Cek! Apakah Bahasa Daerah Kamu Masuk Daftar Terancam Punah? - RILIS.ID
Cek! Apakah Bahasa Daerah Kamu Masuk Daftar Terancam Punah?
Tio Pirnando
Kamis | 22/02/2018 05.05 WIB
Cek! Apakah Bahasa Daerah Kamu Masuk Daftar Terancam Punah?
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencatat, 19 bahasa di Indonesia tengah terancam punah. 

Diantaranya:
1. Bahasa Hulung (Maluku)
2. Bahasa Samasuru (Maluku)
3. Bahasa Mander (Papua)
4. Bahasa Namla (Papua)
5. Bahasa Usku (Papua),
6. Bahasa Maklew/Makleu (Papua)
7. Bahasa Bku (Papua)
8. Bahasa Mansim Borai (Papua)
9. Bahasa Ponosokan/Ponosakan (Sulawesi)
10. Bahasa Konjo (Sulawesi)
11. Bahasa Bajau Tungkal Satu (Sumatra)
12. Bahasa Lematang (Sumatra)
13. Bahasa Dubu (Keerom, Papua)
14. Bahasa Irarutu (Fakfak Papua)
15. Bahasa Podena (Sarmi, Papua)
16. Bahasa Sangihe Talaud (Minahasa, Sulut)
17. Bahasa Minahasa (Gorontalo)
18. Bahasa Nedebang (NTT)
19. Bahasa Suwawa (Bone Bolango, Gorontalo) 

Kepala Badan Bahasa Kemdikbud Dadang Suhendar mengatakan, per Oktober 2017 dipetakan 652 bahasa daerah tidak termasuk dialek dan subdialek. Dari jumlah tersebut, baru 71 bahasa yang telah dipetakan vitalitas atau daya hidupnya (berdasarkan kajian vitalitas bahasa pada 2011-2017).

"Selain 19 bahasa terancam punah, sudah ada 11 bahasa Tanah Air yang dikategorikan punah. Menyusul, 4 bahasa yang masuk kategori kritis, 2 bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi rentan (stabil, tetapi terancam punah) dan 19 bahasa berstatus aman," kata Dadang di Gedung Samudera Jakarta, saat memperingati hari Bahasa Ibu, Rabu (21/2/2018).   

Untuk dua bahasa mengalami kemunduran yaitu, Bahasa Hitu (Maluku) dan Bahasa Tobati (Papua). Sedangkan untuk bahasa yang stabil, tetapi rentan terancam punah, kajian Kemdikbud menemukan 16 bahasa, antara lain:

1. Bahasa Buru (Maluku)
2. Bahasa Lisabata (Maluku)
3. Bahasa Luhu (Maluku)
4. Bahasa Meoswar (Papua)
5. Bahasa Kuri/Nabi (Papua)
6. Bahasa Aframa/Usku (Papua)
7. Bahasa Gresi (Papua)
8. Bahasa Ormu (Papua)
9. Bahasa Somu/Toro (Papua)
10. Bahasa Mandar (Sulawesi)
11. Bahasa Minahasa (Sulawesi)
12. Bahasa Kerinci (Sumatera)
13. Bahasa Senggi (Papua)
14. Bahasa Pamona (Morowali, Sulteng)
15. Bahasa Rongga (NTT), dan 
16. Bahasa Wolio (Baubau, Sulteng)

Sementara itu, dalam kajian Kemdikbud diperoleh 19 belas bahasa yang dinyatakan aman tidak terancam punah, seperti Bahasa Aceh (Aceh), Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Sunda (Jawa Barat), Madura (Jawa Timur), Bali (Bali), Melayu (Sumatra), Minangkabau (Sumatra ), Sentani (Papua), Awban (Papua), Korowai (Papua), Tokuni (Papua), Biak (Papua), Sumbawa (NTB), Bugis (Sulawesi), Makasar (Sulawesi), Muna (Sulawesi), Awban (Yahukimo, Papua), Serui (Arui, Papua), Kuri (Papua Barat).

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID