BMKG: Curah Hujan Cilacap Meningkat 100 Persen Akibat La Nina
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

BMKG: Curah Hujan Cilacap Meningkat 100 Persen Akibat La Nina

...
RILIS.ID
Jakarta
2 November 2020 - 13:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Banjir di Jakarta pada Januari 2020. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILISID, Jakarta — Fenomena La Nina moderat yang terjadi sejak Oktober 2020 telah meningkatkan curah hujan sampai lebih dari 100 persen di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kata Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

"Berdasarkan analisis kami terhadap akumulasi curah hujan bulan Oktober di Kabupaten Cilacap, khususnya wilayah timur dan selatan terjadi peningkatan lebih dari 100 persen jika dibandingkan saat kondisi normal tanpa ada pengaruh La Nina moderat," katanya di Cilacap, Senin (2/11/2020).

Dia mencontohkan, selama Oktober akumulasi curah hujan di wilayah Kecamatan Binangun mencapai 791 milimeter, Kecamatan Adipala mencapai 815 milimeter, dan Cilacap Kota mencapai 750 milimeter.

"Padahal dalam kondisi normal curah hujan pada bulan Oktober di Cilacap bagian selatan dan timur sebesar 328 milimeter," ucap Teguh.

Teguh mengimbau warga Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina moderat, yang diprakirakan masih memengaruhi curah hujan selama November 2020.

Ia mengatakan, menurut prakiraan curah hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jawa Tengah masih tinggi selama November.

"Curah hujan pada bulan November untuk wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen diprakirakan berkisar 300 milimeter sampai di atas 500 milimeter. Jadi, kriterianya tinggi sampai sangat tinggi," ujarnya.

Teguh mengatakan bahwa sifat hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan sebagian pegunungan tengah secara umum masuk dalam kategori normal, namun ada beberapa daerah yang curah hujannya masuk kategori di atas normal.

"Itu karena La Nina moderat diprediksikan berpengaruh pada bulan Oktober hingga November, sedangkan bulan Desember-Januari memang puncak musim hujan. Dengan demikian, hujan ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi sampai bulan Januari," katanya.

Dia mengatakan bahwa puncak musim hujan di wilayah Cilacap bagian selatan dan timur diprakirakan berlangsung Oktober-November.

Akan tetapi, ia melanjutkan, wilayah Cilacap bagian barat dan tengah mesti tetap waspada sampai Januari 2021 karena selain menghadapi pengaruh fenomena La Nina moderat juga memasuki masa puncak musim hujan.

"Jadi, paling tidak harus waspada sampai bulan Januari," ungkapnya.

Fenomena La Nina moderat telah menyebabkan peningkatan curah hujan yang memicu banjir di bagian timur Kabupaten Cilacap dan bagian tenggara Kabupaten Banyumas.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

BMKG: Curah Hujan Cilacap Meningkat 100 Persen Akibat La Nina

...
RILIS.ID
Jakarta
2 November 2020 - 13:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Banjir di Jakarta pada Januari 2020. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILISID, Jakarta — Fenomena La Nina moderat yang terjadi sejak Oktober 2020 telah meningkatkan curah hujan sampai lebih dari 100 persen di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kata Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

"Berdasarkan analisis kami terhadap akumulasi curah hujan bulan Oktober di Kabupaten Cilacap, khususnya wilayah timur dan selatan terjadi peningkatan lebih dari 100 persen jika dibandingkan saat kondisi normal tanpa ada pengaruh La Nina moderat," katanya di Cilacap, Senin (2/11/2020).

Dia mencontohkan, selama Oktober akumulasi curah hujan di wilayah Kecamatan Binangun mencapai 791 milimeter, Kecamatan Adipala mencapai 815 milimeter, dan Cilacap Kota mencapai 750 milimeter.

"Padahal dalam kondisi normal curah hujan pada bulan Oktober di Cilacap bagian selatan dan timur sebesar 328 milimeter," ucap Teguh.

Teguh mengimbau warga Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina moderat, yang diprakirakan masih memengaruhi curah hujan selama November 2020.

Ia mengatakan, menurut prakiraan curah hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jawa Tengah masih tinggi selama November.

"Curah hujan pada bulan November untuk wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen diprakirakan berkisar 300 milimeter sampai di atas 500 milimeter. Jadi, kriterianya tinggi sampai sangat tinggi," ujarnya.

Teguh mengatakan bahwa sifat hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan sebagian pegunungan tengah secara umum masuk dalam kategori normal, namun ada beberapa daerah yang curah hujannya masuk kategori di atas normal.

"Itu karena La Nina moderat diprediksikan berpengaruh pada bulan Oktober hingga November, sedangkan bulan Desember-Januari memang puncak musim hujan. Dengan demikian, hujan ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi sampai bulan Januari," katanya.

Dia mengatakan bahwa puncak musim hujan di wilayah Cilacap bagian selatan dan timur diprakirakan berlangsung Oktober-November.

Akan tetapi, ia melanjutkan, wilayah Cilacap bagian barat dan tengah mesti tetap waspada sampai Januari 2021 karena selain menghadapi pengaruh fenomena La Nina moderat juga memasuki masa puncak musim hujan.

"Jadi, paling tidak harus waspada sampai bulan Januari," ungkapnya.

Fenomena La Nina moderat telah menyebabkan peningkatan curah hujan yang memicu banjir di bagian timur Kabupaten Cilacap dan bagian tenggara Kabupaten Banyumas.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya