PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 20 September, Luhut: PPKM Akan Terus Diberlakukan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 20 September, Luhut: PPKM Akan Terus Diberlakukan

...
RILIS.ID
Jakarta
13 September 2021 - 23:18 WIB
Breaking News | RILISID
...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4-2 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 mendatang.

Perpanjangan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, pada Senin (13/9/2021) malam.

Menurut Luhut, penerapan PPKM Level 4-2 di Pulau Jawa dan Bali akan terus diberlakukan sebagai upaya kontrol sekaligus menekan kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19).

"(PPKM) Akan terus diberlakukan di Jawa-Bali. Evaluasi setiap minggu hingga menekan kasus konfirmasi dan tidak mengurangi kesalahan di negara lain," kata Luhut dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Luhut menegaskan bahwa perpanjangan PPKM untuk mengendalikan penularan virus corona yang saat ini terus menunjukkan tren penurunan.

"PPKM ini alat kita untuk monitor. Kalau dilepas, tidak dikendalikan terus bisa ada gelombang berikutnya. Kita sudah lihat pengalaman di berbagi negara, kita tak ingin mengulangi kesalahan di negara lain," tegasnya.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM.

"Sebagai salah satu proses transisi untuk hidup bersama Covid-19, telah diputuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2 dan level 2 ke level 1 di Jawa-Bali,” ujar Luhut.

Untuk bisa turun dari level 3 ke 2, cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) harus mencapai 40 persen.

Sedangkan untuk bisa turun dari level 2 ke 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen.

"Untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2 akan diberikan waktu selama dua minggu untuk dapat mengejar target pada poin di atas. Jika tidak bisa mencapai maka akan dinaikkan statusnya kembali pada level 3,” pungkas Luhut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 20 September, Luhut: PPKM Akan Terus Diberlakukan

...
RILIS.ID
Jakarta
13 September 2021 - 23:18 WIB
Breaking News | RILISID
...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4-2 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 mendatang.

Perpanjangan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, pada Senin (13/9/2021) malam.

Menurut Luhut, penerapan PPKM Level 4-2 di Pulau Jawa dan Bali akan terus diberlakukan sebagai upaya kontrol sekaligus menekan kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19).

"(PPKM) Akan terus diberlakukan di Jawa-Bali. Evaluasi setiap minggu hingga menekan kasus konfirmasi dan tidak mengurangi kesalahan di negara lain," kata Luhut dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Luhut menegaskan bahwa perpanjangan PPKM untuk mengendalikan penularan virus corona yang saat ini terus menunjukkan tren penurunan.

"PPKM ini alat kita untuk monitor. Kalau dilepas, tidak dikendalikan terus bisa ada gelombang berikutnya. Kita sudah lihat pengalaman di berbagi negara, kita tak ingin mengulangi kesalahan di negara lain," tegasnya.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM.

"Sebagai salah satu proses transisi untuk hidup bersama Covid-19, telah diputuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2 dan level 2 ke level 1 di Jawa-Bali,” ujar Luhut.

Untuk bisa turun dari level 3 ke 2, cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) harus mencapai 40 persen.

Sedangkan untuk bisa turun dari level 2 ke 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen.

"Untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2 akan diberikan waktu selama dua minggu untuk dapat mengejar target pada poin di atas. Jika tidak bisa mencapai maka akan dinaikkan statusnya kembali pada level 3,” pungkas Luhut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya