Arinal Minta Anak Buahnya Tak Cepat Berpuas Diri Meski Ekonomi Lampung Tertinggi se-Sumatera
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Arinal Minta Anak Buahnya Tak Cepat Berpuas Diri Meski Ekonomi Lampung Tertinggi se-Sumatera

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Agustus 2021 - 11:35 WIB
Daerah | RILISID
...
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Meski diterjang pandemi selama hampir satu setengah tahun, ekonomi Lampung pada triwulan II-2021 berhasil tumbuh positif sebesar 5,03 persen (year on year/yoy).

Jika dibandingkan triwulan pertama 2021 lalu, ekonomi Lampung pada triwulan kedua ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,69 persen.

Kendati demikian, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta anak buahnya tidak cepat berpuas diri atas pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini.

Sebab menurut Arinal, Pemprov Lampung masih memiliki tugas berat menangani pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang semakin tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir.

"Jangan cepat berpuas diri karena tugas kita masih berat ke depan, terutama memprioritaskan penanganan Covid-19," kata Arinal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8/2021).

Ke depan, lanjut Arinal, Pemprov akan memetakan ekonomi kerakyatan dengan beberapa sektor unggulan. Karena menurutnya, Lampung sebagai daerah penghasil komoditas pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan.

"Kita akan petakan ekonomi kerakyatan ini dengan sektor-sektor unggulan yang ada di sejumlah kabupaten dan kota," ujarnya.

Sehingga, masih kata Arinal, pertumbuhan perekonomian tidak hanya batas standar mengungguli provinsi-provinsi lain di Sumatera.

"Kita semua tidak boleh lalai, kita harus mampu mengendalikan dan menjalankan prinsip-prinsip program pembangunan yang menumbuhkan ekonomi terutama ekonomi kerakyatan," imbuhnya.

Karena menurut Arinal, ekonomi kerakyatan selama ini belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meski potensinya melimpah.

"Karena SDA (sumber daya alam) bagus, pusat ekonomi dekat, kesulitan pertanian tetap bisa diatasi. Kalau ekonomi bagus, kesehatan bagus, pendidikan bagus, infrastruktur bergantung pertumbuhan ekonomi yang artinya penerapan anggaran kita tepat," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan kedua secara q-to-q dengan triwulan I-2021 paling tinggi di Sumatera sebesar 6,69 persen.

Tren menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Lampung di triwulan II-2021 tumbuh 5,03 persen atau membaik apabila dibandingkan dengan triwulan I-2021 yang terkontraksi minus 2,10 persen.

Hal ini memberikan indikasi umum bahwa program yang telah dilakukan Pemprov Lampung memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dibandingkan provinsi lainnya di Sumatera.

Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan mengatakan beberapa faktor memang mempengaruhi pertumbuhan positif ekonomi Lampung pada triwulan II-2021.

Pertama, panen raya padi pada akhir triwulan I-2021 masih berlanjut hingga triwulan II-2021. Kedua, produksi manggis bisa tembus pasar ekspor luar negeri.

Ketiga, mulai musim giling tebu. Keempat, momen Lebaran telah memicu peningkatan kebutuhan daging dan telur serta produk makanan minuman.

Selanjutnya, peningkatan pertumbuhan baik secara q-to-q maupun secara yoy pada kategori jasa kesehatan karena semakin masifnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19; nilai ekspor luar negeri pada triwulan II-2021 mencapai 1.021,71 juta US$ atau meningkat 4,78 persen (q-to-q) dan 57,13 persen (yoy); pertumbuhan realisasi belanja pegawai APBN mencapai 70,31 persen (q-to-q) dan 31,84 persen (yoy).

Untuk realisasi belanja pegawai APBD mencapai 87,39 persen (q-to-q) dan mencapai 8,29 persen (yoy). Kemudian pertumbuhan realisasi belanja barang APBN mencapai 81,49 persen (q-to-q) dan 28,36 persen (yoy).

Untuk realisasi belanja barang APBD mencapai 152,20 persen (q-to-q) dan mencapai 31,76 persen (yoy); realisasi belanja bantuan sosial APBN meningkat 129,98 persen (q-to-q) dan 46,46 persen (yoy); realisasi belanja bantuan sosial APBD meningkat 348,54 persen (q-to-q) dan 248,07 persen (yoy).

"Kenaikan perekonomian dari berbagai faktor inilah yang membuat Lampung menunjukan nilai pertumbuhan ekonomi yang positif," ujar Mulyadi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Arinal Minta Anak Buahnya Tak Cepat Berpuas Diri Meski Ekonomi Lampung Tertinggi se-Sumatera

...
RILIS.ID
Bandarlampung
6 Agustus 2021 - 11:35 WIB
Daerah | RILISID
...
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Meski diterjang pandemi selama hampir satu setengah tahun, ekonomi Lampung pada triwulan II-2021 berhasil tumbuh positif sebesar 5,03 persen (year on year/yoy).

Jika dibandingkan triwulan pertama 2021 lalu, ekonomi Lampung pada triwulan kedua ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,69 persen.

Kendati demikian, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta anak buahnya tidak cepat berpuas diri atas pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini.

Sebab menurut Arinal, Pemprov Lampung masih memiliki tugas berat menangani pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang semakin tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir.

"Jangan cepat berpuas diri karena tugas kita masih berat ke depan, terutama memprioritaskan penanganan Covid-19," kata Arinal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8/2021).

Ke depan, lanjut Arinal, Pemprov akan memetakan ekonomi kerakyatan dengan beberapa sektor unggulan. Karena menurutnya, Lampung sebagai daerah penghasil komoditas pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan.

"Kita akan petakan ekonomi kerakyatan ini dengan sektor-sektor unggulan yang ada di sejumlah kabupaten dan kota," ujarnya.

Sehingga, masih kata Arinal, pertumbuhan perekonomian tidak hanya batas standar mengungguli provinsi-provinsi lain di Sumatera.

"Kita semua tidak boleh lalai, kita harus mampu mengendalikan dan menjalankan prinsip-prinsip program pembangunan yang menumbuhkan ekonomi terutama ekonomi kerakyatan," imbuhnya.

Karena menurut Arinal, ekonomi kerakyatan selama ini belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meski potensinya melimpah.

"Karena SDA (sumber daya alam) bagus, pusat ekonomi dekat, kesulitan pertanian tetap bisa diatasi. Kalau ekonomi bagus, kesehatan bagus, pendidikan bagus, infrastruktur bergantung pertumbuhan ekonomi yang artinya penerapan anggaran kita tepat," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan kedua secara q-to-q dengan triwulan I-2021 paling tinggi di Sumatera sebesar 6,69 persen.

Tren menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Lampung di triwulan II-2021 tumbuh 5,03 persen atau membaik apabila dibandingkan dengan triwulan I-2021 yang terkontraksi minus 2,10 persen.

Hal ini memberikan indikasi umum bahwa program yang telah dilakukan Pemprov Lampung memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dibandingkan provinsi lainnya di Sumatera.

Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan mengatakan beberapa faktor memang mempengaruhi pertumbuhan positif ekonomi Lampung pada triwulan II-2021.

Pertama, panen raya padi pada akhir triwulan I-2021 masih berlanjut hingga triwulan II-2021. Kedua, produksi manggis bisa tembus pasar ekspor luar negeri.

Ketiga, mulai musim giling tebu. Keempat, momen Lebaran telah memicu peningkatan kebutuhan daging dan telur serta produk makanan minuman.

Selanjutnya, peningkatan pertumbuhan baik secara q-to-q maupun secara yoy pada kategori jasa kesehatan karena semakin masifnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19; nilai ekspor luar negeri pada triwulan II-2021 mencapai 1.021,71 juta US$ atau meningkat 4,78 persen (q-to-q) dan 57,13 persen (yoy); pertumbuhan realisasi belanja pegawai APBN mencapai 70,31 persen (q-to-q) dan 31,84 persen (yoy).

Untuk realisasi belanja pegawai APBD mencapai 87,39 persen (q-to-q) dan mencapai 8,29 persen (yoy). Kemudian pertumbuhan realisasi belanja barang APBN mencapai 81,49 persen (q-to-q) dan 28,36 persen (yoy).

Untuk realisasi belanja barang APBD mencapai 152,20 persen (q-to-q) dan mencapai 31,76 persen (yoy); realisasi belanja bantuan sosial APBN meningkat 129,98 persen (q-to-q) dan 46,46 persen (yoy); realisasi belanja bantuan sosial APBD meningkat 348,54 persen (q-to-q) dan 248,07 persen (yoy).

"Kenaikan perekonomian dari berbagai faktor inilah yang membuat Lampung menunjukan nilai pertumbuhan ekonomi yang positif," ujar Mulyadi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya