ASN Lamsel Pungli Tes Antigen di Pelabuhan Bakauheni Terancam Dipecat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

ASN Lamsel Pungli Tes Antigen di Pelabuhan Bakauheni Terancam Dipecat

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
17 Juli 2021 - 23:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Bupati Lamsel Nanang Ermanto. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto berjanji akan menindak tegas Afrianto, Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD yang melakukan pungutan liar (pungli) saat PPKM Darurat di Pelabuhan Bakauheni.

Menurut Nanang, apa yang dilakukan anak buahnya tersebut sangat keterlaluan dan mencoreng nama baik Pemkab Lamsel.

“Saya miris, sedih, dan marah atas kejadian ini. Apalagi sudah sampai tingkat nasional dan mencoreng nama baik Pemkab Lampung Selatan. Saya minta aparat penegak hukum tindak tegas dan proses kedua pelaku ini sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku,” tegas Nanang dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2021).

Perbuatan Afrianto, menurut Nanang, telah menyalahi tugas pokoknya karena menghalangi pelaksanaan penanganan Covid-19 dalam operasi penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, perbuatan kedua tersangka bisa membahayakan orang lain jika si penerima surat keterangan tes antigen ternyata positif Covid-19.

“Gimana enggak marah dan kesal, surat keterangan rapid test diperjualbelikan bahkan fiktif. Ini kan sama saja membahayakan nyawa manusia. Bagaimana jika dalam bus itu ada yang terkena virus Covid-19. Kan bisa menularkan virus ke penumpang lainnya,” kata Nanang.

Nanang pun meminta kepada pihak kepolisian agar memproses dan menindak tegas kedua tersangka.

"Supaya jangan ada lagi oknum yang coba-coba bermain dalam pembuatan suket tes antigen di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Nanang berharap kepada petugas PPKM Pemkab Lamsel yang ada di lapangan untuk bekerja secara profesional dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Bekerjalah sesuai jalur. Jangan kita mengerjakan sesuatu itu hanya memikirkan materi keuntungan pribadi saja. Tapi bekerjalah dengan penuh keikhlasan,” imbuhnya.

Meski sudah ditangani Polres Lamsel, Nanang tetap menerjunkan Inspektorat untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

“Nanti dari Pemkab Lampung Selatan melalui Inspektorat juga akan melakukan kajian sanksi apa yang akan diberikan untuk oknum ASN tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan petugas penyeberangan Budi Rizki dan Afrianto sebagai tersangka kasus pungli tes antigen.

Afrianto sendiri memang diperbantukan di Seaport Interdiction (SI) atau pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin mengatakan pungli yang dilakukan keduanya memanfaatkan masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali di Bakauheni, pada 11-12 Juli 2021 lalu.

"Pada 11 Juli, Polres Lamsel melakukan investigasi akibat setelah adanya video yang menyebar dan saat viral dua hari belakangan," kata Edwin.

Edwin menjelaskan modus yang digunakan kedua tersangka adalah meminta sejumlah uang kepada penumpang yang tidak memiliki surat keterangan tes antigen, untuk bisa melewati pos penyekatan.

"Dalam video itu ada dua orang yang terlihat sedang meminta sejumlah uang di dalam bus. Penumpang yang membayar Rp100 ribu dianggap telah memiliki surat, tapi yang bersangkutan tidak mengeluarkan surat tes antigen," jelas Edwin.

Sementara tersangka Budi yang merupakan pengurus penyeberangan, bertugas untuk mengomunikasikan kepada sopir bus dan juga penumpang yang tidak memiliki surat tes antigen.

Setelah itu, Afrianto bertugas meloloskan bus di pintu masuk pelabuhan dari pemeriksaan petugas. Keduanya mengaku telah beberapa kali melakukan pungli.

"Korban pertama lima orang penumpang di bus pertama. lalu beberapa orang lagi di bus kedua dan ketiga. Total uang yang didapat kedua tersangka mencapai Rp1,3 juta," tambah Kapolres.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Serta pasal 14 UU nomor 4 tahun 1984 tentang penyebaran penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

ASN Lamsel Pungli Tes Antigen di Pelabuhan Bakauheni Terancam Dipecat

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
17 Juli 2021 - 23:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Bupati Lamsel Nanang Ermanto. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto berjanji akan menindak tegas Afrianto, Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD yang melakukan pungutan liar (pungli) saat PPKM Darurat di Pelabuhan Bakauheni.

Menurut Nanang, apa yang dilakukan anak buahnya tersebut sangat keterlaluan dan mencoreng nama baik Pemkab Lamsel.

“Saya miris, sedih, dan marah atas kejadian ini. Apalagi sudah sampai tingkat nasional dan mencoreng nama baik Pemkab Lampung Selatan. Saya minta aparat penegak hukum tindak tegas dan proses kedua pelaku ini sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku,” tegas Nanang dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2021).

Perbuatan Afrianto, menurut Nanang, telah menyalahi tugas pokoknya karena menghalangi pelaksanaan penanganan Covid-19 dalam operasi penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, perbuatan kedua tersangka bisa membahayakan orang lain jika si penerima surat keterangan tes antigen ternyata positif Covid-19.

“Gimana enggak marah dan kesal, surat keterangan rapid test diperjualbelikan bahkan fiktif. Ini kan sama saja membahayakan nyawa manusia. Bagaimana jika dalam bus itu ada yang terkena virus Covid-19. Kan bisa menularkan virus ke penumpang lainnya,” kata Nanang.

Nanang pun meminta kepada pihak kepolisian agar memproses dan menindak tegas kedua tersangka.

"Supaya jangan ada lagi oknum yang coba-coba bermain dalam pembuatan suket tes antigen di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Nanang berharap kepada petugas PPKM Pemkab Lamsel yang ada di lapangan untuk bekerja secara profesional dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Bekerjalah sesuai jalur. Jangan kita mengerjakan sesuatu itu hanya memikirkan materi keuntungan pribadi saja. Tapi bekerjalah dengan penuh keikhlasan,” imbuhnya.

Meski sudah ditangani Polres Lamsel, Nanang tetap menerjunkan Inspektorat untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

“Nanti dari Pemkab Lampung Selatan melalui Inspektorat juga akan melakukan kajian sanksi apa yang akan diberikan untuk oknum ASN tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan petugas penyeberangan Budi Rizki dan Afrianto sebagai tersangka kasus pungli tes antigen.

Afrianto sendiri memang diperbantukan di Seaport Interdiction (SI) atau pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin mengatakan pungli yang dilakukan keduanya memanfaatkan masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali di Bakauheni, pada 11-12 Juli 2021 lalu.

"Pada 11 Juli, Polres Lamsel melakukan investigasi akibat setelah adanya video yang menyebar dan saat viral dua hari belakangan," kata Edwin.

Edwin menjelaskan modus yang digunakan kedua tersangka adalah meminta sejumlah uang kepada penumpang yang tidak memiliki surat keterangan tes antigen, untuk bisa melewati pos penyekatan.

"Dalam video itu ada dua orang yang terlihat sedang meminta sejumlah uang di dalam bus. Penumpang yang membayar Rp100 ribu dianggap telah memiliki surat, tapi yang bersangkutan tidak mengeluarkan surat tes antigen," jelas Edwin.

Sementara tersangka Budi yang merupakan pengurus penyeberangan, bertugas untuk mengomunikasikan kepada sopir bus dan juga penumpang yang tidak memiliki surat tes antigen.

Setelah itu, Afrianto bertugas meloloskan bus di pintu masuk pelabuhan dari pemeriksaan petugas. Keduanya mengaku telah beberapa kali melakukan pungli.

"Korban pertama lima orang penumpang di bus pertama. lalu beberapa orang lagi di bus kedua dan ketiga. Total uang yang didapat kedua tersangka mencapai Rp1,3 juta," tambah Kapolres.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Serta pasal 14 UU nomor 4 tahun 1984 tentang penyebaran penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya