Bakso Sony Tak Kunjung Bayar Pajak Rp14 Miliar, Wali Kota Perintahkan Tutup
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bakso Sony Tak Kunjung Bayar Pajak Rp14 Miliar, Wali Kota Perintahkan Tutup

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 22:31 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony. Foto: Sulaiman

RILISID, Jakarta — Kesabaran Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menghadapi Bakso Sonhaji Sony atau dikenal Bakso Sony, nampaknya sudah habis.

Pasalnya, pihak Bakso Sony benar-benar menganggap remeh Pemkot Bandarlampung terkait tunggakan pajak senilai Rp14 miliar.

Padahal, Pemkot Bandarlampung sudah dua bulan berlalu namun Bakso Sony tak kunjung menunjukkan itikad baik. Konflik ini awalnya mencuat pada 3 Juli 2021.

Hingga saat ini, manajemen bakso dengan 18 gerai di Bandarlampung itu belum membayar pajak dan enggan memasang tapping box.

Malah sejak pamitan untuk hengkang pada 3 Juli itu, sampai kini Bakso Sony masih beroperasional. Tak ada tanda-tanda hengkang.

Karena hal itu, Pemkot memastikan akan menutup semua gerai Bakso Sony di Bandarlampung. Sebelumnya, sudah enam gerai yang disegel.

"Sudah lapor ke Wali Kota dan Bu Wali telah menyuruh aksi," ujar Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung Yanwardi, Kamis (16/9/2021).


Namun, Yanwardi masih merahasiakan kapan semua gerai Bakso Sony akan disegel.

"Tapi kita belum bisa kasih tahu kapan, takut bocor," ujarnya.

Yanwardi menjelaskan, pihaknya sudah memberikan kelonggaran terhadap manajemen. Mulai dari penutupan satu gerai hingga enam gerai.

Ditambah dispensasi waktu karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), masih juga belum ada itikad baik dari manajemen.

"Kita tunggu saja aksinya. Ini uang rakyat (pajak) masyarakat bisa komplain. Di bawa ke mana uang itu?" tandasnya.

Sementara, pengelola Bakso Sony belum juga angkat suara terkait hal itu.

Wartawan media ini beberapa kali berupaya meminta konfirmasi ke pemilik Bakso Sony. Mulai mendatangi gerai-gerainya sampai telepon.

Namun, Haji Sony, owner yang sudah 40 tahun berkecimpung di penjualan bakso ini memilih bungkam.

Diketahui, sejak Agustus 2018 Bakso Sony tidak pernah memaksimalkan tapping box.

Jika per bulan dengan asumsi minimal pajak yang tak dibayar Rp400 juta, maka sejak Agustus 2018 hingga Juni 2021 Bakso Sony diperkirakan menunggak Rp14 miliar. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Bakso Sony Tak Kunjung Bayar Pajak Rp14 Miliar, Wali Kota Perintahkan Tutup

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 22:31 WIB
Daerah | RILISID
...
Bakso Sony. Foto: Sulaiman

RILISID, Jakarta — Kesabaran Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menghadapi Bakso Sonhaji Sony atau dikenal Bakso Sony, nampaknya sudah habis.

Pasalnya, pihak Bakso Sony benar-benar menganggap remeh Pemkot Bandarlampung terkait tunggakan pajak senilai Rp14 miliar.

Padahal, Pemkot Bandarlampung sudah dua bulan berlalu namun Bakso Sony tak kunjung menunjukkan itikad baik. Konflik ini awalnya mencuat pada 3 Juli 2021.

Hingga saat ini, manajemen bakso dengan 18 gerai di Bandarlampung itu belum membayar pajak dan enggan memasang tapping box.

Malah sejak pamitan untuk hengkang pada 3 Juli itu, sampai kini Bakso Sony masih beroperasional. Tak ada tanda-tanda hengkang.

Karena hal itu, Pemkot memastikan akan menutup semua gerai Bakso Sony di Bandarlampung. Sebelumnya, sudah enam gerai yang disegel.

"Sudah lapor ke Wali Kota dan Bu Wali telah menyuruh aksi," ujar Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung Yanwardi, Kamis (16/9/2021).


Namun, Yanwardi masih merahasiakan kapan semua gerai Bakso Sony akan disegel.

"Tapi kita belum bisa kasih tahu kapan, takut bocor," ujarnya.

Yanwardi menjelaskan, pihaknya sudah memberikan kelonggaran terhadap manajemen. Mulai dari penutupan satu gerai hingga enam gerai.

Ditambah dispensasi waktu karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), masih juga belum ada itikad baik dari manajemen.

"Kita tunggu saja aksinya. Ini uang rakyat (pajak) masyarakat bisa komplain. Di bawa ke mana uang itu?" tandasnya.

Sementara, pengelola Bakso Sony belum juga angkat suara terkait hal itu.

Wartawan media ini beberapa kali berupaya meminta konfirmasi ke pemilik Bakso Sony. Mulai mendatangi gerai-gerainya sampai telepon.

Namun, Haji Sony, owner yang sudah 40 tahun berkecimpung di penjualan bakso ini memilih bungkam.

Diketahui, sejak Agustus 2018 Bakso Sony tidak pernah memaksimalkan tapping box.

Jika per bulan dengan asumsi minimal pajak yang tak dibayar Rp400 juta, maka sejak Agustus 2018 hingga Juni 2021 Bakso Sony diperkirakan menunggak Rp14 miliar. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya