YouTuber Muhammad Kece Ditangkap di Bali Terkait Kasus Penodaan Agama
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

YouTuber Muhammad Kece Ditangkap di Bali Terkait Kasus Penodaan Agama

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Agustus 2021 - 11:46 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhirnya berhasil menangkap YouTuber Muhammad Kece terkait kasus dugaan penodaan agama.

Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto membenarkan penangkapan Muhammad Kece alias Kace.

"Sudah ditangkap," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Muhammad Kece ditangkap di salah satu tempat di Bali. Kini petugas sedang membawanya ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” ujar Agus.


Muhammad Kece sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Bahkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir puluhan video Muhammad Kece yang diduga melakukan penistaan agama.

Kemenkominfo memblokir 20 video yang diproduksi oleh akun YouTube Muhammad Kece karena diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

"Kemenkominfo mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten yang dilakukan oleh akun Youtube M. Kece yang diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA," kata Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi sebagaimana dikutip Rilisid di laman resmi kominfo.go.id, Rabu (25/8/2021).

Selain 20 video di YouTube, Kemenkominfo juga telah melakukan pemutusan akses terhadap satu video dari platform TikTok yang diduga diproduksi Muhammad Kece.

Dedy menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pengelola platform, serta kementeria dan lembaga terkait untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaaan konten tersebut.

Menurutnya, penanganan konten terhadap akun YouTube Muhammad Kece dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE) dan Peraturan Menteri (PM) Nomor 5 Tahun 2020.

Karenanya, Dedy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga perdamaian baik di ruang fisik maupun ruang digital.

"Jika masyarakat menemukan konten yang melanggar UU termasuk penodaan agama, termasuk yang diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dapat dilaporkan melalui aduankonten.id dan kanal pengaduan lain yang disediakan," pungkasnya.

Sebelumnya, YouTuber Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Muhammad Kece mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal itu sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

“Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece dalam video unggahannya.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

YouTuber Muhammad Kece Ditangkap di Bali Terkait Kasus Penodaan Agama

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Agustus 2021 - 11:46 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhirnya berhasil menangkap YouTuber Muhammad Kece terkait kasus dugaan penodaan agama.

Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto membenarkan penangkapan Muhammad Kece alias Kace.

"Sudah ditangkap," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Muhammad Kece ditangkap di salah satu tempat di Bali. Kini petugas sedang membawanya ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” ujar Agus.


Muhammad Kece sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Bahkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir puluhan video Muhammad Kece yang diduga melakukan penistaan agama.

Kemenkominfo memblokir 20 video yang diproduksi oleh akun YouTube Muhammad Kece karena diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

"Kemenkominfo mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten yang dilakukan oleh akun Youtube M. Kece yang diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA," kata Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi sebagaimana dikutip Rilisid di laman resmi kominfo.go.id, Rabu (25/8/2021).

Selain 20 video di YouTube, Kemenkominfo juga telah melakukan pemutusan akses terhadap satu video dari platform TikTok yang diduga diproduksi Muhammad Kece.

Dedy menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pengelola platform, serta kementeria dan lembaga terkait untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaaan konten tersebut.

Menurutnya, penanganan konten terhadap akun YouTube Muhammad Kece dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE) dan Peraturan Menteri (PM) Nomor 5 Tahun 2020.

Karenanya, Dedy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga perdamaian baik di ruang fisik maupun ruang digital.

"Jika masyarakat menemukan konten yang melanggar UU termasuk penodaan agama, termasuk yang diduga memiliki muatan penodaan agama dan/atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dapat dilaporkan melalui aduankonten.id dan kanal pengaduan lain yang disediakan," pungkasnya.

Sebelumnya, YouTuber Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Muhammad Kece mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal itu sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

“Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece dalam video unggahannya.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya