Anak Buahnya Keroyok Warga saat Urus KK, Kadisdukcapil Sebut Sudah Biasa
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Anak Buahnya Keroyok Warga saat Urus KK, Kadisdukcapil Sebut Sudah Biasa

...
RILIS.ID
Bandarlampung
1 September 2021 - 23:15 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadisdukcapil Kota Bandarlampung A. Zainudin. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Aksi main hakim oknum petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandarlampung terhadap warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan, mendapat pembelaan dari sang pimpinan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Bandarlampung A. Zainudin menyebut adu mulut antara petugas dan warga sudah biasa terjadi dalam pelayanan publik.

Pernyataan Zainudin ini merespons dugaan penggeroyokan terhadap warga bernama Rendi Aditia (23), warga Lampung Barat yang indekos di Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung, pada Rabu (1/9/2021) siang.

Zainudin mengaku sudah langsung menegur anak buahnya beberapa saat setelah kejadian tersebut.

"Kita minta petugas saat melakukan pelayanan untuk sabar," ujar saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (1/9).

Zainuddin mengatakan, saat kejadian pihaknya sudah memanggil korban dan menyelesaikan masalahnya.

"Sudah saya selesaikan dan sudah minta maaf. Tapi kalau dia melapor ke polisi nggak tahu kita," katanya.

Ia juga mengaku sudah memanggil pimpinan-pimpinan di bidang pengurusan Kartu Keluarga (KK) tersebut.

"Sudah saya tanya bagaimana kronologinya juga," tuturnya.

Sebelumnya, oknum petugas Disdukcapil Bandarlampung diduga menggeroyok Rendi Aditia. Saat itu, pemuda 23 tahun itu sedang membantu temannya mengurus kartu keluarga (KK).

Bukannya mendapat pelayanan prima, Rendi malah jadi korban pengeroyokan oknum petugas Disdukcapil Bandarlampung.

Rendi menceritakan awalnya ia mengantar kawannya untuk memperbaiki KK karena nama yang tertulis salah.

Namun, oknum petugas Disdukcapil malah ngotot dan meminta Rendi mengurus dari awal dengan membawa akte kelahiran dan persyaratan lainnya. Akhirnya terjadi cekcok dan pemukulan.

"Kemudian saya ditendang hingga jatuh dan diinjek-injek. Langsung yang lain pada datang, hampir puluhan orang pakai baju putih (pegawai) ikut memukuli saya di kepala, punggung, kaki," ujarnya.

Rendi pun telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bandarlampung.

Sementara itu, Anita (25), pemilik KK mengaku, awalnya terjadi adu mulut dengan oknum petugas. Karena dibentak, Rendi tidak terima sehingga berkelahi.

"Rendi ditendang duluan, sampai jatuh terus dipukuli sama yang lain juga. Kepalanya Rendi juga dipukul," ungkapnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Anak Buahnya Keroyok Warga saat Urus KK, Kadisdukcapil Sebut Sudah Biasa

...
RILIS.ID
Bandarlampung
1 September 2021 - 23:15 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadisdukcapil Kota Bandarlampung A. Zainudin. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Aksi main hakim oknum petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandarlampung terhadap warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan, mendapat pembelaan dari sang pimpinan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Bandarlampung A. Zainudin menyebut adu mulut antara petugas dan warga sudah biasa terjadi dalam pelayanan publik.

Pernyataan Zainudin ini merespons dugaan penggeroyokan terhadap warga bernama Rendi Aditia (23), warga Lampung Barat yang indekos di Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung, pada Rabu (1/9/2021) siang.

Zainudin mengaku sudah langsung menegur anak buahnya beberapa saat setelah kejadian tersebut.

"Kita minta petugas saat melakukan pelayanan untuk sabar," ujar saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (1/9).

Zainuddin mengatakan, saat kejadian pihaknya sudah memanggil korban dan menyelesaikan masalahnya.

"Sudah saya selesaikan dan sudah minta maaf. Tapi kalau dia melapor ke polisi nggak tahu kita," katanya.

Ia juga mengaku sudah memanggil pimpinan-pimpinan di bidang pengurusan Kartu Keluarga (KK) tersebut.

"Sudah saya tanya bagaimana kronologinya juga," tuturnya.

Sebelumnya, oknum petugas Disdukcapil Bandarlampung diduga menggeroyok Rendi Aditia. Saat itu, pemuda 23 tahun itu sedang membantu temannya mengurus kartu keluarga (KK).

Bukannya mendapat pelayanan prima, Rendi malah jadi korban pengeroyokan oknum petugas Disdukcapil Bandarlampung.

Rendi menceritakan awalnya ia mengantar kawannya untuk memperbaiki KK karena nama yang tertulis salah.

Namun, oknum petugas Disdukcapil malah ngotot dan meminta Rendi mengurus dari awal dengan membawa akte kelahiran dan persyaratan lainnya. Akhirnya terjadi cekcok dan pemukulan.

"Kemudian saya ditendang hingga jatuh dan diinjek-injek. Langsung yang lain pada datang, hampir puluhan orang pakai baju putih (pegawai) ikut memukuli saya di kepala, punggung, kaki," ujarnya.

Rendi pun telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bandarlampung.

Sementara itu, Anita (25), pemilik KK mengaku, awalnya terjadi adu mulut dengan oknum petugas. Karena dibentak, Rendi tidak terima sehingga berkelahi.

"Rendi ditendang duluan, sampai jatuh terus dipukuli sama yang lain juga. Kepalanya Rendi juga dipukul," ungkapnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya