154 Tempat Wisata di Jatim Dibuka, LaNyalla: Jangan Sampai Lonjakan Covid-19 Kembali Terjadi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

154 Tempat Wisata di Jatim Dibuka, LaNyalla: Jangan Sampai Lonjakan Covid-19 Kembali Terjadi

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 22:40 WIB
Jatim | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung dibukanya kembali destinasi wisata di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

LaNyalla berharap dibukanya kembali sektor pariwisata dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pendukung lainnya.

"Pergerakan ekonomi akan kembali bergeliat dengan dibukanya kembali destinasi wisata di Jatim. Tentu ini akan berdampak positif bagi perputaran ekonomi, terutama UMKM," ujar LaNyalla, Kamis (16/9/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, selama PPKM para pelaku UMKM terdampak cukup serius. Tentu kabar baik ini akan membuat mereka dapat mengais rejeki lagi.

Utamanya, bagi UMKM di sekitar lokasi wisata yang selama PPKM sangat merasakan dampaknya karena pembatasan mobilitas warga.

Meski demikian, LaNyalla mengingatkan pembukaan tempat wisata harus tetap memperhatikan perkembangan status level serta lonjakan angka positif Covid-19.

"Jangan sampai pembukaan tempat wisata malah menjadikan lonjakan positif Covid-19 kembali terjadi," tutur LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, melandainya jumlah positif Covid-19 yang terjadi di Jatim menjadi alasan dibukanya 154 tempat wisata di Jatim yang sudah dibuka.

Tempat wisata dari level 1-2 terdapat 257 titik dan 154 sudah buka terbatas dan bertahap.

LaNyalla tetap mengingatkan pada pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan tempat wisata agar tidak menjadi klaster atau pusat penularan Covid-19.

"Pengawasan harus menetapkan sejumlah persyaratan, terutama pengunjung yang telah vaksin minimal sudah mendapatkan satu dosis suntik," katanya.

Dengan begitu, LaNyalla optimistis pembukaan kembali destinasi wisata tak akan mengganggu kinerja pemerintah yang tengah berupaya keras menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga ke level terendah.

LaNyalla juga meminta agar pembukaan destinasi wisata ini dijadikan strategi untuk mempercepat proses penciptaan kekebalan tubuh komunal atau herd immunity melalui vaksinasi.

"Sediakan stan-stan vaksinasi di lokasi destinasi wisata. Jadi, sambil berwisata juga melakukan vaksinasi itu akan menjadi daya tarik bagi masyarakat," ujar LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

154 Tempat Wisata di Jatim Dibuka, LaNyalla: Jangan Sampai Lonjakan Covid-19 Kembali Terjadi

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 22:40 WIB
Jatim | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung dibukanya kembali destinasi wisata di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

LaNyalla berharap dibukanya kembali sektor pariwisata dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pendukung lainnya.

"Pergerakan ekonomi akan kembali bergeliat dengan dibukanya kembali destinasi wisata di Jatim. Tentu ini akan berdampak positif bagi perputaran ekonomi, terutama UMKM," ujar LaNyalla, Kamis (16/9/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, selama PPKM para pelaku UMKM terdampak cukup serius. Tentu kabar baik ini akan membuat mereka dapat mengais rejeki lagi.

Utamanya, bagi UMKM di sekitar lokasi wisata yang selama PPKM sangat merasakan dampaknya karena pembatasan mobilitas warga.

Meski demikian, LaNyalla mengingatkan pembukaan tempat wisata harus tetap memperhatikan perkembangan status level serta lonjakan angka positif Covid-19.

"Jangan sampai pembukaan tempat wisata malah menjadikan lonjakan positif Covid-19 kembali terjadi," tutur LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, melandainya jumlah positif Covid-19 yang terjadi di Jatim menjadi alasan dibukanya 154 tempat wisata di Jatim yang sudah dibuka.

Tempat wisata dari level 1-2 terdapat 257 titik dan 154 sudah buka terbatas dan bertahap.

LaNyalla tetap mengingatkan pada pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan tempat wisata agar tidak menjadi klaster atau pusat penularan Covid-19.

"Pengawasan harus menetapkan sejumlah persyaratan, terutama pengunjung yang telah vaksin minimal sudah mendapatkan satu dosis suntik," katanya.

Dengan begitu, LaNyalla optimistis pembukaan kembali destinasi wisata tak akan mengganggu kinerja pemerintah yang tengah berupaya keras menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga ke level terendah.

LaNyalla juga meminta agar pembukaan destinasi wisata ini dijadikan strategi untuk mempercepat proses penciptaan kekebalan tubuh komunal atau herd immunity melalui vaksinasi.

"Sediakan stan-stan vaksinasi di lokasi destinasi wisata. Jadi, sambil berwisata juga melakukan vaksinasi itu akan menjadi daya tarik bagi masyarakat," ujar LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya