ASN yang Ngamuk saat Paripurna RAPBD Mamasa Ternyata Kepala Dinas BKKBN, Ini Sebabnya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

ASN yang Ngamuk saat Paripurna RAPBD Mamasa Ternyata Kepala Dinas BKKBN, Ini Sebabnya

...
Wahyuandi
Mamasa
1 Desember 2021 - 18:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Plt Kepala Dinas BKKBN Mamasa Ernesto Randan. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamasa — Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengamuk saat rapat paripurna RAPBD 2022 di DPRD Mamasa, ternyata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas BKKBN setempat Ernesto Randan.

Dalam rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi terhadap pengambilan keputusan RAPBD 2022 itu, Ernesto Randan tak kuasa menahan emosi hingga melabrak meja pimpinan.

Bukan tanpa alasan, Ernesto menganggap lawakan yang dipertontonkan sejumlah anggota DPRD saat paripurna tidak lucu.

Ia naik pitam karena beberapa anggota dewan seolah-olah tidak setuju dengan RAPBD 2022 setelah pemandangan umum fraksi.

Sebagian legislator lainnya sudah menyatakan setuju dengan menandatangani persetujuan RAPBD 2022. Sementara di depan publik, mereka seolah-olah menolak.

"Sebenarnya ini yang dimaksud pembohongan," ujar Ernesto Randan saat dikonfirmasi, Rabu (1/12/2021.

Hal itulah yang membuat dirinya geli terhadap beberapa anggota DPRD yang seakan-akan mendiskreditkan legislator lainnya.

"Sementara menganggap dirinya pahlawan, padahal di atas kertas bertandatang, ini yang membuat saya marah," kata Ernesto Randan.

Ernesto menjelaskan, tujuannya mendatangi meja pimpinan, untuk menanyakan mekanisme paripurna kepada tiga orang pimpinan DPRD.

"Karena setau saya setelah pemandangan umum fraksi, tidak ada lagi instruksi untuk menyampaikan hal-hal yang telah berkenaan dengan pemandangan umum, karena sudahdisetujui," terang Ernesto.

Dengan demikian, pihaknya menganggap bahwa oknum anggota DPRD tersebut hanya sekadar ingin menjadi pahlawan saja.

"Padahal di atas kertas sudah menyetujui, dibuktikan dengan tanda tangan," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi Tentang Persetujuan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2022, Kabupaten Mamasa, Selasa 30 November 2021, ricuh.

Kericuhan bermula saat anggota DPRD Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia Raya, Reskianto Taula'bi Kia menyampaikan pendapatnya.

Belum selesai berbicara, Kepala Dinas Bkkbn Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan berteriak dalam ruang sidang paripurna. Hingga paripurna tersebut ricuh. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

ASN yang Ngamuk saat Paripurna RAPBD Mamasa Ternyata Kepala Dinas BKKBN, Ini Sebabnya

...
Wahyuandi
Mamasa
1 Desember 2021 - 18:00 WIB
Daerah | RILISID
...
Plt Kepala Dinas BKKBN Mamasa Ernesto Randan. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamasa — Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengamuk saat rapat paripurna RAPBD 2022 di DPRD Mamasa, ternyata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas BKKBN setempat Ernesto Randan.

Dalam rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi terhadap pengambilan keputusan RAPBD 2022 itu, Ernesto Randan tak kuasa menahan emosi hingga melabrak meja pimpinan.

Bukan tanpa alasan, Ernesto menganggap lawakan yang dipertontonkan sejumlah anggota DPRD saat paripurna tidak lucu.

Ia naik pitam karena beberapa anggota dewan seolah-olah tidak setuju dengan RAPBD 2022 setelah pemandangan umum fraksi.

Sebagian legislator lainnya sudah menyatakan setuju dengan menandatangani persetujuan RAPBD 2022. Sementara di depan publik, mereka seolah-olah menolak.

"Sebenarnya ini yang dimaksud pembohongan," ujar Ernesto Randan saat dikonfirmasi, Rabu (1/12/2021.

Hal itulah yang membuat dirinya geli terhadap beberapa anggota DPRD yang seakan-akan mendiskreditkan legislator lainnya.

"Sementara menganggap dirinya pahlawan, padahal di atas kertas bertandatang, ini yang membuat saya marah," kata Ernesto Randan.

Ernesto menjelaskan, tujuannya mendatangi meja pimpinan, untuk menanyakan mekanisme paripurna kepada tiga orang pimpinan DPRD.

"Karena setau saya setelah pemandangan umum fraksi, tidak ada lagi instruksi untuk menyampaikan hal-hal yang telah berkenaan dengan pemandangan umum, karena sudahdisetujui," terang Ernesto.

Dengan demikian, pihaknya menganggap bahwa oknum anggota DPRD tersebut hanya sekadar ingin menjadi pahlawan saja.

"Padahal di atas kertas sudah menyetujui, dibuktikan dengan tanda tangan," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi Tentang Persetujuan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2022, Kabupaten Mamasa, Selasa 30 November 2021, ricuh.

Kericuhan bermula saat anggota DPRD Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia Raya, Reskianto Taula'bi Kia menyampaikan pendapatnya.

Belum selesai berbicara, Kepala Dinas Bkkbn Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan berteriak dalam ruang sidang paripurna. Hingga paripurna tersebut ricuh. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya