Terbaru! Zona Hijau Covid-19 Bertambah Jadi 10 Daerah, Zona Oranye Nihil
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Terbaru! Zona Hijau Covid-19 Bertambah Jadi 10 Daerah, Zona Oranye Nihil

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2021 - 12:56 WIB
Breaking News | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar covid19.go.id

RILISID, Jakarta — Kabupaten dan kota yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19 di Tanah Air terus bertambah setiap pekan. Per 24 Oktober 2021, total ada sepuluh daerah masuk zona hijau.

Update peta risiko virus corona ini diumumkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melalui situs resminya https://covid19.go.id/peta-risiko, yang diakses Rilisid pada Selasa (26/10/2021).

Berdasarkan data Satgas, sepuluh daerah zona hijau itu antara lain Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan; Buton Tengah, Sulawesi Tenggara; Kaur dan Lebong, Bengkulu.

Kemudian Dogiyai, Papua; Raja Ampat dan Pegunungan Arfak, Papua Barat; Seram Bagian Timur, Kota Tual dan Buru Selatan, Maluku.

Jika merujuk pada periode 17 Oktober, jumlah zona hijau Covid-19 pekan ini bertambah dua dari sebelumnya delapan daerah.

Yang tak kalah menggembirakan, zona oranye atau risiko sedang nihil pada pekan ini. Wilayah berisiko tinggi juga sudah tidak ada lagi dalam beberapa pekan terakhir.

Mayoritas wilayah di Indonesia kini berstatus kuning atau risiko ringan. Total zona kuning per 24 Oktober mencapai 504 kabupaten/kota atau 98,05 persen.

Penilaian zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Berikut ini indikatornya:

Indikator epidemiologi:

1. Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
2. Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada.
3. Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
4. Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
6. Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.
8. Insiden Kumulatif kasus positif per 100,000 penduduk.
9. Kecepatan Laju Insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100,000 penduduk.
10. Mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100,000 penduduk

Indikator surveilans kesehatan masyarakat:

1. Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1,000 penduduk per minggu) pada level provinsi.
2. Positivity rate rendah (target ≤5% sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa) - merujuk pada angka provinsi.

Indikator pelayanan kesehatan:

1. Rata-rata angka keterpakaian TT Isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam 1 minggu terakhir pada RS rujukan cukup untuk menampung pasien Covid-19 di wilayah tersebut.
2. Rata-rata angka keterpakaian TT Intensif (% BOR TT Intensif) dalam 1 minggu terakhir pada RS rujukan cukup untuk menampung pasien Covid-19 di wilayah tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Terbaru! Zona Hijau Covid-19 Bertambah Jadi 10 Daerah, Zona Oranye Nihil

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2021 - 12:56 WIB
Breaking News | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar covid19.go.id

RILISID, Jakarta — Kabupaten dan kota yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19 di Tanah Air terus bertambah setiap pekan. Per 24 Oktober 2021, total ada sepuluh daerah masuk zona hijau.

Update peta risiko virus corona ini diumumkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melalui situs resminya https://covid19.go.id/peta-risiko, yang diakses Rilisid pada Selasa (26/10/2021).

Berdasarkan data Satgas, sepuluh daerah zona hijau itu antara lain Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan; Buton Tengah, Sulawesi Tenggara; Kaur dan Lebong, Bengkulu.

Kemudian Dogiyai, Papua; Raja Ampat dan Pegunungan Arfak, Papua Barat; Seram Bagian Timur, Kota Tual dan Buru Selatan, Maluku.

Jika merujuk pada periode 17 Oktober, jumlah zona hijau Covid-19 pekan ini bertambah dua dari sebelumnya delapan daerah.

Yang tak kalah menggembirakan, zona oranye atau risiko sedang nihil pada pekan ini. Wilayah berisiko tinggi juga sudah tidak ada lagi dalam beberapa pekan terakhir.

Mayoritas wilayah di Indonesia kini berstatus kuning atau risiko ringan. Total zona kuning per 24 Oktober mencapai 504 kabupaten/kota atau 98,05 persen.

Penilaian zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Berikut ini indikatornya:

Indikator epidemiologi:

1. Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
2. Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada.
3. Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
4. Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
6. Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.
8. Insiden Kumulatif kasus positif per 100,000 penduduk.
9. Kecepatan Laju Insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100,000 penduduk.
10. Mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100,000 penduduk

Indikator surveilans kesehatan masyarakat:

1. Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1,000 penduduk per minggu) pada level provinsi.
2. Positivity rate rendah (target ≤5% sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa) - merujuk pada angka provinsi.

Indikator pelayanan kesehatan:

1. Rata-rata angka keterpakaian TT Isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam 1 minggu terakhir pada RS rujukan cukup untuk menampung pasien Covid-19 di wilayah tersebut.
2. Rata-rata angka keterpakaian TT Intensif (% BOR TT Intensif) dalam 1 minggu terakhir pada RS rujukan cukup untuk menampung pasien Covid-19 di wilayah tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya