan.

Tak hanya menambah dua tahun penjara dari tuntutan JPU, Hakim MA juga memutuskan bahwa Kanjeng harus membayar uang pengganti sebesar Rp20,5 miliar.

Usai mendapat vonis MA itu, Kanjeng pun sempat melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkaranya tersebut. Namun MA menolak permohonannya.

Sementara saat ditemui di Lapas Rajabasa Selasa (17/8/2021), Kanjeng mengatakan, apa yang dialaminya merupakan perjalanan yang dikehendaki Allah SWT.

”Selalu berpikir positif, Hablumminallah kita jalani saja,” ujarnya.

”Alhamdulillah perjalanan ini semua kehendak Allah, jadi kalau saya berpikir negatif saya tidak sehat seperti ini,” katanya lagi.

Ia mengaku sempat menjadi Ketua Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim Daruttaubah Lapas. Ia pun menganggap Lapas adalah rumahnya sendiri sehingga mudah bermusyawarah.

”Jadikan Lapas ini rumah, jadi kita berbuat baik, kita mau bersihkan dan lebih nyaman,” pesannya.

Kanjeng menyatakan, setelah bebas ia akan beristirahat terlebih dahulu dan menjalankan hobinya yakni menciptakan lagu.

Sementara, Kepala Lapas Rajabasa Maizar menjelaskan, Kanjeng dibebaskan bersyarat lantaran sudah membayar denda Rp500 juta pada 10 Agustus 2021.

”Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibebaskan tepat pada 17 Agustus 2021 bertepatan dengan hari kemerdekaan. Mudah-mudahan beliau bisa beraktivitas dan menjalani kehidupan yang baru,” harapnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilis.id Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad Sujud Syukur

...
RILIS.ID
Bandarlampung
17 Agustus 2021 - 19:50 WIB
Daerah | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad saat sujud syukur di depan Lapas Rajabasa, Selasa (17/8/2021). FOTO: Sulaiman/Rilis.id

RILISID, Bandarlampung — Mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Andy Achmad Sampurna Jaya dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas IA Rajabasa, Bandarlampung bertepatan dengan HUT ke-76 RI, Selasa (17/8/2021).

Kanjeng -sapaan Andy Achmad Sampurna Jaya-  adalah terpidana korupsi APBD Pemkab Lamteng 2008. Saat menjabat bupati, ia memindahkan kas daerah Rp28 miliar dari Bank Lampung ke bank swasta yakni Bank Tripanca.

Sementara, aturannya kas daerah tidak boleh disimpan di bank swasta. Bank Tripanca juga akhirnya dinyatakan likuidasi.

Karena perbuatannya itu, Kanjeng diperiksa Polda Lampung hingga ia dinyatakan tersangka. Ia pun sempat dinyatakan DPO oleh penyidik lantaran sempat melarikan diri hingga akhirnya ia ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Kedamaian saat pulang dari pelariannya.

Namun, saat di persidangan, Kanjeng malah divonis bebas oleh Hakim PN Tipikor Tanjungkarang, Lampung. Kala itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya 10 tahun penjara.

Pihak Kejaksaan lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hingga akhirnya MA membatalkan vonis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Bahkan, tuntutan JPU 10 tahun penjara ditambah dua tahun oleh hakim MA dengan memvonis Kanjeng 12 tahun penjara.

Kanjeng juga didenda sebesar Rp500 juta. Jika denda itu tak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara enam bulan.

Tak hanya menambah dua tahun penjara dari tuntutan JPU, Hakim MA juga memutuskan bahwa Kanjeng harus membayar uang pengganti sebesar Rp20,5 miliar.

Usai mendapat vonis MA itu, Kanjeng pun sempat melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkaranya tersebut. Namun MA menolak permohonannya.

Sementara saat ditemui di Lapas Rajabasa Selasa (17/8/2021), Kanjeng mengatakan, apa yang dialaminya merupakan perjalanan yang dikehendaki Allah SWT.

”Selalu berpikir positif, Hablumminallah kita jalani saja,” ujarnya.

”Alhamdulillah perjalanan ini semua kehendak Allah, jadi kalau saya berpikir negatif saya tidak sehat seperti ini,” katanya lagi.

Ia mengaku sempat menjadi Ketua Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim Daruttaubah Lapas. Ia pun menganggap Lapas adalah rumahnya sendiri sehingga mudah bermusyawarah.

”Jadikan Lapas ini rumah, jadi kita berbuat baik, kita mau bersihkan dan lebih nyaman,” pesannya.

Kanjeng menyatakan, setelah bebas ia akan beristirahat terlebih dahulu dan menjalankan hobinya yakni menciptakan lagu.

Sementara, Kepala Lapas Rajabasa Maizar menjelaskan, Kanjeng dibebaskan bersyarat lantaran sudah membayar denda Rp500 juta pada 10 Agustus 2021.

”Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibebaskan tepat pada 17 Agustus 2021 bertepatan dengan hari kemerdekaan. Mudah-mudahan beliau bisa beraktivitas dan menjalani kehidupan yang baru,” harapnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilis.id Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya