Rektor UI Mundur dari Wakomut BRI, Padahal Sudah Diizinkan Jokowi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Rektor UI Mundur dari Wakomut BRI, Padahal Sudah Diizinkan Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 13:32 WIB
Breaking News | RILISID
...
Rektor UI Ari Kuncoro. Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Setelah ramai jadi bahan olok-olokan warganet, Rektor Universitas Indonesia (UI) Profesor Ari Kuncoro akhirnya mengundurkan diri sebagai komisaris Wakil Komisaris Utama (Wakomut) dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Hal itu diumumkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam keterbukaan informasi yang diunduh Rilis.id di situs bri.co.id, pada Kamis (22/7/2021).

Dalam surat tersebut, Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakomut dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pengunduran diri Rektor UI Ari Kuncoro tersebut diterima Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (21/7/2021).

"Sehubungan itu, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur," tulis Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto dalam suratnya, Kamis (22/7).

Sebelumnya, nama Rektor UI Ari Kuncoro mendadak jadi perbincangan warganet setelah diizinkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen BRI.

Jokowi mengizinkan Rektor UI rangkap jabatan berdasarkan revisi Statuta Universitas Indonesia dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 menjadi PP Nomor 75 Tahun 2021. PP tersebut diteken Presiden Jokowi pada Juli 2021.

Dalam salinan Statuta UI versi baru, larangan rektor atau wakil rektor rangkap jabatan masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi lama yang menggunakan kata pejabat.

Hal itu tertuang dalam Pasal 39 PP Nomor 75 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa "Rektor dan wakil rektor, sekretaris universitas, dan kepala badan dilarang merangkap sebagai:,"

a. pejabat struktural pada perguruan tinggi lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat;

b. pejabat struktural pada instansi pemerintah pusat maupun daerah;

c. direksi pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta; atau

d. pengurus/ anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi secara langsung dengan partai politik.

Sementara Pasal 35 PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI versi lama menyebutkan bahwa "Rektor dan wakil rektor dilarang merangkap sebagai:,"

a. pejabat pada satuan pendidikan lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat;

b. pejabat pada instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah;

c. pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta;

d. anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi

dengan partai politik; dan/atau

e. pejabat pada jabatan lain yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI.

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Rektor UI Mundur dari Wakomut BRI, Padahal Sudah Diizinkan Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 13:32 WIB
Breaking News | RILISID
...
Rektor UI Ari Kuncoro. Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Setelah ramai jadi bahan olok-olokan warganet, Rektor Universitas Indonesia (UI) Profesor Ari Kuncoro akhirnya mengundurkan diri sebagai komisaris Wakil Komisaris Utama (Wakomut) dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Hal itu diumumkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam keterbukaan informasi yang diunduh Rilis.id di situs bri.co.id, pada Kamis (22/7/2021).

Dalam surat tersebut, Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakomut dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pengunduran diri Rektor UI Ari Kuncoro tersebut diterima Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (21/7/2021).

"Sehubungan itu, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur," tulis Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto dalam suratnya, Kamis (22/7).

Sebelumnya, nama Rektor UI Ari Kuncoro mendadak jadi perbincangan warganet setelah diizinkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen BRI.

Jokowi mengizinkan Rektor UI rangkap jabatan berdasarkan revisi Statuta Universitas Indonesia dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 menjadi PP Nomor 75 Tahun 2021. PP tersebut diteken Presiden Jokowi pada Juli 2021.

Dalam salinan Statuta UI versi baru, larangan rektor atau wakil rektor rangkap jabatan masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi lama yang menggunakan kata pejabat.

Hal itu tertuang dalam Pasal 39 PP Nomor 75 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa "Rektor dan wakil rektor, sekretaris universitas, dan kepala badan dilarang merangkap sebagai:,"

a. pejabat struktural pada perguruan tinggi lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat;

b. pejabat struktural pada instansi pemerintah pusat maupun daerah;

c. direksi pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta; atau

d. pengurus/ anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi secara langsung dengan partai politik.

Sementara Pasal 35 PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI versi lama menyebutkan bahwa "Rektor dan wakil rektor dilarang merangkap sebagai:,"

a. pejabat pada satuan pendidikan lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat;

b. pejabat pada instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah;

c. pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta;

d. anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi

dengan partai politik; dan/atau

e. pejabat pada jabatan lain yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI.

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya