Abah Dur: Hari Santri adalah Peran Besar Presiden Jokowi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Abah Dur: Hari Santri adalah Peran Besar Presiden Jokowi

...
Imron Hakiki
Malang
23 Oktober 2021 - 17:20 WIB
Daerah | RILISID
...
Jokowi saat menandatangani kesepakatan untuk menetapkan peringatan HSN di Malang, pada 2014 lalu. FOTO: Istimewa

RILISID, Malang — Salah satu tokoh penggerak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) H. Abdurrahman atau Abah Dur berharap peringatan HSN yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober selalu menjadi wujud nyata bahwa keberadaan santri dan ulama tidak bisa dilepaskan dari kemajuan bernegara dan berbangsa.

Abah Dur yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Malang menuturkan, titik balik kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran santri dan kiai. 

Karenanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai peringatan HSN.

"Hari Santri adalah peran besar Presiden Jokowi. Artinya apa, ada jasa besar Pak Jokowi hingga Hari Santri Nasional bisa kita peringati setiap tahunya. Ini patut kita syukuri dan banggakan," ungkap Abah Dur, Jumat (22/10/2021). 

Abah Dur menegaskan bahwa Bamusi memaknai HSN sebagai satu bentuk semangat untuk membawa negara Indonesia menjadi negara yang kuat berdaulat.

Hal ini sebagaimana telah dicita-citakan oleh inisiator HSN yakni K.H.Thoriq Bin Ziyad yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Bamusi Kabupaten Malang.

Sekilas Abah Dur mengenang bahwa Gus Thoriq mempunyai ide peringatan hari santr tersebut sejak jauh sebelum momen pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Kemudian ia bersama Gus Thoriq bertekad membawa ide Hari Santri ini hingga ke level lebih tinggi. Termasuk bertemu dengan para petinggi partai politik.

"Dari sini kemudian di tahun 2014, Pak Jokowi beranggapan jika Hari Santri harus diwujudkan. Kemudian di dampingi Ahmad Basarah, Pak Jokowi bersedia memutuskan Hari Santri meski ketika itu banyak menuai pro kontra," kenang Abah Dur. 

"Inisiator Hari Santri itu kan Gus Thoriq. Beliau adalah mantan Ketua Bamusi juga, harus kita hormati dan teladani. Terima kasih Gus Thoriq, terima kasih juga pak Jokowi," sambungnya.

Abah Dur menceritakan bahwa penetapan HSN merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan nasional K.H. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-proklamasi kemerdekaan.

"Artinya peran santri dan ulama di dunia pesantren ini sangat besar bagi keberadaan negara Indonesia. Santri adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama," pungkas pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Falah Malang itu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Abah Dur: Hari Santri adalah Peran Besar Presiden Jokowi

...
Imron Hakiki
Malang
23 Oktober 2021 - 17:20 WIB
Daerah | RILISID
...
Jokowi saat menandatangani kesepakatan untuk menetapkan peringatan HSN di Malang, pada 2014 lalu. FOTO: Istimewa

RILISID, Malang — Salah satu tokoh penggerak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) H. Abdurrahman atau Abah Dur berharap peringatan HSN yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober selalu menjadi wujud nyata bahwa keberadaan santri dan ulama tidak bisa dilepaskan dari kemajuan bernegara dan berbangsa.

Abah Dur yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Malang menuturkan, titik balik kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran santri dan kiai. 

Karenanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai peringatan HSN.

"Hari Santri adalah peran besar Presiden Jokowi. Artinya apa, ada jasa besar Pak Jokowi hingga Hari Santri Nasional bisa kita peringati setiap tahunya. Ini patut kita syukuri dan banggakan," ungkap Abah Dur, Jumat (22/10/2021). 

Abah Dur menegaskan bahwa Bamusi memaknai HSN sebagai satu bentuk semangat untuk membawa negara Indonesia menjadi negara yang kuat berdaulat.

Hal ini sebagaimana telah dicita-citakan oleh inisiator HSN yakni K.H.Thoriq Bin Ziyad yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Bamusi Kabupaten Malang.

Sekilas Abah Dur mengenang bahwa Gus Thoriq mempunyai ide peringatan hari santr tersebut sejak jauh sebelum momen pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Kemudian ia bersama Gus Thoriq bertekad membawa ide Hari Santri ini hingga ke level lebih tinggi. Termasuk bertemu dengan para petinggi partai politik.

"Dari sini kemudian di tahun 2014, Pak Jokowi beranggapan jika Hari Santri harus diwujudkan. Kemudian di dampingi Ahmad Basarah, Pak Jokowi bersedia memutuskan Hari Santri meski ketika itu banyak menuai pro kontra," kenang Abah Dur. 

"Inisiator Hari Santri itu kan Gus Thoriq. Beliau adalah mantan Ketua Bamusi juga, harus kita hormati dan teladani. Terima kasih Gus Thoriq, terima kasih juga pak Jokowi," sambungnya.

Abah Dur menceritakan bahwa penetapan HSN merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan nasional K.H. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-proklamasi kemerdekaan.

"Artinya peran santri dan ulama di dunia pesantren ini sangat besar bagi keberadaan negara Indonesia. Santri adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama," pungkas pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Falah Malang itu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya