Sempat Hina Luhut, Bupati Banjarnegara Kini Tersangka Korupsi dan Langsung Ditahan KPK
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sempat Hina Luhut, Bupati Banjarnegara Kini Tersangka Korupsi dan Langsung Ditahan KPK

...
RILIS.ID
Jakarta
3 September 2021 - 21:26 WIB
Breaking News | RILISID
...
Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan Bupati Banjarnegara jadi tersangka korupsi, Jumat (3/9/2021). Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) sebagai tersangka kasus korupsi proyek Dinas PUPR setempat tahun anggaran 2017-2018.

"Setelah melakukan penyelidikan, KPK menemukan bukti adanya bukti permulaan cukup, malam ini menetapkan dua tersangka antara lain BS yaitu Bupati Banjarnegara periode 2017-2022 dan KA (swasta)," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers yang disiarkan di Instagram KPK, Jumat (3/9/2021).

Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari. Tersangka BS ditahan di Rutan Kavling C1 dan KA di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur," lanjut Firli.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah tiga lokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satunya dilakukan di Rumah Dinas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Jalan Dipayuda Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, pada awal Agustus 2021 lalu.

Penggeledahan itu dilakukan terkait dugaan korupsi turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

Hina LBP

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebelumnya bikin heboh karena pernyataannya yang menghina Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Pernyataan tersebut viral di media sosial, pada Senin (23/8/2021) lalu.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat Budhi menyampaikan pernyataan bahwa PPKM berhasil menekan angka kasus Covid-19 di daerahnya.


"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 peren, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Mendagri, dan dilaksanakan rapat sama menteri penjahit, yang orang Batak itu Menteri Penjahit," kata Budhi.

Ia juga beberapa kali menyebut nama Luhut sebagai menteri penjahit atau diduga memplesetkan marga Luhut.

"Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM Level 3 dan Level 4, ternyata dengan pembagian jaring pengaman sosial itu efektif efisien," tuturnya.

Budhi kembali menyebutkan nama Luhut dengan menteri penjahit saat menggambarkan kondisi Banjarnegara sempat mengalami zona parah Covid-19.

"Waktu PPKM Darurat itu 99 persen (BOR-nya), zona merah hampir campur hitam. Setelah instruksi Mendagri dan sesuai saran Pak Presiden dan semua dijabarkan Menteri Penjahit Ruhut Penjahit, saya laksanakan instruksinya," ujar Budhi dalam potongan video tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sempat Hina Luhut, Bupati Banjarnegara Kini Tersangka Korupsi dan Langsung Ditahan KPK

...
RILIS.ID
Jakarta
3 September 2021 - 21:26 WIB
Breaking News | RILISID
...
Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan Bupati Banjarnegara jadi tersangka korupsi, Jumat (3/9/2021). Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) sebagai tersangka kasus korupsi proyek Dinas PUPR setempat tahun anggaran 2017-2018.

"Setelah melakukan penyelidikan, KPK menemukan bukti adanya bukti permulaan cukup, malam ini menetapkan dua tersangka antara lain BS yaitu Bupati Banjarnegara periode 2017-2022 dan KA (swasta)," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers yang disiarkan di Instagram KPK, Jumat (3/9/2021).

Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari. Tersangka BS ditahan di Rutan Kavling C1 dan KA di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur," lanjut Firli.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah tiga lokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satunya dilakukan di Rumah Dinas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Jalan Dipayuda Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, pada awal Agustus 2021 lalu.

Penggeledahan itu dilakukan terkait dugaan korupsi turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

Hina LBP

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebelumnya bikin heboh karena pernyataannya yang menghina Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Pernyataan tersebut viral di media sosial, pada Senin (23/8/2021) lalu.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat Budhi menyampaikan pernyataan bahwa PPKM berhasil menekan angka kasus Covid-19 di daerahnya.


"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 peren, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Mendagri, dan dilaksanakan rapat sama menteri penjahit, yang orang Batak itu Menteri Penjahit," kata Budhi.

Ia juga beberapa kali menyebut nama Luhut sebagai menteri penjahit atau diduga memplesetkan marga Luhut.

"Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM Level 3 dan Level 4, ternyata dengan pembagian jaring pengaman sosial itu efektif efisien," tuturnya.

Budhi kembali menyebutkan nama Luhut dengan menteri penjahit saat menggambarkan kondisi Banjarnegara sempat mengalami zona parah Covid-19.

"Waktu PPKM Darurat itu 99 persen (BOR-nya), zona merah hampir campur hitam. Setelah instruksi Mendagri dan sesuai saran Pak Presiden dan semua dijabarkan Menteri Penjahit Ruhut Penjahit, saya laksanakan instruksinya," ujar Budhi dalam potongan video tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya